Pages

Showing posts with label 2019 at 07:10AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:10AM. Show all posts

Thursday, October 24, 2019

Harga Mobil Bisa Naik Menyesuaikan Aturan Baru PPnBM

Liputan6.com, Okazaki Berlakunya aturan baru Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) yang resmi tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 membuat harga mobil akan terkoreksi. Penyesuaian teknologi untuk mencapai efisiensi BBM dan batas jumlah emisi menyebabkan harga mobil naik.

Hal ini tidak bisa dihindari karena setiap produsen mobil akan mengadakan penyesuaian terhadap spesifikasi teknis mobilnya untuk mencapai standar yang resmi diberlakukan di Indonesia pada tahun 2021.

"Semua merek akan melakukan penyesuaian ini, dan butuh tambahan perangkat untuk bisa mencapai standar yang akan berlaku," ujar Director of Product Strategy Division PT MMKSI, Ryoichi Inaba kepada Liputan6.com di Okazaki, Jepang (24/10/19).

Tambahan perangkat atau teknologi untuk mencapai aturan itu menyebabkan harga terkoreksi. "Kami masih berhitung (berapa penyesuaiannya), tapi aturan itu sama seperti draft sebelumnya."

2 dari 4 halaman

Perubahan Tren Industri Otomotif

Selain itu butuh waktu untuk menseting dan memasang perangkat tambahan tesebut. "Butuh waktu, dan 2 tahun bukan waktu yang lama untuk industri otomotif," ujar Inaba. "Namun semua akan harus bisa menyesuaikannya."

Di sini lain, aturan ini akan membuat pergeseran tren di dunia otomotif. "Otomatis akan ada pergeseran dari mobil konvensional ke mobil listrik. Tidak saja di Indonesia, tapi secara global," tambahnya.

3 dari 4 halaman

Aturan Baru PPnBM

Dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 tertuang, semua jenis mobil penumpang dengan mesin di bawah 3.000 cc akan terkena PPnBM 15 persen, apabila konsumsi bahan bakarnya mencapai 15,5 kilometer per liter atau emisi CO2 di bawah 150 gram per kilometer.

Selain itu, tarif PPnBM 20 persen akan diberikan apabila konsumsi bahan bakar kendaraan kurang dari 11,5 kilometer per liter atau emisi CO2 lebih dari 250 gram per kilometer. Berlaku juga untuk mesin diesel, konsumsi bahan bakar kendaraan ditargetkan mencapai 13 kilometer per liter atau emisi CO2 200 gram per kilometer.

Untuk konsumsi bahan bakar 9,3-11,5 kilometer per liter atau CO2 yang dihasilkan 200-250 gram per kilometer, tarif PPnBM yang dikenakan mencapai 25 persen.

Apabila konsumsi bahan bakar mobil tidak mencapai 9,3 kilometer per liter atau CO2 yang dihasilkan lebih dari 250 gram per kilometer, PPnBM yang harus dibayarkan sampai dengan 40 persen. Tarif tersebut juga berlaku apabila konsumsi bahan bakar kurang dari 10,5 kilometer per liter atau CO2 yang dihasilkan lebih dari 250 gram per liter pada mesin diesel.

Khusus mobil dengan mesin 3.000 cc - 4.000 cc, PPnBM yang harus dibayarkan mulai dari 40 persen hingga 70 persen seperti yang tertera di pasal 8 sampai 11.

Mobil Low Cost Green Car (LCGC) mendapat PPnBM 15 persen dengan dasar pajak 20 persen dari harga jual kendaraan bermotor roda empat hemat energi dan harga terjangkau (KBH2).

Terkait konsumsi bahan bakar, peraturan untuk LCGC tidak berubah yakni 20 kilometer per liter, dengan spesifikasi tambahan, CO2 yang dihasilkan 120 gram per kilometer.

4 dari 4 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Po1J3H
October 25, 2019 at 07:10AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2Po1J3H
via IFTTT

Tuesday, October 22, 2019

Mitsubishi Outlander PHEV Sanggup Salurkan Daya 1,5kW untuk Keperluan Listrik Rumah Tangga

Liputan6.com, Tokyo Mobil listrik tidak lagi merupakan kendaraan yang menerima listrik untuk menggerakkannya. Formatnya sudah berubah. Mobil listrik bisa berbagi energi untuk keperluan lainnya. Seperti kemampuan yang dimiliki Mitsubishi Outlander PHEV.

Seperti yang disampaikan Manager of EV Solution Dept. Mitsubishi Motors, Tadahiro Togami saat memaparkan fungsi lain mobil listrik kepada sejumlah media Indonesia di MI Garden, Ginza, Jepang.

Mobil listrik tidak dapat dipakai untuk keperluan lain. "Bisa diajak camping, membantu bencana dan untuk keperluan rumah tangga," ujar Togami.

Listrik yang tersimpan dalam baterai bisa dipakai untuk mengoperasikan alat rumah tangga. Sangat membantu saat kondisi black out atau listrik padam. Daya listrik AC yang disalurkan bisa mencapai 1.500 Watt. "Cukuplah untuk rice cooker, vacuum cleaner, coffee maker dan hair dryer," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Bantu Bencana Jepang

Ia mencontohkan betapa plug in hibryd electrified vehicle (PHEV) bisa sangat membantu saat Jepang mengalami bencana. "PHEV jadi power supply, membantu komunikasi di pusat evakuasi bahkan menjadi alat transportasi tim medis."

Sebelumnya Mitsubishi Outlander PHEV membantu saat Jepang mengalami gempa bumi di Kumamoto, 2016. "Ada 30 unit yang membatu. Waktu banjir di Jepang Barat, 2018 ada 10 unit dikerahkaan, dan saat badai yang menyebabkan aliran listrik di Chiba padam, 2019, 12 unit Outlander PHEV dikerahkan."

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2W2HjOU
October 23, 2019 at 07:10AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2W2HjOU
via IFTTT

Saturday, October 19, 2019

7 Potret Rumah Gading Marten, Ada Ruangan Khusus Sepatu

Liputan6.com, Jakarta Gading Marten resmi bercerai dengan Gisella Anastasia pada Januari 2019 lalu. Usai berpisah dengan Gisel, Gading memutuskan untuk kembali ke rumahnya yang berada di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sebelumnya, Gading tinggal bersama Gisel dan Gempi di rumah kawasan Rempoa, Tangerang Selatan.

Tinggal di kawasan Lebak Bulus, membuat seleb yang mengawali karier di dunia hiburan pada 2004 sebagai pemain sinetron ini bertetangga dengan Raffi Ahmad dan Nagita slavina. Melalui channel YouTube Rans Entertainment, Raffi dan Nagita mengupas setiap sudut rumah dua lantai milik pria kelahiran 8 Mei 1982 tersebut.

Meski tidak berukuran terlalu besar, rumah Gading Marten terlihat begitu nyaman. Ada banyak ruangan yang menjadi spot favorit ayah dari Gempi, seperti garasi hingga ruangan dalam kamar tidur yang menyimpan 300 pasang sepatu koleksinya. 

Tak hanya sepatu, Gading juga senang mengoleksi mainan dan jersey retro bertanda tangan pemain top dunia. Penasaran kan bagaimana potret isi rumah Gading Marten di Lebak Bulus? Berikut Liputan6.com rangkum dari YouTube Rans Entertainment, penampakan isi rumah Gading Marten, Sabtu (19/10/2019).

2 dari 8 halaman

1. Bagian depan rumah Gading terlihat minimalis. Rumah yang berada di kawasan Lebak Bulus ini memiliki dua lantai.

3 dari 8 halaman

2. Dari pintu masuk langsung mengarah ke ruangan voyage. Ruang ini berisikan koleksi mainan dan action figure superhero.

4 dari 8 halaman

3. Dekat ruangan voyage, terdapat ruang tamu. Ruang tamu Gading diisi beberapa sofa, rak lemari dan televisi.

5 dari 8 halaman

4. Ini dia penampakan ruang tamu pria berusia 37 tahun. Ruangan ini layaknya sebuah kafe yang cozy banget.

6 dari 8 halaman

5. Dekat ruang tamu terdapat ruang kerja Gading. Gading mengungkapkan ruang ini didesain spesial oleh Gisel.

7 dari 8 halaman

6. Naik ke lantai 2, terdapat kamar tidur anak Roy Marten yang tampak rapi.

8 dari 8 halaman

7. Dalam kamar tidur, terdapat ruang khusus untuk menyimpan koleksi sepatu. Gading menyebut ada sekitar 300 pasang sepatu di ruangan tersebut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BDmost
October 20, 2019 at 07:10AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2BDmost
via IFTTT

Friday, October 18, 2019

Bom Rakitan yang Dibuat Abdul Basith Cs Miliki Daya Ledak Hingga 30 Meter

Liputan6.com, Jakarta - Polisi telah menemukan 28 bom rakitan saat melakukan penangkapan Dosen nonaktif Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith. Ia ditangkap di kawasan Tangerang.

Kepala Urusan (Kaur) Peledak Puslabfor Mabes Polri Kompol Heri Yandi mengatakan, 28 bom rakitan itu memiliki daya ledak hingga 30 meter. Bom rakitan itu menggunakan bahan peledak merica, paku, dan deterjen.

"(Bom rakitan) diuji coba diledakkan, kerusakannya cukup kuat, bisa jarak 30 meter," kata Heri di Polda Metro Jaya, Jumat (18/10/2019).

Saat itu, polisi menemukan sejumlah komponen untuk membuat bom rakitan seperti deterjen, serbuk korek api yang telah dihaluskan, dan merica.

Heri menjelaskan, merica yang digunakannya itu dapat menimbulkan efek yang dapat merusak pada mata orang-orang yang berada di sekitar lokasi peledakan.

"Merica sifatnya pedas dengan harapan (saat diledakkan) asapnya bisa melukai mata. Ada juga (barang bukti) paku yang dililit di luar wadah botol, dilakban, dan kalau meledak bisa melukai orang di sekitar kejadian," jelasnya.

Sebelumnya, Abdul Basith yang merupakan Dosen nonaktif Institut Pertanian Bogor (IPB) turut serta dalam aksi unjuk rasa menggunakan peledakan bom molotov. Aksi yang diikuti yakni pada saat aksi mahasiswa pada 24 September 2019.

Abdul Basith awalnya merencanakan aksi peledakan tersebut di rumah salah satu tersangka yakni tersangka SN di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan bersama tersangka SS, SO, AB, dan YD pada 20 September 2019.

"Pada rapat di Ciputat itu sudah terjadi permufakatan untuk membuat suatu kejahatan yaitu mendompleng unjuk rasa tanggal 24 September yaitu untuk membuat chaos (kerusuhan), pembakaran," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat (18/10/2019).

2 dari 3 halaman

Perencanaan

Saat itu, mereka membagi peran untuk meledekan bom molotov tersebut yakni mulai dari perencana, pembuat bom molotov, hingga eksekutor peledakan.

Lalu, memasuki tanggal 23 September 2019, tersangka YD sepakat untuk membuat bom molotov yang rencananya diledakkan pada 24 September 2019. Oleh karena itu, YD melaporkan rencana pembuatan bom molotov itu kepada Abdul Basith.

"Setelah lapor ke AB (Abdul Basith), AB menyampaikan untuk menghubungi EF guna meminta uang sebesar Rp 800.000," ujarnya.

Saat ini, Abdul Basith dan tersangka lainnya yang merencanakan peledakan bom rakitan telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

Mereka dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan atau Pasal 169 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 KUHP Jo pasal 56 KUHP.

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/32FGTQM
October 19, 2019 at 07:10AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/32FGTQM
via IFTTT

Sunday, October 6, 2019

Jangan Sembarang, Begini Tips Merawat Mobil yang Baik dan Benar

Liputan6.com, Jakarta - Bagi pemilik mobil, merawat kendaraan kesayangan adalah hal yang wajib. Hal tersebut, agar roda empat tetap prima dan tidak cepat rusak yang akhirnya merepotkan si empunya, apalagi jika tengah digunakan berpergian dengan jarak yang cukup jauh.

Berikut, tips merawat mobil yang baik dan benar seperti disitat laman resmi Auto2000:

1) Memanaskan Mesin Sebelum Digunakan

Memanaskan mesin bertujuan agar oli dapat mengalir secara optimal sampai ke komponen-komponen terkecil pada jantung penggerak kendaraan. Memanaskan mobil ini, sebaiknya dilakukan sekitar 5 sampai 10 menit, sebelum akhirnya digunakan beraktivitas.

2) Mengganti Oli Mesin Secara Rutin

Oli berfungsi sebagai pelumas pada mesin agar gesekan pada komponen-komponen di dalam mesin menjadi halus dan tidak bertabrakan. Akan tetapi, oli tersebut perlu diganti secara rutin setelah beberapa bulan pemakaian, agar mesin mobil lebih awet dan tahan lama.

Hindari pemakaian oli kelas bawah alias murahan, karena oli jenis ini malah akan memperpendek umur mesin mobil. Lebih baik, gunakan oli mesin yang benar-benar berkualitas dan telah teruji. Meskipun harganya mahal, tapi oli mesin yang berkualitas dipercaya dapat membuat mesin lebih awet dan tahan lama.

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

2 dari 3 halaman

3) Mengganti Komponen Lain

Mobil memiliki banyak komponen, seperti sistem bahan bakar, oli mesin, timing belt, oli roda gigi, minyak rem, dan masih banyak lagi. Komponen ini juga perlu mendapat perhatian khusus, yaitu dengan mengganti setiap komponen secara rutin, misalnya satu kali setahun.

Satu komponen yang mungkin akan sedikit merepotkan, yaitu baterai atau aki. Baterai mobil terbagi atas dua jenis yaitu baterai basah dan kering. Sistem kerja kedua baterai ini sedikit berbeda. Baterai basah lebih teliti dibandingkan baterai kering. Tapi dalam hal perawatan, merawat baterai kering jauh lebih mudah dibandingkan baterai basah.

4) Membersihkan Filter Udara

Merawat filter udara pada AC mobil juga sangat perlu, agar kotoran tidak tertimbun di bagian filter sehingga sirkulasi udara dari ac mobil akan lancar. Selain itu dengan AC yang prima, kabin mobil pun terasa dingin dan sejuk, serta nyaman.

Penggumpalan kotoran pada filter udara dapat merusak komponen lainnya di dalam ac mobil. Selain itu, performa mobil juga lambat laun akan berkurang yang pada akhirnya dapat berdampak langsung ke bagian mesin mobil itu sendiri.

3 dari 3 halaman

5) Mengecat Mobil Bila Sudah Pudar

Mobil yang sudah digunakan selama bertahun-tahun, pasti catnya akan pudar dengan sendirinya. Itulah sebabnya kenapa perlu namanya pengecetan ulang, agar mobil tetap tampil stylish dan elegan walaupun sudah berumur.

Selain mengecat mobil, Anda juga harus rajin membersihkan bagian eksterior mobil terutama bodi mobil agar warna catnya awet dan tahan lama.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/30T2HHc
October 07, 2019 at 07:10AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/30T2HHc
via IFTTT

Sunday, September 29, 2019

Honda CT125 Segera Hadir di Tokyo Motor Show 2019

Liputan6.com, Jakarta Honda CT125 yang bergaya petualang akan segera diperkenalkan di Tokyo Motor Show 2019. Motor berkubikasi 125 cc ini akan resmi muncul bulan depan.

Honda memeng akan merilis sejumlah model baru. Di mobil akan keluar Honda Jazz, sementara untuk sepeda motor diwakili CT125, keduanya tampil premiere untuk dunia pada Oktober 2019 nanti.

New Honda CT125 berbasis Cross Cuv 110 dan 50 yang saat ini beredar di Jepang. Kemungkinan, CT125 memakai mesin yang sama dengan Monkey 125 dan C125.

Tak dipungkiri, tampilan CT125 terlihat eye catching. Knalpotnya unik, berada di atas, posisinya seperti terbalik. Lalu, lampu depannya berbentuk bulat dengan garis pemisah horizontal di tengahnya.

Terlihat Unik

Sesuai dengan jenisnya, CT125 menggunakan ban model offroad. Suspensi depannya telescopic, sedangkan belakangnya sepasang pegas kobalt. Sistem pengeremannya memakai cakram, baik depan dan belakang, yang disertai dengan ABS untuk bagian depan.

Joknya memakai model terpisah. Bagian pembonceng bisa dilepas, sehingga bisa menggantinya dengan rak atau pengangkut barang lainnya.

 Sumber: Otosia.com

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2m8GaHY
September 30, 2019 at 07:10AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2m8GaHY
via IFTTT

Honda CT125 Segera Hadir di Tokyo Motor Show 2019

Liputan6.com, Jakarta Honda CT125 yang bergaya petualang akan segera diperkenalkan di Tokyo Motor Show 2019. Motor berkubikasi 125 cc ini akan resmi muncul bulan depan.

Honda memeng akan merilis sejumlah model baru. Di mobil akan keluar Honda Jazz, sementara untuk sepeda motor diwakili CT125, keduanya tampil premiere untuk dunia pada Oktober 2019 nanti.

New Honda CT125 berbasis Cross Cuv 110 dan 50 yang saat ini beredar di Jepang. Kemungkinan, CT125 memakai mesin yang sama dengan Monkey 125 dan C125.

Tak dipungkiri, tampilan CT125 terlihat eye catching. Knalpotnya unik, berada di atas, posisinya seperti terbalik. Lalu, lampu depannya berbentuk bulat dengan garis pemisah horizontal di tengahnya.

2 dari 3 halaman

Terlihat Unik

Sesuai dengan jenisnya, CT125 menggunakan ban model offroad. Suspensi depannya telescopic, sedangkan belakangnya sepasang pegas kobalt. Sistem pengeremannya memakai cakram, baik depan dan belakang, yang disertai dengan ABS untuk bagian depan.

Joknya memakai model terpisah. Bagian pembonceng bisa dilepas, sehingga bisa menggantinya dengan rak atau pengangkut barang lainnya.

 Sumber: Otosia.com

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2mKl2by
September 30, 2019 at 07:10AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2mKl2by
via IFTTT

Sunday, September 22, 2019

FOTO: West Ham Permalukan Manchester United 2-0

1/6

Gelandang Manchester United, Fred berusaha merebut bola yang dibawa pemain West Ham, Declan Rice selama pertandingan lanjutan Liga Inggris di stadion London (22/9/2019). West Ham menang 2-0 atas Manchester United. (AP Photo/Nigel French)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2IiMYui
September 23, 2019 at 07:10AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2IiMYui
via IFTTT

Monday, July 15, 2019

Renault Triber Dianggap Produk Multi Segmen, Ini Penjelasannya

Liputan6.com, Jakarta - PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) resmi memperkenalkan produk terbarunya, Renault Triber. Lewat model ini Renault mencoba menggangu beberapa segmen gemuk di Indonesia, seperti low multi purpose vehicle (LMVP) dan mobil murah tujuh penumpang.

Bahkan, jenama asal perancis ini mengklaim, model yang masih diimpor langsung dari India ini bisa menyasar empat segmen.

Dijelaskan Davy J. Tuilan, COO MRI dengan spesifikasi dan harga yang kemungkinan besar bakal diumumkan di GIIAS 2019, Renault Triber bisa bersaing di segmen yang gemuk di pasar otomotif dalam negeri.

"Renault Triber bisa diterima di segmen besar, mulai dari LCGC lima seater, LCGC tujuh seater, LMPV, dan juga hatchback," jelas Davy di sela-sela perkenalan Renault Triber, di Bintaro, Tangerang Selatan.

Lanjutnya, pangsa pasar LCGC ini sendiri mencapai 21 persen, LMPV 24 persen, dan hatchback lima persen. Jadi, gabungan ketiga segmen ini hingga 50 persen, dengan rata-rata penjualan kurang lebih 50 ribu unit.

"Kami yakin model ini bisa menarik di empat segmen tersebut, tidak usah muluk-muluk 20 persen, kita ambil lima persen saja sudah 2.500 unit," tegasnya.

Sementara itu, Jika berbicara spesifikasi mesin, Renault Triber ini hanya bermodalkan mesin 1.000 cc tiga silinder. Sedangkan untuk lawan-lawannya, didominasi dengan mesin 1.200 cc empat silinder.

2 dari 2 halaman

Bermodalkan Mesin 1.000cc

Menanggapi hal tersebut, Davy J Tuilan, COO PT Maxindo Renault Indonesia (MRI), penggunaan mesin ini merupakan hasil dari studi. Selain itu, mesin yang digunakan Triber ini juga digunakan Clio, yang sudah terbukti di pasar Eropa.

"Jika bicara jalanan di Eropa dan Indonesia tidak sama, yaitu banyak jalan pegunungan dan berbukit, tidak juga. Eropa juga ada pegunungan Alpen yang jalannya juga pegunungan, dan berbukit-bukit," ungkap Davy.

Pria ramah ini melanjutkan, Renault Triber sendiri sudah diuji sejauh 1 juta kilometer di India. Dan dari hasil pengujian tersebut, tidak ada masalah dengan daya tanjak Renault Triber.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2LVSFkH
July 16, 2019 at 07:10AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2LVSFkH
via IFTTT

Sunday, June 9, 2019

Tiba-Tiba Motor Tak Mau Lari Kencang, Cek 3 Komponen Ini

Liputan6.com, Jakarta Perjalanan jauh seperti mudik dan balik Lebaran membuahkan cerita manis dan pahit. Manis ketika ketika kita kembali berkumpul dengan sanak saudara di kampung halaman. Pahit ketika tiba-tiba motor kesayangan mengalami hal teknis yang menjengkelkan.

Penurunan performa bisa terjadi kapan saja sekalipun kita rutin merawat motor. Tiba-tiba motor bisa kehilangan tenaga alias ngempos. Bisa juga mendadak motor makin boros BBM, mesin terdengar mengelitik, gas buang berbau tajam hingga pedih di mata serta top speed turun drastis.

Jika menemukan perkara di atas, bisa jadi kompresi motor mengalami kebocoran dan diperlukan penanganan ekstra.

Umumnya, ketika kebocoran sudah parah, mesin motor akan tiba-tiba mati saat dikendarai lalu sulit dihidupkan kembali. Kalau dibiarkan dan motor dipaksa jalan, kemungkinan lainnya, motor harus turun mesin karena tidak jarang merembet ke komponen lain.

Nah, agar lebih jelas lagi, pelajari dulu yuk apa sih kebocoran kompresi itu.

Ada banyak hal yang menyebabkan kompresi motor bocor. Selain faktor usia kendaraan, seperti motor yang sudah berumur 5 tahun ke atas, terdapat dugaan lainnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XGxHJO
June 10, 2019 at 07:10AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2XGxHJO
via IFTTT

Saturday, June 1, 2019

Ingat, Ini Tarif Tol Trans Jawa dan Sumatra

Liputan6.com, Jakarta Menjadi alternatif bagi pemilik kendaraan roda empat yang ingin mudik melalui jalur darat, Tol Trans Jawa banyak dipilih karena memiliki jarak tempuh lebih singkat dari ibu kota Jakarta ke kota-kota di wilayah Jawa.

Sebagai contoh, berkat Tol Trans Jawa pengendara dari Jakarta ke Semarang hanya membutuhkan waktu 5 jam. Tak hanya itu, Perjalanan dari Jakarta ke Surabaya juga terpangkas menjadi 10 jam saja.

Selain itu, ada total 95 unit rest area di jalan tol Trans Jawa yang tersebar di setiap titik pemberhentian dari Merak hingga Surabaya. Terbagi menjadi 46 rest area Tipe A, 23 rest area Tipe B, dan 26 rest area Tipe C.

Untuk rest area di tol Trans Sumatera yakni di ruas Bakauheni - Terbanggi Besar terdapat 4 rest area sementara, serta ruas Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung terdapat 5 rest area sementara, dan  ruas Tol Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi terdapat 11 rest area sementara.

Pertanyaannya, berapa tarif yang diperlukan? Berikut ulasan tarif Tol Trans Jawa dari Merak, Palimanan, Batang, hingga Pasuruan seperti dilansir data BPJT.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EN3P78
June 02, 2019 at 07:10AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2EN3P78
via IFTTT