Pages

Showing posts with label September 30. Show all posts
Showing posts with label September 30. Show all posts

Sunday, September 29, 2019

Kabupaten Lanny Jaya Papua, Tempat Paling Aman Bagi Pengungsi

Liputan6.com, Jakarta - Kabupaten Lanny Jaya, Papua yang bersebelahan dengan Kabupaten Jaya Wijaya menjadi tempat yang aman dan bersedia menampung para pengungsi korban kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Hal ini dikatakan Direktur RSUD Tiom, dr Nataniel Imanuel Hadi.

"Kalau kabupaten lain ada kekacauan tapi Lanny Jaya tetap aman, pengungsi pun bisa datang ke Lanny Jaya," ujar Direktur RSUD Tiom seperti dikutip dari Antara, Senin (30/9/2019).

Bahkan, kata Nataniel, Asisten I Sekda Kabupaten Lanny Jaya, Leteran Yigibalom mengatakan bahwa seluruh masyarakat mulai dari Distrik Deam sampai Distrik Kuyawage sudah bersepakat untuk menjadikan Kabupaten Lanny Jaya, Papua sebagai kabupaten yang damai.

Nataniel mengatakan, Asisten I Sekda Lanny Jaya menegaskan hal itu ketika bersama rombongan mengelilingi Kota Tiom, ibu kota Lanny Jaya pada Kamis (26/9/2019) untuk menyampaikan kepada warga agar menjaga keamanan.

Kesepakatan kedamaian itu menyusul demonstrasi anarkis yang berujung kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, kabupaten tetangga Lanny Jaya, pada Senin (23/9/2019).

Ia mengatakan, warga dari dua distrik itu juga sepakat bahwa Lanny Jaya menjadi rumah bagi semua. "Siapapun yang datang ke Lanny Jaya silahkan saja," katanya.

2 dari 3 halaman

Imbauan Jaga Keamanan

Dia menjelaskan Asisten I Sekda Lanny Jaya, Leteren Yigibalom bersama beberapa kepala-kepala bidang berkeliling Kota Tiom lebih khusus kepada warga yang berjualan di pasar, pasar mama, tukang ojek dan lainnya untuk memberikan imbauan agar menjaga keamanan.

"Kami memberikan imbauan kepada masyarakat agar sama-sama menjaga keamanan di kota Tiom, ibu kota Kabupaten Lanny Jaya," ujarnya.

Ia menambahkan, warga menyambut baik imbauan itu agar warga di kios-kios tetap berjualan seperti biasa, tidak perlu mengungsi karena warga di Lanny Jaya bisa menjaga keamanan dan kedamaian serta ketentraman bersama.

Aksi unjuk rasa yang diwarnai kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (23/9/2019), merenggut puluhan nyawa, ratusan bangunan milik pemerintah, swasta dan warga rusak dan dibakar oleh massa pendemo.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2mUVnNg
September 30, 2019 at 07:27AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2mUVnNg
via IFTTT

Timnas Indonesia U-22 Panggil 30 Pemain untuk TC, Termasuk Egy Maulana Vikri

Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri memanggil 30 pemain untuk pemusatan latihan (training centre) di Kota Bogor, Jawa Barat, 1-6 Oktober 2019. Dari daftar tersebut, terselip nama Egy Maulana Vikri, gelandang Lechia Gdansk di Liga Polandia.

TC diadakan sebagai persiapan Timnas Indonesia U-22 mengikuti turnamen CFA Team China Chongqing Three Gorges Bank Cup International Football 2019. Bersama tuan rumah China, Arab Saudi, dan Yordania, kejuaraan tersebut bakal berlangsung pada 9-11 Oktober.

CFA Team China Chongqing Three Gorges Bank Cup International Football 2019. Turnamen ini berlangsung pada 9-11 Oktober, serta diikuti tuan rumah China, Arab Saudi dan Yordania.

Laman PSSI menuliskan Indra Sjafri akan membawa 22 hingga 24 pemain ke China pada 7 Oktober. Turnamen itu sekaligus pemanasan bagi Timnas Indonesia U-22 sebelum terjun di SEA Games 2019.

Timnas Indonesia U-22 akan bertemu Arab Saudi pada partai pertama CFA Team China Chong Qing Three Gorges Bank Cup International Football 2019, 9 Oktober 2019. Berselang dua hari, pasukan berjulukan Garuda Muda ini bakal berhadapan dengan China dan Yordania, 13 Oktober mendatang. Seluruh pertandingan bakal berlangsung di Stadion Wanzhou Pailou Sports.

Sebelumnya, Indra Sjafri telah menetapkan 40 pemain untuk didaftarkan entry by name ke SEA Games 2019 yang akan bergulir di Filipina pada November 2019. Sesuai regulasi, hanya 20 nama yang dapat bermain pada perhelatan multicabang tersebut.

30 Pemain Timnas Indonesia U-22

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, mengamati pemainnya saat latihan. (Bola.com/Yoppy Renato)
Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, mengamati pemainnya saat latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Selasa (29/1). Latihan ini merupakan persiapan jelang Piala AFF U-22. (Bola.com/Yoppy Renato)

1. Andy Setyo

2. Asnawi Mangkualam

3. Bagas Adi Nugroho

4. David Rumakiek

5. Alex van Djin

6. Egy Maulana Vikri

7. Feby Eka

8. Firza Andika

9. Fredyan Wahyu

10. Gian Zola Nasrulloh

11. Kadek Agung

12. Irkham Zahrul

13. Mohammad Sidik

14. Muhammad Riyandi

15. Muhammad Luthfi

16. Muhammad Rafli

17. Muhammad Rifad

18. Nadeo Arga

19. Natanael Siringo

20. Nurhidayat

21. Osvaldo Haay

22. Rachmat Irianto

23. Samuel Christianson

24. Sani Rizki

25. Rendy Oscario

26. Septian Satria

27. Syahrian Abimanyu

28. Tegar Infantrie

29. Todd Rivaldo Ferre

30. Witan Sulaeman

Disadur dari Bola.com (Penulis Muhammad Adiyaksa / Editor Yus Mei Sawitri, Published 29/09/2019)

Lanjutkan Membaca ↓

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2mT7eeA
September 30, 2019 at 07:15AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2mT7eeA
via IFTTT

Honda CT125 Segera Hadir di Tokyo Motor Show 2019

Liputan6.com, Jakarta Honda CT125 yang bergaya petualang akan segera diperkenalkan di Tokyo Motor Show 2019. Motor berkubikasi 125 cc ini akan resmi muncul bulan depan.

Honda memeng akan merilis sejumlah model baru. Di mobil akan keluar Honda Jazz, sementara untuk sepeda motor diwakili CT125, keduanya tampil premiere untuk dunia pada Oktober 2019 nanti.

New Honda CT125 berbasis Cross Cuv 110 dan 50 yang saat ini beredar di Jepang. Kemungkinan, CT125 memakai mesin yang sama dengan Monkey 125 dan C125.

Tak dipungkiri, tampilan CT125 terlihat eye catching. Knalpotnya unik, berada di atas, posisinya seperti terbalik. Lalu, lampu depannya berbentuk bulat dengan garis pemisah horizontal di tengahnya.

Terlihat Unik

Sesuai dengan jenisnya, CT125 menggunakan ban model offroad. Suspensi depannya telescopic, sedangkan belakangnya sepasang pegas kobalt. Sistem pengeremannya memakai cakram, baik depan dan belakang, yang disertai dengan ABS untuk bagian depan.

Joknya memakai model terpisah. Bagian pembonceng bisa dilepas, sehingga bisa menggantinya dengan rak atau pengangkut barang lainnya.

 Sumber: Otosia.com

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2m8GaHY
September 30, 2019 at 07:10AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2m8GaHY
via IFTTT

Honda CT125 Segera Hadir di Tokyo Motor Show 2019

Liputan6.com, Jakarta Honda CT125 yang bergaya petualang akan segera diperkenalkan di Tokyo Motor Show 2019. Motor berkubikasi 125 cc ini akan resmi muncul bulan depan.

Honda memeng akan merilis sejumlah model baru. Di mobil akan keluar Honda Jazz, sementara untuk sepeda motor diwakili CT125, keduanya tampil premiere untuk dunia pada Oktober 2019 nanti.

New Honda CT125 berbasis Cross Cuv 110 dan 50 yang saat ini beredar di Jepang. Kemungkinan, CT125 memakai mesin yang sama dengan Monkey 125 dan C125.

Tak dipungkiri, tampilan CT125 terlihat eye catching. Knalpotnya unik, berada di atas, posisinya seperti terbalik. Lalu, lampu depannya berbentuk bulat dengan garis pemisah horizontal di tengahnya.

2 dari 3 halaman

Terlihat Unik

Sesuai dengan jenisnya, CT125 menggunakan ban model offroad. Suspensi depannya telescopic, sedangkan belakangnya sepasang pegas kobalt. Sistem pengeremannya memakai cakram, baik depan dan belakang, yang disertai dengan ABS untuk bagian depan.

Joknya memakai model terpisah. Bagian pembonceng bisa dilepas, sehingga bisa menggantinya dengan rak atau pengangkut barang lainnya.

 Sumber: Otosia.com

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2mKl2by
September 30, 2019 at 07:10AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2mKl2by
via IFTTT

Misteri Dewan Jenderal Sebelum Pecahnya Tragedi G30S/PKI

Liputan6.com, Jakarta - Dengan sepeda tua, Salim Said tiba di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Jumat pagi, 1 Oktober 1965. Belum turun dari ontelnya, ada teman yang berdiri di halaman depan fakultas berteriak kepadanya.

"Lim, Papinya Rully diculik katanya agen CIA," seru rekannya itu kepada Salim, seperti ditulis dalam bukunya, Gestapu 65 PKI, Aidit, Sukarno, dan Soeharto.

Yani diculik dan dituduh agen CIA segera mengingatkan dirinya pada beberapa waktu sebelumnya tentang Dewan Jenderal, yang menurut PKI akan mengkudeta Sukarno atas bantuan CIA.

Rully sendiri merupakan putri Letnan Jenderal TNI Ahmad Yani, Panglima Angkatan Darat kala itu. Dia mahasiswi setahun di belakang Salim Said.

Mendengar kabar penculikan Jenderal Yani, Salim yang kala itu berusia 24 tahun langsung mengayuhkan sepedanya ke rumah Brigjen TNI Sugandi di Jalan Diponegoro 54. Jenderal yang lama mendampingi Sukarno sebagai ajudannya ini adalah Direktur Penerangan Staf Angkatan Bersenjata. Dia juga menjadi pimpinan kantor media, Angkatan Bersenjata, tempat dirinya bekerja sebagai reporter pemula.

Tak lama ia tiba di kediaman Sugandhi, tuan rumah itu muncul. Sugandhi baru saja pulang dari rumah beberapa Jenderal yang jadi korban pembantaian gerakan 30 September 1965.

"Pagi itu dia bercerita mengenai darah yang masih berceceran di rumah-rumah para koleganya yang dibantai menjelang subuh," tutur Salim Said yang juga guru besar ilmu politik Universitas Pertahanan ini.

Malam 30 September itu menjadi momen durjana bagi para Jenderal yang bertugas di Staf Umum Angkatan Darat (SUAD). Tengah malam, mereka diculik oleh pasukan yang dipimpin oleh Letkol Untung Syamsuri, dan berakhir dengan pembantaian sadis.

Patung-patung di Museum Lubang Buaya yang menggambarkan suasana penyiksaan PKI terhadap para Jenderal, Jakarta, Selasa (30/9/2014) (Liputan6.com/Johan Tallo)

Para jenderal itu menjadi sasaran pasukan Tjakrabirawa lantaran dinilai dapat menentukan arah perkembangan Angkatan Darat. Oleh Untung, mereka dianggap tidak loyal kepada Bung Karno.

Para jenderal yang diculik pada malam Jumat kelabu itu adalah Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi), Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi), Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan).

Kemudian Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen), Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik), Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat).

Sementara Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama, selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Namun putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan dia, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.

Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Jasad mereka ditemukan pada 3 Oktober 1965.

Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban dalam operasi ini. Mereka adalah Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr.J. Leimena), Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta), Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta).

2 dari 3 halaman

Teka Teki Dewan Jenderal

Jelang tragedi berdarah Gerakan 30 September (G30S/PKI), banyak desas-desus soal adanya Dewan Jenderal. Dewan ini berisikan anggota dari sejumlah jenderal Angkatan Darat yang dikatakan sedang merancang untuk menggulingkan pemerintahan yang kala itu dipimpin Sukarno. Momentum terdekatnya adalah peringatan Hari ABRI 5 Oktober 1965.

Dokumen CIA juga pernah melacak kebenaran Dewan Jenderal ini. Namun lebih banyak sumber mengatakan itu masih dalam bentuk wacana.

Dikatakan isu ini muncul saat CIA mendekati Jenderal Ahmad Yani yang ketika itu tengah tugas belajar di Amerika. Pendekatan tersebut dilakukan untuk membentuk Dewan Jenderal terkait upaya kudeta terhadap Sukarno.

Ahmad Yani pernah mengutarakan ide CIA ini kepada para sohibnya di Angkatan Darat. Namun ide itu tidak mendapatkan respons dari mereka lantaran menimbulkan pro dan kontra.

Di sisi lain, Presiden Sukarno juga disebutkan kewalahan menghadapi Angkatan Darat. Nasakom yang digaungkan Sukarno kala itu tidak mendapatkan simpati di hati tentara Aangkatan Darat. Selain itu, instruksi konfrontasi dengan Malaysia juga tidak dijalankan sepenuh hati sehingga menimbulkan anggapan tak loyal kepada Bung Karno. TNI AD bahkan lebih memilih sibuk mengatur barisan anti-Komunis.

"Kondisi ini mendorong Sukarno untuk tidak punya pilihan lain, kecuali mengganti Panglima Angkatan Darat, Letjen Ahmad Yani," kata Salim Said dalam bukunya Gestapu 65 PKI, Aidit, Sukarno, dan Soeharto terbitan Mizan, 2014.

Dengan begitu, Jenderal yang akan didapuk selanjutnya pengganti Yani akan sesuai dengan sosok pilihan Sukarno. Orang ini akan memberikan angin segar bagi kondisi politik kala itu.

"Pasca Yani akan lebih mudah diatur oleh Sukarno. Dengan cara itu diharapkan Angkatan Darat akan mendukung gagasan Nasakom dan lebih bersahabat kepada PKI seperti sikap angkatan udara di bawah Omar Dhani," ucap Salim Said.

PKI yang hubungannya terbilang mesra dengan Sukarno, juga menyimpan perseteruan hebat dengan Angkatan Darat. Gesekan keduanya semakin meruncing, seiring usulan PKI untuk membentuk angkatan ke-5 dengan mempersenjatai buruh dan tani ditolak TNI AD. Banyaknya aksi anti-Komunis yang digelar menambah panasnya situasi politik.

"PKI juga ikut melancarkan kampanye terhadap kelompok yang dituduh tidak loyal kepada Sukarno. Harian Rakyat, koran resmi PKI edisi 4 September bahkan secara terang-terangan menuduh para Perwira Angkatan Darat melancarkan taktik maling teriak maling dengan menyebut PKI yang sedang merencanakan sebuah kudeta," ujar Salim Said .

Bahkan, Arin Kusumaningrum dalam bukunya Gerakan Makar 30S/PKI menulis, bahwa isu Dewan Jenderal yang akan mengkudeta Sukarno diembuskan dari PKI. 

"PKI menyebarkan isu yang bersumber dari dalam institusi TNI AD itu sendiri, yaitu isu dewan jenderal," tulis Arin.

Menurut dia, TNI yang sejak berada di bawah komando langsung Sukarno telah diberi predikat sebagai aparatur revolusi dan saka guru revolusi.

Untuk menangkal isu Dewan Jenderal yang akan kudeta Sukarno, dikisahkan bahwa mantan ajudan Sukarno, Mayor Sugandhi sempat menemui Presiden pada Kamis pagi, 30 September 1965. Dalam perjumpaan itu, dia membantah kabar burung adanya Dewan Jenderal yang merencanakan perebutan kekuasaan. Sugandhi juga meyakinkan Sukarno bahwa Jenderal Ahmad Yani sangat loyal kepadanya.

Namun ucapan itu dibalas dengan bentakan Sukarno. Sambil marah, Sukarno mengatakan,"Gandhi, kau tahu apa, kau itu sudah dicekoki Nasution." Gandhi pun diusir oleh mantan bosnya itu.

"Dia menceritakannya kepada saya dengan nada sedih," tulis Salim Said dalam bukunya itu.

Sukarno yang mendengar isu Dewan Jenderal ini lantas berniat untuk menghadirkan para jenderal ke Istana. Ada sejumlah jenderal yang memang terkenal dekat dengan Sukarno secara pribadi. Para jenderal ini yang memiliki posisi kerja di sekitar Istana Presiden.

Sehingga, dikatakan pada waktu itu Presiden Sukarno meminta beberapa jenderal itu untuk menindaklanjuti apa yang disebut Dewan Jenderal. Orang-orang itu adalah Oemar Dani dan DN Aidit serta beberapa lainnya.

Namun, Presiden Soekarno tidak pernah mengutus siapa pun untuk memulai misi ini. Hanya presiden pernah berkeinginan untuk mengonfirmasi tentang isu tersebut. Misi itu disebutkan murni idenya DN Aidit yang disampaikan kepada Presiden Sukarno dan lantas disetujuinya. Laksamana Omar Dani pun diminta turut membantu gerakan.

Seiring suhu politik di Indonesia yang memanas, ditambah kesehatan Soekarno tiba-tiba menurun, PKI mulai khawatir Angkatan Darat bakal mengambil alih kekuasaan jika presiden wafat atau tidak mampu bertugas. Mereka menggelar operasi untuk melenyapkan lawannya pada 30 September bersama pasukan pro-PKI di bawah pimpinan Letnan Kolonel Untung.

Akhirnya teka-teki tentang ada tidaknya Dewan Jenderal masih misteri. Isu itu tidak diketahui secara jelas hingga saat meletusnya G30S/PKI yang menewaskan 7 Jenderal Pahlawan Revolusi itu.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2nNaOqF
September 30, 2019 at 07:03AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2nNaOqF
via IFTTT

Top 3 Surabaya: 5 Tempat Terkenal di Kota Pahlawan Wilayah Timur

Liputan6.com, Jakarta -  Kota Surabaya, Jawa Timur terbagi atas kawasan Surabaya wilayah Pusat, Barat, Timur, Utara, dan Selatan. Masing-masing daerah tersebut memiliki berbagai tempat yang dapat menjadi pilihan untuk disambangi.

Oleh karena itu, tak salah jika ada sebutan Surabaya sebagai kota wisata, karena memang pembagian area di sana terdiri atas aneka lokasi untuk liburan, atau sekadar untuk berwisata kuliner.

Untuk wilayah Surabaya Timur, kedapatan sejumlah kampus negeri dan swasta yang tersohor di Surabaya. Sebut saja Universitas Airlangga yang ada di Kecamatan Gubeng. Adapun Surabaya Timur terbagi atas Kecamatan Gubeng, Gunung Anyar, Sukolilo, Tambaksari, Mulyorejo, Rungkut, dan Tenggilis Mejoyo.

Artikel lima tempat terkenal di Surabaya menyita perhatian di Surabaya. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Surabaya? Berikut tiga artikel yang dirangkum pada Senin (30/9/2019):

1.5 Tempat Terkenal di Surabaya Timur

 Kota Surabaya, Jawa Timur terbagi atas kawasan Surabaya wilayah Pusat, Barat, Timur, Utara, dan Selatan. Masing-masing daerah tersebut memiliki berbagai tempat yang dapat menjadi pilihan untuk disambangi.

Oleh karena itu, tak salah jika ada sebutan Surabaya sebagai kota wisata, karena memang pembagian area di sana terdiri atas aneka lokasi untuk liburan, atau sekadar untuk berwisata kuliner.

Untuk wilayah Surabaya Timur, kedapatan sejumlah kampus negeri dan swasta yang tersohor di Surabaya. Sebut saja Universitas Airlangga yang ada di Kecamatan Gubeng. Adapun Surabaya Timur terbagi atas Kecamatan Gubeng, Gunung Anyar, Sukolilo, Tambaksari, Mulyorejo, Rungkut, dan Tenggilis Mejoyo.

Berita selengkapnya baca di sini

2. 6 Kuliner Khas Kediri, Unik dan Penuh Cita Rasa Istimewa

Mengunjungi suatu daerah tak lengkap jika tak mencicipi kuliner khasnya. Istilah ini juga berlaku saat Anda bertandang ke Kediri, Jawa Timur. Wilayah Kediri terbagi dalam wilayah kabupaten dan kota. Keduanya juga menawarkan destinasi menarik untuk dikunjungi.

Salah satu destinasi yang sedang hits saat ini adalah Kampung Pare yang dikenal sebagai kampung yang menawarkan kursus bahasa Inggris. Tak cuma itu, Kediri juga menawarkan sejumlah tempat rekreasi menarik mulai dari alam, sejarah, hingga religi. Namun, tak lengkap jika Anda tidak turut mencicipi makanan khas Kediri.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Kondisi Lumpur di Kutisari Surabaya Sudah Mencair

etugas jaga PT Classic Prima Karpet mulai Sabtu 28 September kemarin, pukul 15.00 WIB hingga Minggu pagi 29 September 2019, pukul 07.00 WIB, kembali mengevakuasi 16 drum lumpur dari dalam rumah yang dihuni oleh pasangan Lisawati dan Setiawan di Jalan Kutisari Indah Utara III/19 Surabaya, Jawa Timur.

"Update sumber lumpur minyak di Kutisari sampai pukul 07.00 WIB, dari petugas jaga kami terkumpul 16 drum besar, masih di TKP," tutur HRD PT Classic Prima Karpet, Waskito kepada Liputan6.com, Minggu, 29 September 2019.

Berita selengkapnya baca di sini

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2oskS99
September 30, 2019 at 07:02AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2oskS99
via IFTTT

5 Inspirasi Desain Ruang Makan yang Menyatu dengan Dapur

Liputan6.com, Jakarta - Demi menghemat ruang, menggabungkan dua fungsi ruangan sering menjadi solusi hunian sempit. Salah satunya adalah menggabungkan ruang makan dengan dapur.

Trik yang sering digunakan ini justru membawa keuntungan. Jika dapur terlalu sempit untuk menyiapkan bahan masakan, Anda bisa menggunakan meja makan sebagai gantinya. Selain itu, memindahkan masakan yang masih dalam keadaan panas pun tidak terlalu jauh.

Ruang makan yang digabung dengan dapur harus memiliki desain yang apik. Bingung desain seperti apa yang bisa diaplikasikan? Dekoruma merangkum lima inspirasi desain interiornya berikut ini.

Desain untuk Kamar Studio

Jika hunian Anda adalah apartemen dengan satu kamar tidur, model dapur seperti ini bisa digunakan. Area meja makan yang seperti bar bisa digunakan sebagai sekat yang memisahkan dapur dengan ruang lainnya.

Warna abu-abu yang digunakan disebar pada kabinet dan counter top dapur. Tak lupa, ada rak terbuka di atas kulkas sebagai tempat dekorasi.

Bergaya Industrial

Anda ingin suasana ruang makan dan dapur bergaya ala pabrik tahun 90an? Cobalah desain interior industrial seperti di atas.

Fokus utamanya adalah pada besi-besi hitam pada rak gantung dan keramik bata putih pada area backsplash. Elemen kayu yang masih sedikit terlihat guratannya pun jadi daya tarik sendiri.

Rak gantung di area dapur akan memudahkan Anda mencari bahan makanan. Selain itu, rak gantung juga bisa jadi tempat menaruh dekorasi di area meja makan.

2 dari 3 halaman

Sentuhan Biru Pastel

Sebuah desain ruangan tidak harus bermain dengan warna netral. Sesekali, Anda perlu sedikit memberanikan diri dengan menggunakan warna yang lebih ceria.

Pada desain di atas, warna utama yang digunakan adalah warna biru pastel yang diaplikasikan pada kabinet dapur dan meja makan. Sebagai penyeimbang, warna-warna netral seperti coklat dan putih dihadirkan. Perpaduan warnanya pun menghasilkan suasana yang menenangkan.

Serba Putih tapi Tak Monoton

Warna putih selalu jadi warna favorit. Sifatnya yang memberikan kesan bersih membuat ruangan apapun jadi lebih mewah.Buktinya ada pada ruang makan dan dapur ini. Ditambah dengan cahaya matahari yang masuk lewat jendela, area ini menjadi makin elegan dan nyaman digunakan sebagai tempat kumpul keluarga.

Supaya tidak terlalu membosankan, Anda bisa menambahkan warna-warna lain seperti warna biru pada kursi makan dan bantal dekorasi. Kesan alami bisa makin terasa juga lewat kehadiran kayu cokelat muda pada area kabinet, parket, dan kursi panjang.

Desain Huruf L

Model ruang makan dengan dapur yang seperti ini akan menciptakan kesatuan yang lebih terasa. Sebab, area counter top terhubung langsung dengan meja makan seperti huruf L.

Area sudut yang menjadi transisi counter top dengan meja makan bisa digunakan sebagai tempat menyiapkan masakan. Suasana alami tidak melulu lewat tanaman, tapi bisa melalui dominasi kayu sebagai material utama.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2mKMwxI
September 30, 2019 at 07:01AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2mKMwxI
via IFTTT