Pages

Showing posts with label September 24. Show all posts
Showing posts with label September 24. Show all posts

Monday, September 23, 2019

Jadwal Wakil Indonesia di Korea Open 2019

Liputan6.com, Jakarta - Pebulutangkis terbaik Tanah Air mengikuti Korea Open 2019 pada pekan ini. Selain prestasi, atlet juga memburu poin menuju Olimpiade 2020.

Untuk turnamen kelas Super 500 dengan total hadiah 400 ribu dolar AS itu, Indonesia mengirim 16 wakil.

Jumlah berkurang karena unggulan dua ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan memutuskan mundur dari Korea Open 2019. Mereka memutuskan pulang seusai mengikuti China Open 2019 akibat cedera Mohammad Ahsan.

"Kami batal ikut. Lebih baik Ahsan ke dokter dulu, recovery, dan fokus persiapan ke turnamen selanjutnya," ungkap Hendra Setiawan dilansir Badminton Indonesia.

Korea Open 2019 berlangsung di Incheon Airport Skydome pada 24-29 September. Indonesia memiliki enam unggulan.

Rinciannya adalah Jonatan Christie (tunggal putra), Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Kevin Sanjaya/Marcus Gideon (ganda putra), Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri), dan Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran).

Fitriani (tunggal putri) dan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow (ganda campuran) mendapat nasib sial karena langsung bertemu unggulan pertama Korea Open 2019. Sementara tiga wakil harus berjuang melalui kualifikasi.

2 dari 3 halaman

Jadwal Tunggal

Tunggal Putra

4-Jonatan Christie vs Hans-Kristian Vittinghus (Denmark)

8-Anthony Sinisuka Ginting vs Kantaphon Wangcharoen (Thailand)

Tommy Sugiarto vs Lee Zii Jia (Malaysia)

Kualifikasi: Shesar Hiren Rhustavito vs Suppanyu Avihingsanon (Thailand)

Tunggal Putri

Fitriani vs 1-Akane Yamaguchi (Jepang)

Gregoria Mariska Tunjung vs Soniia Cheah Su Ya (Malaysia)

Kualifikasi: Lyanny Alessandra Mainaky vs Sim Yu-Jin (Korea Selatan)

3 dari 3 halaman

Jadwal Ganda

Ganda Putra

1-Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia)

7-Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Q3

Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso vs Q2

Ganda Putri

5-Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Hu Ling-fang/Hsu Ya-ching (Chinese Taipei)

Kualifikasi: Dhea Bunga Anjani/Fuyu Iwasaki vs Chang Ching Hui/Yang Ching Tun (Chinese Taipei)

Ganda Campuran

7-Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti vs Marcus Ellis/Lauren Smith (Inggris)

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja vs Q2

Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow vs 1-Zheng Siwei/Huang Yaqiong (Tiongkok)

Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari vs Ko Sung-hyun/Eom Hye-won (Korsel)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2mcnzuo
September 24, 2019 at 07:15AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2mcnzuo
via IFTTT

Hyundai Kembangkan Mobil yang Bisa Berjalan Seperti Hewan Berkaki Empat

Liputan6.com, Jakarta - Inovasi teknologi di dunia otomotif memang tidak ada habisnya. Berbagai macam fitur dan kemampuan baru terus dikembangkan untuk menjadi solusi atas permasalahan yang ada.

Salah satu pabrikan otomotif yang turut bereksperimen adalah Hyundai. Perusahaan asal Korea tersebut sedang mengembangkan mobil yang bisa berjalan seperti hewan berkaki empat.

Diberi nama Elevate, kendaraan yang memiliki kaki ini nantinya dapat digunakan dalam kondisi darurat untuk mencapai lokasi dengan medan yang sulit.

Kaki-kaki yang sedang tidak digunakan dapat dimasukan dan kembali berfungsi seperti mobil pada umumnya.

Untuk saat ini Hyundai belum menciptakan prototipe dalam ukuran yang sebenarnya. Prototipe yang sudah diciptakan masih dalam ukuran yang kecil sebagai percobaan.

2 dari 2 halaman

Proyeknya Cradle

Elevate merupakan salah satu proyek dari Center for Robotic Augmented in Living Experiences atau yang disingkat Cradle.

Cradle sendiri merupakan organisasi di bawah Hyundai yang berfokus pada pengembangan solusi inovatif atas permasalahan mobilitas.

Saat ini, kantor Cradle sudah tersebar di beberapa wilayah seperti Seoul, Berlin, Tel Aviv, dan yang paling baru adalah Beijing.

Penulis: Khema Aryaputra

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2l07DLD
September 24, 2019 at 07:12AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2l07DLD
via IFTTT

DPR dan Pemerintah Sepakati RUU PSDN, Warga Sipil Bisa Ikut Pelatihan Militer

Liputan6.com, Jakarta - DPR dan pemerintah telah menyepakati Rancangan Undang-undang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN). Setelah disahkan, masyarakat sipil bisa ikut bela negara sebagai komponen cadangan.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan masyarakat sipil bisa ikut dalam sistem pertahanan negara dengan program bela negara. Namun, dia menegaskan tidak ada pendidikan wajib militer.

"Bukan, tidak ada pendidikan wajib militer," ujar Ryamizard di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/9/2019).

Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, bela negara ini hanya bagi masyarakat sipil yang mau terlibat dalam sistem pertahanan sebagai komponen cadangan. Mereka akan dilatih secara militer dengan sukarela. Tidak ada paksaan.

"Komponen Cadangan ini dilatih militer tapi sukarela. Mau daftar ya boleh, nggak ya nggak apa-apa," ujarnya saat dihubungi, Senin (23/9/2019).

2 dari 3 halaman

Militer Saja Tidak Cukup

Bela negara itu, kata Abdul, dimaksudkan untuk mempertahankan kedaulatan negara. Politikus PKS itu menyebut tidak cukup pertahanan ditangani militer saja. Warga negara, dia katakan, berhak untuk ikut bela negara dengan adanya UU PSDN.

Masyarakat yang ikut dalam bela negara ini bakal bergabung bersama pasukan militer saat negara membutuhkan sebagai pasukan sipil terlatih.

"Pada saat negara membutuhkan maka dia yang akan bersama tentara, pegang senjata, dan sebagainya. Yang tidak terlatih tidak boleh," kata Abdul.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2mHHode
September 24, 2019 at 07:08AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2mHHode
via IFTTT

6 Destinasi Ciamik untuk Mengamati Burung-Burung Cantik di Alam Bebas

Liputan6.com, Jakarta - Destinasi alam di Indonesia sangat kaya variasinya. Salah satu jenis wisata yang belakangan berkembang adalah trip mengamati burung alias bird watching

Sensasi berburu keindahan burung-burung di alam bebas adalah yang dicari. Perlu perjuangan mengingat lokasinya jauh dari hingar-bingar perkotaan.

Karena berhubungan dengan alam, Anda tak bisa dijamin bisa menemukan burung yang dicari. Namun bila benar bertemu, perjuangan Anda bernilai sepadan. Itulah seninya mengamati burung di alam bebas. 

Banyak alternatif lokasi untuk menikmati petualangan ini. Anda bisa menyesuaikan dengan bujet yang dimiliki. Liputan6.com merangkum enam destinasi untuk trip memantau burung dari beragam tempat. Simak detailnya berikut ini. 

1. Taman Saporkren

Nama Sarporkren diambil dari nama Kampung Sarporkren di Wageo Barat, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Taman pantau ini sudah berdiri sejak 2015 dan kegiatan utamanya adalah ekowisata pengamatan burung Cendrawasih Botak (Cicinnurus republica) dan Cendrawasih Merah (Paradisaea rubra).

Tiket masuk ke dalam wisata ini cukup Rp250 ribu dan sudah bisa mengamati dua burung Cendrawasih sekaligus pemandu wisata lokal. Jarak lokasi satu dengan yang lainnya membutuhkan waktu 30 menit jalan kaki, sedangkan dari kampung ke taman pemantauan butuh waktu sekitar 35 menit jalan kaki.

Waktu terbaik mengamati burung yaitu pada pukul 07.00 WIT dan pukul 15.30 WIT. Bagi wisatawan luar daerah, ada banyak homestay di sekitar lokasi wisata. Anda bisa menginap di sana agar tidak kehilangan momen untuk melihat cendrawasih di pagi hari.

2 dari 7 halaman

2. Taman Nasional Lore Lindu

Taman nasional ini berada di Kabuaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah tepatnya sekitar 60 kilometer selatan kota Palu. Taman ini memang banyak dikunjungi para pengamat burung lokal hingga mancanegara.

Tiket masuk ke dalam taman ini cukup terjangkau yaitu Rp150 ribu per kepala. Saat ini jenis burung yang ada di Lore Lindu ini yatiu ada burung Rangkok atau Julang Sulawesi dan Gagak Sulawesi atau 'Piping Crow'. Ada banyak jenis burung lainnya, tapi masih dalam pengamatan.

Jika datang kemari, Anda bukan hanya bisa bertemu burung saja melainkan ada berbagai flora dan fauna endemik Sulawesi yang tersimpan di dalam hutan itu. Selain itu, panoramanya juga tak kalah menarik karena wilayah Lore Lindu ini terletak di garis Wallace yang merupakan peralihan antara zona Asia dan AUstralia.

3 dari 7 halaman

3. Taman Nasional Gunung Merapi

Sebelum dikenal sebagai taman pengamatan burung, Taman Nasional Gunung Merapi ini sudah dikenal dengan rumah hewan-hewan liar di hutan Merapi. Nah, sejak penelitian yang dilakukan pada tahun 2016, mereka menemukan adanya Elang Jawa yang berkeliaran sejumlah 6 ekor.

Taman ini terbuka bagi Anda yang mau melakukan penelitian burung. Harga tiket masuknya cukup murah yaitu hanya sekitar Rp8 ribu. Bagi Anda yang hendak melakukan penelitian, maka dikenakan tarif berbeda dari pengunjung biasa.

4 dari 7 halaman

4. Taman Nasional Matalawa

Rumahnya Burung Sumba, begitulah sebutannya. Taman Nasional Matalawa ini sebenarnya adalah sebutan dari dua taman, yaitu Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti yang sejak 2006 digabungkan menjadi satu.

Saat ini tercatat 215 jenis burung. Burung yang paling diamati pergerakannya yaitu Kakatua Sumba (S sulphurea citrinocristata). Waktu pengamatannya juag cukup cepat, yaitu dari pukul 05.00 hingga pukul 06.30 waktu setempat.

Terletak di daerah Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Anda harus naik mobil khusus dari pusat kota menuju tempat tersebut. Untuk masuk ke dalam taman nasional itu, Anda cukup mengeluarkan kocek sebesar Rp5 ribu untuk warga negara Indonesia dan Rp100 ribu untuk warga negara asing.

5 dari 7 halaman

5. Desa Ramah Burung Jatimulyo

Berawal dari keresahan warga karena banyaknya pengunjung yang datang ke desa ini untuk memburu burung, kini akhirnya Desa Jatimulyo telah menjadi salah satu ekowisata pemantauan burung. Tujuan utamanya yaitu melindungi jumlah populasi burung yang berkembang biak di desa ini.

Tempatnya berada di lereng bukit karst di Gunung Kelir Desa Jatimulyo. Pada 2014 sudah disahkan sebuah peraturan desa yang melarang siapa pun memburu jenis hewan apapun termasuk burung di kawasan hutan Jatimulyo. Jumlah burung yang menjadikan hutan Jatimulyo adalah rumah yaitu sebanyak 95 jenis burung, diantaranya emprit gantil, tunggak, tengkek, cucuk urang, sulingan dan jenis burung lainnya.

Sejak diterbitkannya perdes tersebut, semakin banyak pengamat burung dari berbagai daerah ke desa tersebut dan melakukan pengamatan burung. Selain itu, Desa Jatimulyo juga sering dijadikan tempat untuk lepas liar contohnya burung gelatik.

6 dari 7 halaman

6. Taman Nasional Gunung Halimun

Berada di wilayah Sukabumi Jawa Barat, taman nasional ini menyimpan 244 spesies burung dan 27 diantaranya adalah jenis endemik. Walaupun taman ini secara umum dapat menjadi tempat pengamatan primata dan hewan lainnya, tapi mengamati burung di Gunung Halimun lebih banyak diincar oleh para turis.

Salah satu burung yang paling dipantau pertumbuhannya adalah Elang Jawa, karena waktu pertumbuhannya lumayan lama.

Jika ingin melihat burung dengan jelas, jangan sampai kehilangan momen pada pukul 05.00 WIB sampai jam 10.00 WIB. Tiket masuk ke Taman Nasional Gunung Halimun yaitu sebesar Rp30 ribu, sedangkan harga parkirnya Rp5 ribu dan jika anda membawa kendaraan ke dalam maka dikenakan biaya lagi sebesar Rp10 ribu. (Ossid Duha Jussas Salma)

7 dari 7 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2lcaSPR
September 24, 2019 at 07:05AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2lcaSPR
via IFTTT

Mulai 20 November, Pelanggar Jalur Sepeda di Jakarta Akan Ditilang

Liputan6.com, Jakarta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bekerja sama dengan Polda Metro Jaya akan menilang pengendara kendaraan bermotor yang melintas atau berhenti di jalur sepeda. Tindakan tersebut mulai berlaku pada 20 November 2019 mendatang.

Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, penindakan pelanggar jalur sepeda didasarkan pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

"Jalur sepeda akan berlaku efektif pada tanggal 20 November, dan oleh sebab itu mulai tanggal itu penegakan hukum berlaku efektif," kata Syafrin, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Syafrin mengatakan, tindakan tegas itu dilakukan untuk mencegah ojek online maupun pengendara lain yang tidak taat aturan. Nantinya, para pelanggar jalur sepeda akan dikenakan denda maksimal sebesar Rp 500 ribu.

"Kita pasang marka utuh di sana, kemudian ada kendaraan motor yang melanggar itu kena pelanggaran marka," katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, ia mengerahkan petugas keliling di sepanjang jalur sepeda.

"Kami sudah melakukan patroli secara rutin," ujar Syafrin.

2 dari 3 halaman

Jadi Tempat Parkir

Sebelumnya diberitakan, beredar gambar viral di media sosial para ojek online memarkir kendaraannya di sepanjang jalur khusus sepeda di kawasan Jalan Pemuda, Jakarta Timur.

Selain ojek online, sejumlah pengemudi transportasi umum roda tiga bahan bakar gas (BBG) juga memarkirkan kendaraannya di jalur khusus sepeda.

Reporter: Ronald

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2kEEZ2b
September 24, 2019 at 07:04AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2kEEZ2b
via IFTTT

Bukan Houthi, PM Inggris Yakin Iran di Balik Serangan Kilang Minyak Saudi

Liputan6.com, Jakarta - Fasilitas minyak Arab Saudi terbakar usai diserang menggunakan pesawat tanpa awak. Pemerintah Inggris menyatakan keyakinan mereka bahwa Iran yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menegaskan, pihaknya akan bekerja sama dengan sekutu Amerika Serikat dan Eropa dalam respons gabungan atas serangan itu.

Amerika Serikat dan Arab Saudi telah menyalahkan Iran atas serangan 14 September yang mulanya mengurangi separuh produksi minyak Saudi. Sementara, kelompok Al Houthi Yaman, dukungan Iran, mengaku bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

"Inggris mengaitkan tanggung jawab dengan kemungkinan yang begitu besar terhadap Iran atas serangan Aramco. Kami kira sangat mungkin bahwa Iran memang yang bertanggung jawab," kata Johnson dalam perjalanannya menghadiri Majelis Umum PBB di New York, seperti dilansir Antara, Senin (23/9/2019).

"Kami akan bekerja sama dengan rekan kami Amerika dan Eropa untuk membuat tanggapan, yang berupaya meredakan ketegangan di kawasan Teluk," imbuhnya.

2 dari 4 halaman

Tak Masuk Akal

Seorang pejabat Inggris mengatakan, klaim Al Houthi bertanggung jawab atas serangan fasilitas minyak Arab Saudi "tidak masuk akal". Dengan skala, kecanggihan, dan jangkauan serangan, dinilai tak sesuai dengan kemampuan Al Houthi.

"Tidak masuk akal itu tidak akan diizinkan oleh pemerintah Iran," kata pejabat tersebut.

Saat ditanya apakah Inggris akan mengesampingkan tindakan militer, Johnson menuturkan pihaknya akan mencermati usulan Amerika Serikat untuk berbuat lebih banyak membantu membela Arab Saudi.

"Jelas jika diminta, entah itu oleh Arab Saudi atau oleh Amerika, untuk berperan maka kami akan mempertimbangkan dengan cara apa kami bisa bermanfaat," kata dia.

Johnson mengatakan, akan membahas aksi Iran di kawasan dengan Presiden Hassan Rouhani di pertemuan PBB, serta mendesak pembebasan sejumlah warga negara Iran berkebangsaan ganda, yang katanya ditahan "secara ilegal dan sewenang-wenang."

3 dari 4 halaman

Respons Presiden Iran

Presiden Iran Hassan Rouhani membantah segala tudingan yang dialatkan kepada negaranya. Ia menyatakan, serangan terhadap fasilitas minyak Aramco di Arab Saudi merupakan aksi balasan dari "orang-orang Yaman" untuk menyerbu negara itu.

"Orang-orang Yaman memanfaatkan hak membela diri mereka yang sah ... serangan itu menjadi aksi balasan terhadap agresi melawan Yaman selama beberapa tahun," kata Rouhani, Selasa 17 September.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2l0loKg
September 24, 2019 at 07:01AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2l0loKg
via IFTTT