Pages

Showing posts with label 2019 at 08:24PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:24PM. Show all posts

Thursday, May 30, 2019

Pengacara Kivlan Zen Akan Ajukan Penangguhan Penahanan dan Praperadilan

Liputan6.com, Jakarta - Purnawirawan TNI, Kivlan Zen ditahan di Rutan Guntur setelah diperiksa selama 24 jam atas kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Sebelum dibawa ke Rutan Guntur, Kivlan menjalani pemeriksaan kesehatan di Biddokkes Polda Metro Jaya.

Salah satu pengacara Kivlan Zen, Djuju Purwantoro menyampaikan, pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan. Kesehatan dan usia lanjut, 73 tahun, menjadi pertimbangan pengajuan penangguhan penahanan tersebut.

"Alasan (pengajuan) penangguhan penahanan itu normatif. Artinya, apa yang disangkakan ataupun penahanannya tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kesehatan juga karena sekarang usianya 73," jelas Djuju di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/5/2019).

Pengajuan penangguhan penahanan akan disampaikan pada Jumat 31 Mei 2019. Penjaminnya adalah istri Kivlan Zen dan beberapa rekan kliennya. Pihaknya juga akan mengajukan praperadilan.

"Alasannya penangkapan dan penahanan tidak sesuai aturan. Kemudian apa yang disangkakan tidak sesuai dengan aturan yang ada. Normatif itu," ujar Djuju.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QCnLy3
May 30, 2019 at 08:24PM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2QCnLy3
via IFTTT

Monday, May 20, 2019

Pemerintah Siapkan Rp 7 Triliun Buat Revitalisasi Sekolah hingga Pasar

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan merevitalisasi pembangunan yang akan difasilitasi melalui Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga, dan Pasar di 2019. Beberapa bangunan tersebut diantaranya sekolah, pasar, hingga sarana olahraga.

Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga, dan Pasar, Kementerian PUPR Iwan Suprijanto, mengatakan, untuk merevitalisasi pembangunan ketiga sarana tersebut membutuhkan alokasi anggaran kurang lebih mencapai Rp 7 triliun. Di mana dana tersebut nantinya diperolah dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Kurang lebih Rp 7 triliun. Sebanyak Rp 6,5 triliun diantaranya khusus difungsikan pendidikan," katanya dalam diskusi yang digelar di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Iwan merincikan untuk jumlah penanganan di sektor pendidikan, seperti sekolah akan dikerjakan oleh pihaknya kurang lebih mencapai 2.000 sekolah. Kemudian juga sebanyak 200 lebih akan difokuskan untuk penanganan madrasah, 41 PTN, 9 PTKIN, dan 9 pasar.

Di samping itu, ada pula penanganan fasilitas pasca bencana gempa di Sulawesi Selatan yakni sebanyak 473 sekolah atau madrasah dan 4 pasar.

"Sekolah dan madrasah kita targetkan Desember tahun ini, tahun depan kita mulai secara single year tetapi bertahap penaganannya sesuai dengan alokasi anggaran dan pelaksanannya," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WVJCCX
May 20, 2019 at 08:24PM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2WVJCCX
via IFTTT

Saturday, May 18, 2019

VIDEO: Hindari Sulit Mendapatkan Tiket, Warga Mudik Lebih Awal

Liputan6.com, Jakarta Untuk menghindari kesulitas mendapatkan tiket mudik menjelang Lebaran. banyak warga Jakarta yang mudik leboh awal. Akibatnya stasiun Pasar Senen mulai dipadati pemudik. Setiap harinya 7.000 hingga 10.000 penumpang berangkat dari stasiun ini

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VxVwS1
May 18, 2019 at 08:24PM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2VxVwS1
via IFTTT

Tuesday, May 14, 2019

Berbelit-belit, Ratna Sarumpaet Ditegur Hakim

Liputan6.com, Jakarta - Majelis hakim, Joni menegur terdakwa kasus hoaks, Ratna Sarumpaet dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019). Joni kesal lantaran Ratna dinilai tidak konsisten menjawab sejumlah pertanyaan.

Pertanyaan itu dilontarkan oleh salah satu pengacaranya, Desmihardi, yang menanyakan pertimbangan Ratna memilih pulang dari klinik Bina Estetika, Jakarta Pusat pada 24 September 2018. Padahal, kondisi wajahnya waktu itu belum membaik.

"Kenapa saudara pulang pada tanggal 24 September 2018. Tadi saya dengar saudara bilang katanya mau memenuhi janji. Itu janji dibuat sebelum operasi atau sesudah operasi," ucap Desmihardi.

"Dibuat setelah melakukan operasi. Saya sudah banyak janji yang harus saya penuhi. Janji ketemu sama tukang jahit, sama Deden," jawab Ratna Sarumpaet.

Saat dipastikan lagi oleh Desmihardi, Ratna mengubah jawabannya. Hakim Joni pun merespons pernyatan Ratna.

"Janji sebelum (operasi) atau setelah? Awalnya setelah, tapi diarahkan jadi sebelum. Saya perhatikan saudara mulai tak konsisten memberikan jawaban. Itu sangat merugikan saudara sendiri. Kalau saudara tidak konsisten kita skors dulu atau cabut," ujar Joni.

Ratna mengaku khilaf atas jawabannya itu. "Saya tidak dengar atau telinga saya salah," ucap Ratna

"Kalau tidak bisa konsisten, makanya tadi saya tanya saudara puasa atau nggak, katanya enggak, karena bisa di-suplly energinya. Semua yang dari awal ada maknanya, saya lihat saudara juga tidak seperti sebelumnya, tegas orangnya.

Joni menegaskan, semua sikap Ratna selama persidangan akan menjadi pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan vonis.

"Karena kalau jawabnya enggak, berbelit-belit, tidak konsisten, itu kan semua dipertimbangkan," ucap Joni.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PZL7gE
May 14, 2019 at 08:24PM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2PZL7gE
via IFTTT

Friday, May 10, 2019

Demokrat Anggap Kivlan Zen Cari Sensasi

Dia menegaskan, SBY mendukung penuh Prabowo sebagai presiden periode 2019-2024. Presiden ke-6 RI itu juga sangat ingin Prabowo memenangi Pilpres 2019.

"Kami mendapat informasi dari Pak SBY semua yang disampaikan oleh Kivlan itu tidak benar. Dan terkait dengan Pilpres ini, saya tahu betul, saya tahu persis bagaimana Pak SBY ingin Pak Prabowo itu menang. Beliau ingin mendukung Pak Prabowo sepenuhnya, tapi apa daya Pak Prabowo sering lebih memilih melakukan hal-hal yang di luar dari apa yang disampaikan Pak SBY," tutur Ferdinand.

Ferdinand menilai, tudingan yang disematkan Kivlan terhadap ketua umumnya itu tidak benar dan cenderung fitnah.

"Jadi Kivlan itu terlalu berlebih-lebihan, ngigau bahkan, tidak menyampaikan sesuatu yang benar dan terkesan memfitnah Pak SBY," katanya memungkasi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Hcj6Qs
May 10, 2019 at 08:24PM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2Hcj6Qs
via IFTTT

Sunday, April 28, 2019

Hujan Lebat Sampai Awal Mei, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, periode akhir April hingga awal Mei 2019, potensi hujan lebat masih terus terjadi.

Deputi Bidang Meteorologi, Mulyono R Prabowo menjelaskan, hal ini dikarenakan, masih adanya aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) di sebagian besar wilayah Indonesia. Selain itu, adanya pusaran angin di sekitar Laut Sulawesi, Selat Makassar, Kalimantan Barat dan Laut Cina Selatan Utara Kalimantan, juga turut serta menambah cuaca semakin ekstrim.

"Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi beberapa hari ke depan. Masih adanya aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO)," kata Mulyono dalam keterangannya, Minggu (28/4/2019).

BMKG pun memperkirakan, hujan lebat terjadi pada periode 28 April-02 Mei 2019. Dan terjadi di beberapa wilayah seperti: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GCLlGo
April 28, 2019 at 08:24PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2GCLlGo
via IFTTT

Wednesday, February 6, 2019

Kelakar Prabowo: dari Segi Otak, Rizal Ramli Lebih Pantas Jadi Presiden

Liputan6.com, Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengagumi figur Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli. Ia bahkan tak segan menyebutnya sebagai salah satu tokoh intelektual.

Hal itu diungkapkan Prabowo saat berpidato dalam acara HUT Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) ke-20 di Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2/2019).

"Tadi Pak Rizal Ramli sudah banyak bicara dan beliau adalah orang yang pintar," kata Prabowo Subianto.

Prabowo mengatakan, Rizal pernah menekuni ilmu fisika. Menurut Prabowo, fisika adalah bidang ilmu khusus orang pintar.

"Beliau sebetulnya sebelum menjadi ahli ekonomi, kalau tidak salah beliau ini senang fisika, fisika itu orang yang masuk jurusan fisika orang yang paling pintar," kata Prabowo.

"Enggak ada yang paling pintar dari orang fisika, tapi dari situ beliau (Rizal Ramli) masuk ke ekonomi," sambungnya.

Karenanya, Prabowo Subianto berpendapat Rizal Ramli lebih cocok menjadi presiden, ketimbang dirinya.

2 dari 3 halaman

Prabowo Senang

"Jadi dari segi otak beliau salah satu putra terbaik bangsa Indonesia, mungkin dari segi otak beliau lebih pantes jadi presiden dari saya, dari segi otak, dari segi potongan baju, mungkin aku yang lebih (cocok)," kelakar Prabowo.

Selain memberikan pujian, Ketum Gerindra tersebut pun mengapresiasi keberanian Rizal Ramli mengkritik penguasa. Prabowo senang, kini Rizal bisa satu tujuan untuk memperbaiki bangsa dan negara.

"Rizal Ramli selain punya otak dia punya keberanian dari dulu selalu berani untuk ngoreksi penguasa. Di zaman orde baru kita berseberangan beliau ditangkap di zaman Orde Baru, yang nangkap teman-teman saya. Tapi dulu, dulu," tandas Prabowo Subianto.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gplkf4
February 06, 2019 at 08:24PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2Gplkf4
via IFTTT

Friday, February 1, 2019

Ditemui Jokowi, Mbah Moen Ungkap Capres Pilihannya

Liputan6.com, Jakarta - Pimpinan Pondook Pesanten Al-Anwar Kiai Haji Maemoen Zubair atau Mbah Moen akhirnya mengungkapkan pilihan politknya di Pilpres 2019. Hal ini lantaran dia menyadari banyak pihak yang menunggu pilihan politiknya.

Meski tak mengucapkannya secara langsung, Mbah Moen mengatakan dirinya memilih capres yang tengah bersilaturahmi dengannya. Saat itu, capres yang sedang menemui Mbah Moen adalah Jokowi.

Jokowi tengah bersilaturahmi dengan Mbah Moen serta menghadiri acara zikir bersama di Ponpes itu. Jokowi ditemani Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

"Saya hanya menyampaikan, banyak orang menunggu-nunggu saya pilih siapa, ya yang dekat saya," kata Mbah Moen di Ponpes Al-Anwar Kabupaten Rembang Jawa Tengah, Jumat (1/2/2019).

Kendati begitu, Mbah Moen menegaskan bahwa dukungan ke Jokowi-Ma'ruf Amin tersebut bukan ajakan melainkan pilihan pribadi. Menurutnya, masyarakat bebas untuk memilih capres sesuai keyakinan masing-masing.

"Jadi tidak yang mengajak, semua punya kebebasan masing-masing. Jadi yang dekat saya malam ini, yang dekat saja. Saya ucapkan ini jadi pilihan pribadi saya," ucapnya.

2 dari 3 halaman

Doa Mbah Moen

Mbah Moen mengatakan bahwa ini adalah kedua kalinya Jokowi mendatangi Ponpes miliknya. Dia mengapresiasi Jokowi yang kembali maju dalam Pilpres 2019.

"Mendirikan suatu negara itu kewajiban, nabi pertama kali juga mendirikan negara Arab, dikatakan menasionalisasi Arab yang terpecah-pecah itu," tutur dia.

Mbah Moen mendoakan agar penyelengaraan Pemilu 2019 dapat berjalan dengan lancar. Dia pun berharap Indonesia tetap damai setelah pesta demokrasi itu usai.

"Pemilu ini pemilu yang damai, pemilu perdamaian, pemilu yang setelah pemilu dapat disokong dan menyokong begitulah keadaan ajaran yang kita miliki," ujar Mbah Moen.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D0ChcF
February 01, 2019 at 08:24PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2D0ChcF
via IFTTT

Thursday, January 31, 2019

Ma'ruf Amin: Ada Ulama Dibilang Kafir karena Tidak Sepaham

Liputan6.com, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan banyak ceramah atau khotbah salat Jumat berisi makian. Kata Ketum nonaktif MUI itu, perilaku demikian bukan ajaran Islam dan harus dijauhi.

"Banyak orang ceramah atau khotbah Jumat isinya maki-maki, padahal Islam itu tidak boleh maki-maki. Bahkan Nabi Musa untuk menasihati dan memperingatkan Firaun, disuruh oleh Allah dengan ucapan yang santun," kata Ma'ruf di GOR Sunter, Jakarta Utara, Kamis (31/1/2019).

Mustasyar PBNU itu melanjutkan, perilaku tak santun itu bahkan sampai menyerang ulama. Ma'ruf menyebut ada ulama yang sampai dikafir-kafirkan.

"Sekarang banyak yang sudah nggak santun lagi, bahkan ulama saja itu dikata-katain. Makanya Abuya saja dikafir-kafir kan naudzubillahimindzalik, Abuya ini orang alim Alquran masih dibilang kafir, naudzubillahimindzalik," sebut Ma'ruf.

Dia menyebut memang banyak kelompok takfiri, atau orang yang mengkafirkan orang tak sepaham. Seharusnya, kata Ma'ruf sesama umat muslim harus bertoleransi.

"Sekarang banyak yang memang kelompok takfiri, mengkafirkan orang yang tidak sepaham dengan dia, padahal kita dengan yang lain agama saja harus toleransi, betul atau tidak," kata dia.

2 dari 3 halaman

Jangan Saling Mengafirkan

Karena itu, Ma'ruf meminta untuk menjaga ukhuwah Islamiah kendati pandangan politik saling berbeda.

"Makanya kata ulamam, kalau berbeda partai ya sudahlah partai mu partai-partai aku, nggak perlu bertengkar, ukhuwah Islamiyah harus dijaga kalau berbeda capres lakum capresikum walana capresuna, bagimu capres bagi kita capres kita, jangan mengkafirkan," pungkas Ma'ruf.

Reporter: Ahda Bayhaqi

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Sl7gtq
January 31, 2019 at 08:24PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2Sl7gtq
via IFTTT