Pages

Showing posts with label 2019 at 07:44AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:44AM. Show all posts

Friday, November 22, 2019

Klasemen Shopee Liga 1 2019: Beda Nasib Bhayangkara FC dan PSIS

Jakarta - Dua laga pekan ke-28 Shopee Liga 1 2019  Jumat (22/11/2019) dimenangkan oleh tim tamu. PSIS Semarang mencuri tiga poin di kandang Tira Persikabo, sementara Bhayangkara FC mencuri tiga poin di kandang Madura United. Namun, dua tim tersebut berbeda nasib di klasemen Shopee Liga 1 2019.

PSIS Semarang berhasil meraih tiga poin sekaligus memperpanjang derita Tira Persikabo yang belum meraih satu kemenangan pun di putaran kedua Liga 1 2019. Gol Wallace Costa dan Komarudin untuk PSIS hanya mampu dibalas gol Ciro Alves oleh tim tuan rumah kala kedua tim bertemu di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jumat sore.

Sementara itu, Bhayangkara FC juga tak mau ketinggalan untuk meraih tiga poin maksimal dalam lawatan ke Gelora Bangkalan. Tim asuhan Paul Munster itu menang 2-1 atas Madura United. Gol cantik Bruno Matos dari tengah lapangan plus gol Dendi Sulistyawan hanya berbalas satu gol Madura United yang dicetak Aleksandar Rakic.

Dari hasil dua pertandingan tersebut, jelas status tim tamu tak membuat PSIS dan Bhayangkara FC menjadi tim yang mudah ditekan oleh publik pendukung tim tuan rumah. Namun, sayangnya di klasemen sementara Liga 1 2019, nasih PSIS tak semujur Bhayangkara FC.

Tiga poin di Bogor tak membawa PSIS beranjak naik di klasemen Shopee Liga 1. Tim asuhan Bambang Nurdiansyah itu tetap menempati peringkat ke-13 dengan 34 poin dari 28 pertandingan. Jumlah poin tersebut sama persis dengan Persija Jakarta yang tepat berada satu peringkat di atas dan baru memainkan 27 laga.

Sementara itu, Bhayangkara FC mampu memperbaiki posisi dengan tambahan tiga poin yang mereka dapatkan di markas Madura United. Bhayangkara FC naik dua peringkat dan menempati posisi kesembilan dalam klasemen Shopee Liga 1 2019 dengan torehan 38 poin dari 28 laga. Bhayangkara FC sukses menggeser Tira Persikabo dan Persebaya Surabaya untuk sementara waktu.

2 dari 3 halaman

Data dan Fakta

3 dari 3 halaman

Hasil Jumat (22/11)

Hasil pertandingan Shopee Liga 1 2019, Jumat (22/11/2019)

Tira Persikabo 1-2 PSIS Semarang

(Ciro Alves 31' | Wallace Costa 29'-pen, Komarudin 52')

Madura United 1-2 Bhayangkara FC

(Alexandar Rakic 64' | Bruno Matos 5', Dendi Sulistyawan 80')

Jadwal pertandingan Shopee Liga 1 2019, Sabtu (23/11/2019)

Arema FC vs Persija Jakarta, 15.30 WIB

PSM Makassar vs Bali United, 18.30 WIB

Klasemen Shopee Liga 1 2019 hingga Sabtu (23/11/2019 pagi

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2sbJmp1
November 23, 2019 at 07:44AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2sbJmp1
via IFTTT

Sunday, August 18, 2019

Penjelasan Aidea soal Video Viral Lelang HUT RI yang Diposting Triawan Munaf

Liputan6.com, Jakarta Aidea, procution house yang membuat video HUT ke-74 RI dengan konsep 'lelang', angkat bicara. Video ini viral dan menuai kontroversi usai diposting Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.

Melalui akun twitternya, @aideaindonesia mereka menjelaskan sejumlah hal terkait video HUT RI tersebut.

"Video tersebut murni inisiatif dari Aidea Indonesia yang didanai sendiri oleh Aidea Indonesia," tulis akun tersebut dikutip Liputan6.com, Senin (19/8/2019).

Tanggapan Aidea tersebut diposting sekitar 20 jam yang lalu atau, Minggu 18 Agustus 2019. 

Aidea menegaskan pihaknya adalah sebuah creative production house yang independen dan bergerak di bidang jasa periklanan.

Video yang diunggah, kata mereka, memiliki intensi yang baik, yaitu untuk mengingatkan pentingnya persatuan serta mengajak kembali bangkit bersama sebagai bangsa yang lebih kuat.

"Aidea Indonesia berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung pesan yg ingin disampaikan, begitu juga kepada pihak yang memberikan masukan dan pendapatnya demi pembelajaran yg lebih baik mengenai sejarah bangsa kita.5. Tidak ada yang lebih penting daripada persatuan bangsa. Semoga di masa mendatang, kita bisa sama-sama menghasilkan karya yang membanggakan bagi Indonesia," cuitnya lagi.

2 dari 2 halaman

Triawan Minta Maaf

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf minta maaf karena telah mengunggah video terkait HUT ke-74 RI di akun media sosialnya yang berujung kontroversi. Video dengan konsep 'lelang' tersebut dianggap tak sensitif terhadap sejarah.

Dalam video itu, ditampilkan audio dan teks berlatar hitam dan seolah-olah berada dalam sebuah lelang. Hal yang dilelang adalah pemberontakan dan pemecah belah bangsa yang dimulai sejak 1945.

Beberapa peristiwa besar disebutkan dalam 'lelang' tersebut, mulai dari PKI, DI TII, Kerusuhan Tanjung Priok hingga kerusuhan Mei 2019.

Video tersebut pun menuai kontroversi, Bekraf dianggap tak sensitif terhadap korban dalam peristiwa tersebut. Selain itu, Bekraf juga dianggap menyebarkan pembodohan sejarah.

Menanggapi kritikan tersebut, Triawan Munaf memalui akun twitternya mengklarifikasi bahwa video tersebut bukan buatan Bekraf. Triawan mengatakan, dia hanya mengunggah video kreasi salah seorang mengguna sosial @wahyukentjana.

Triawan pun meminta maaf apabila konten yang dia unggah tersebut tak akurat.  Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf minta maaf karena telah mengunggah video terkait HUT ke-74 RI di akun media sosialnya yang berujung kontroversi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/31SkMGh
August 19, 2019 at 07:44AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/31SkMGh
via IFTTT

Friday, July 19, 2019

Korban Pelecehan Seksual di JIS Ajukan Gugatan Perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Liputan6.com, Jakarta - Pihak korban paedofilia yang terjadi di Jakarta International School (sekarang Jakarta Intercultural School/JIS) tengah mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Langkah ini diambil menurut kuasa hukum, Tommy Sihotang, kalau hingga saat ini korban masih dalam perawatan dan trauma akibat perbuatan Neil Bantleman.

"(Nilai ganti rugi) Persisnya saya nggak tahu, tetapi ratusan miliar gitu. Kerugian material dan imateril. Karena anaknya itu sampai sekarang masih perawatan psikiater. Masih rutin karena trauma yang dialaminya," kata Tommy saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019) malam.

Pendaftaran gugatan perdata itu sekitar setahun lalu. Namun, kata Tommy, mediasi berlangsung gagal. "Mediasinya selesai dan gagal, ini sekarang sudah masuk ke substansi jawaban," tegasnya.

Dengan gagalnya mediasi itu, keluarga korban bertambah geram saat mengetahui kalau Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan grasi dan kalau Neil saat ini sudah kembali ke Kanada. Atas hal ini, keluarga korban meminta agar Jokowi memperhatikan kasus ini lebih cermat.

"Kami baca di running text televisi aja bahwa terpidana kasus JIS paedofilia itu diberikan grasi dan sudah pulang ke Kanada. Begitu kita tahu, kita buat suratnya ke presiden langsung. Tolong dong perhatikan anak bangsa ini," tegasnya kembali.

"Itu yang saya katakan tadi, bahkan waktu kasasi hakim memperberat hukumannya ditambah satu tahun karena dia sudah merusak seorang anak dan berbelit-belit tidak mengakui perbuatannya. Itulah salah satu bukti kami mengajukan perdata," sambungnya.

Dengan adanya grasi ini, keluarga merasa kecewa atas keputusan Jokowi. Sebab, apa yang dilakukan Neil tak bisa dimanfaatkan.

"Mereka sangat kecewa, artinya tidak menyangka seorang pedofil seperti dia itu dapat pengampunan. Saya kira seluruh dunia orang beradab itu setuju kejahatan yang paling memuakkan itu adalah pedofilia. Lebih bagus dia membunuh orang dewasa lainnya daripada mensodomi seorang anak kecil. Saya berani katakan ini karena itu sudah menjadi kekuatan hukum tetap. Itu sadis itu," pungkasnya.

2 dari 3 halaman

Bebas Setelah dapat Grasi

Sebelumnya, Neil Bantleman, terpidana kasus pelecehan seksual siswa JakartaInternational School (sekarang Jakarta Intercultural School/JIS) dinyatakan bebas. Warga Negara Kanada itu bebas usai mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 19 Juni lalu.

"Neil Bantleman mendapat grasi dari presiden pada 19 Juni 2019," ujar Kabag Humas Direktorat Jenderal Permasyarakatan Ade Kusmato saat dikonfirmasi, Jumat (12/7/2019).

Ade menjelaskan grasi yang diberikan Jokowi tertuang dalam Keppres Nomor 13/G Tahun 2019 tertanggal 19 Juni 2019. Berdasarkan Keppres tersebut, hukuman mantan guru JIS itu berkurang dari 11 tahun menjadi 5 tahun dan denda Rp100 juta.

"Sudah bebas dari Lapas Klas 1 Cipinang tanggal 21 juni 2019. Dendanya juga sudah dibayar," jelas Ade.

Di dalam kasus ini, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada guru Jakarta Internasional School (JIS) Neil Bantleman dan istrinya Ferdinand Tjiong atas kasus pelecehan seksual di sekolah tersebut. Putusan tersebut lebih ringan dibandingkan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu 12 tahun.

Neil sempat bebas beberapa bulan, sebelum Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara terhadap dua guru Jakarta International School (JIS) atas dugaan kasus pencabulan murid. Setelah mendapat grasi dari Jokowo, Neil bebas dan dilaporkan telah kembali ke Kanada.

Reporter: Ronald

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2O44eJj
July 20, 2019 at 07:44AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2O44eJj
via IFTTT

Saturday, July 13, 2019

Pangdam: Pencarian Heli Hilang di Oksibil Papua Terus Dilakukan 

Liputan6.com, Jakarta - Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menegaskan, pencarian helikopter MI 17 nomor seri HA-5138, yang hilang kontak di Pegunungan Oksibil Papua, terus dilakukan.

"Untuk helikopter, sampai kini belum ditemukan, bersabar. Tapi tetap kami lakukan pencarian," kata Yosua Pandit dikutip dari Antara, Papua, Sabtu 13 Juli 2019.

Menurut dia, cuaca di Papua sangat ekstrem dengan hutan di pedalaman yang sangat lebat dan kontur pegunungan yang menjulang dan curam.

"Dari 2004 hingga kini, kalau tidak salah ada delapan pesawat, termasuk heli yang jatuh di pedalaman Papua, yang beberapa di antaranya hingga kini tidak ditemukan," katanya.

Dia mencontohkan, pilot Policarpus pernah jatuh bersama pesawatnya di daerah Pegunungan Bintang dan itu pun memerlukan waktu untuk mencarinya.

"Kalau tidak salah itu 32 hari baru Policarpus keluar atau ditemukan di hutan. Tapi, soal Heli MI 17, kami tetap semangat untuk mencari hingga ditemukan," katanya.

Ketika ditanya soal jumlah senjata api yang dibawa kru helikopter dan lima personel Satgas Pamtas 725/WRG yang ikut hilang kontak, dan dikhawatirkan ditemukan oleh oknum tidak bertanggung jawab atau dari KKSB, Yosua enggan menyebutkan jumlahnya.

"Ini soal resiko dalam suatu operasi. Kalau pesawat jatuh, kami tidak tahu. Itukan asumsi dari Anda (wartawan), belum tentu juga ditemukan, buktinya pesawat heli Super Puma milik TNI AU, jatuh itu 2,5 tahun baru ditemukan, dan manusianya dalam keadaan utuh (termasuk senjata api)," katanya.

"Jadi, jangan dulu berandai-andai, diambil oleh pihak seberang. Itu prematur," katanya lagi.

2 dari 3 halaman

Bawa 12 Penumpang

Helikopter MI 17 dengan nomor registrasi HA-5138 yang membawa 12 penumpang beserta kru yang sebelumnya terbang ke Okbibab untuk melakukan pengiriman logistik kepada prajurit yang bertugas di wilayah tersebut.

Okbibab, merupakan salah satu distrik atau kecamatan di Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini (PNG). Sekitar pukul 11.44 WIT helikopter terbang ke Jayapura dan sesaat setelah terbang, yakni pukul 11.49 WIT pilot sempat mengucapkan “terima kasih” setelah melaporkan terbang di ketinggian 7.800 feet, 6 notical mile ke utara.

Adapun nama anggota satuan tugas pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 725/WRG yang ikut dalam helikopter tersebut yaitu Serda Ikrar Setya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin dan Prada Tegar Hadi Sentana.

Sedangkan nama-nama awak helikopter tersebut yaitu Kapten (Cpn) Aris (pilot), Lettu (Cpn) Bambang (pilot), Lettu (Cpn) Ahwar (co pilot), Serka Suriyatna, Serda Dita, Praka Dwi Purnomo dan Pratu Aharul

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2leeAYY
July 14, 2019 at 07:44AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2leeAYY
via IFTTT

Thursday, July 4, 2019

FOTO: Menatap Cantiknya Lautan Bunga Lavender di Prancis

1/8

Wisatawan Asia berfoto ketika mereka berjalan melintasi ladang lavender di Valensole, sebelah tenggara Prancis pada 29 Juni 2019. Di wilayah ini terdapat hamparan luas ladang lavender, menyatu cantik dengan lanskap bukit dan pegunungan di belakangnya. (Photo by GERARD JULIEN / AFP)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2NyXGSM
July 05, 2019 at 07:44AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2NyXGSM
via IFTTT