Pages

Showing posts with label 2019 at 07:31AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:31AM. Show all posts

Sunday, November 24, 2019

Pengguna Skuter Listrik Langgar Aturan Ditilang Mulai Hari Ini

Liputan6.com, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, akan melakukan penegakan hukum terhadap pengguna otopet atau skuter listrik (skutris) yang melanggar. Penilangan akan berlaku mulai Senin (25/11/2019). 

"Bagi pengendara otopet/skutris yang berkendara bukan pada jalur yang ditetapkan, maka Polri akan melakukan tindakan represif non yustisial (teguran), dan pada hari Senin 25 November 2019 Polri akan melaksanakan tindakan represif yustisial (penilangan)," ujar Yusri dalam keterangan tertulisnya kepada Liputan6.com, Jakarta, Sabtu 23 November 2019.

Adapun pasal yang akan diterapkan yaitu Pasal 282 jo 104 ayat (3) UU LLAJ, yang berbunyi: "Setiap pengguna jalan yang tidak mematuhi perintah yang diberikan oleh petugas Polri untuk berhenti dalam keadaan tertentu untuk ketertiban dan kelancaran lalu lintas akan dikenakan sanksi pidana penjara selama-lamanya satu bulan dan atau denda maksimal Rp 250.000."

Yusri menjelaskan, otopet atau skuter listrik merupakan golongan alat angkut perorangan atau personal mobility device. Standar keamanan pengendara skuter listrik adalah berusia minimal 17 tahun.

"Dan pada saat berkendara harus menggunakan helm, alat pelindung kaki dan siku, serta saat malam hari harus menggunakan rompi yang menggunakan reflektor," katanya.

Otopet atau skuter listrik hanya bisa digunakan di kawasan tertentu yang sudah mendapatkan izin dari pengelolanya, seperti di bandara, stadion, dan tempat wisata. "Misalkan Ancol," kata Yusri. 

2 dari 3 halaman

Dapat Disita

Skuter listrik dapat disita petugas keamanan jika pengguna memakainya tidak sesuai aturan. Traffic Management Center Polda Metro Jaya menginformasikan, ini tidak akan terjadi ketika pengguna mengendarainya di kawasan tertentu sesuai aturan.

Dasar hukum yang digunakan terkait penyitaan ini adalah Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009.

"Sesuai dengan UU Nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dan dapat dilakukan penyitaan terhadap skuter, otopet, dan sejenisnya sebagai barang bukti. Skuter, otopet dan sejenisnya hanya dapat dilalui pada kawasan tertentu atas seizin pengelola kawasan," tulis TMC Polda Metro Jaya dalam akun Twitter-nya, Sabtu (23/11/2019).

Beberapa waktu, keberadaan skuter listrik menjadi perhatian sejumlah pihak. Pertama, ada pengguna yang mengendarainya di jembatan penyeberangan. Hal ini membuat lantai jembatan penyeberangan itu rusak dan tergores.

Tak lama setelahnya, terjadi kecelakaan yang melibatkan skuter listrik di Jalan Sudirman, Jakarta. Peristiwa yang terjadi pada Minggu 10 November 2019 itu menyebabkan dua orang meninggal dan empat orang lainnya cedera.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/34jbrsx
November 25, 2019 at 07:31AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/34jbrsx
via IFTTT

Thursday, November 21, 2019

Kapal Penumpang Dumai Expres Tenggelam 10 Tahun Silam

Liputan6.com, Jakarta - Minggu 22 November 2009, menjadi hari yang mengerikan bagi para penumpang Kapal Ferry Dumai Expes 10. Kapal yang berangkat dari Sekupang, Batam menuju Dumai ini tenggelam.

Dikutip dari berbagai sumber, kapal nahas tesebut pecah menjadi dua setelah dihantam gelombang tinggi di Perairan Yu Kecil atau Takong Hiu, sekitar 8 mil dari Pelabuhan Tanjungbalai Karimun.

Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Edwin mengatakan, berdasarkan manifest jumlah penumpang yang ada di dalam Kapal Ferry Dumai Expres 10 sebanyak 213 orang.

Namun, berdasarkan keterangan dari nakhoda kapal, Johan Hutajulu yang selamat menyebutkan sebanyak 255 orang ditambah dengan 14 orang kru kapal.

"Pengakuan nakhoda kapal yang selamat menyebutkan, pada saat kapal pecah dihantam ombak terjadi sekitar pukul 09.28 WIB. Dan, tenggelam pukul 10.00 WIB. Jadi, lebih kurang setengah jam kapal tenggelam," ujarnya.

Seorang penumpang kapal, Boru Tampubolon ketika itu menuturkan, saat peristiwa tersebut, dirinya duduk pada bagian bawah atau palka kapal. Saat itu, kapal tiba-tiba oleng setelah dihantam gelombang.

Akibatnya, penumpang yang semula duduk tenang di dalam kapal, menjadi panik. Mereka langsung berdiri. Bahkan ada yang menangis, berteriak dan mengucapkan kalimat mengucapkan pujian kepada Allah.

"Sebelum kapal pecah, terlebih dulu dilambung ombak dan akhirnya pecah pada bagian depan kapal dan air langsung masuk," ujarnya yang masih terlihat trauma.

Melihat kejadian ini, dia berusaha menyelamatkan diri dengan mengambil jaket pelampung dan memegangnya. Begitu juga dengan penumpang yang lain terlihat panik semuanya. Apalagi dengan hitungan menit air masuk ke dalam kapal pada bagian depan. Melihat itu, penumpang yang berada di bagian depan kapal langsung berlarian ke belakang.

Sebagian di antara mereka ada yang mengambil barang-barang dan life jacket yang berada di bawah kursi dan bagian plafon kapal. Akibatnya, kapal menjadi bertambah oleng.

Penumpang lainnya mengatakan, sebelum kapal tenggelam, ABK kapal sempat menurunkan tiga buah sekoci untuk mengevakuasi penumpang.

"Setelah dihantam gelombang, ada sekitar 15 menit, kapal mengapung sebelum akhirnya tenggelam ke dasar laut," ujarnya.

Usai dihantam ombak, Nahkoda kapal sempat meminta bantuan kepada petugas Pelabuhan Tanjungbalai Karimun dan memberitahu posisi mereka. Mereka dilaporkan berada kurang satu 1 mil menjelang Takong Hiu.

Mendapat informasi ini, petugas pelabuhan langsung meluncur ke lokasi kapal karam. Kapal yang pertama diberangkatkan adalah kapal Ocean Indoma disusul kapal Baruna. Ketika itu, kedua kapal ini sedang merapat di ponton.

"Kami langsung perintah kapal yang ada untuk berangkat dan memberikan bantuan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Cendra.

2 dari 4 halaman

Stop Beroperasi

Senin 23 November 2009, perusahaan pelayaran Dumai Express menghentikan kegiatan pelayaran rute domestik untuk semua jurusan setelah insiden tenggelamnya kapal Dumai Expres 10.

"Terhitung mulai hari ini sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan, kami menghentikan sementara kegiatan pelayaran," ujar Kepala Operasional Pelabuhan Dumai Express, Jailani, di Dumai, Riau, Senin 23 November 2009.

Menurut dia, penghentian kegiatan operasional Dumai Express itu juga terkait dengan meninggalnya pemilik perusahaan pelayaran itu Hendratno alias Sugiono alias Baheng (53) yang ikut menjadi korban dalam peristiwa itu.

Para calon penumpang yang telah membeli tiket kapal tersebut untuk jadwal keberangkatan beberapa pekan ke depan akan dikembalikan sesuai dengan jumlah uang yang telah dibayarkan.

Perusahaan pelayaran kapal penumpang dengan rute antarpulau antarprovinsi itu telah beroperasi sejak tahun 1990-an yang pada awalnya melayani pelayaran Dumai-Bengkalis-Batam dan sebaliknya.

Namun kini selain rute tersebut, Dumai Express juga melayani rute pelayaran lain yang singgah disetiap pulau yang dilewatinya di Kepulauan Riau yakni Dumai-Bengkalis-Selat Panjang-Tanjung Balai Karimun-Batam-Tanjung Pinang.

"Setiap harinya ada dua kapal yang berangkat dari Dumai, satu dari Batam dan satu dari Tanjung Pinang untuk melayani masyarakat yang berpergian ke daerah tujuan," jelasnya.

Pelayaran rute-rute domestik Riau dan Kepulauan Riau itu dilakukan dengan menggunakan 11 armada kapal laut yang dinyatakan laik jalan oleh pejabat Departemen Perhubungan atau Syahbandar setempat.

Kesebelas kapal semunya bernama Dumai Express dengan nomor 01, 3, 5, 8, 9, 10, 12, 15, 16, 18, dan 19 dengan kapasitas muatan berkisar antara 160 kursi hingga 270 kursi.

"Namun pada Minggu kemarin musibah menimpa dua kapal kami yakni Dumai Express 15, namun penumpang dinyatakan selamat. Sedangkan Dumai Express 10 memakan korban jiwa termasuk pemiliknya," ujar Jailani.

Data dari Posko Evakuasi di Tanjung Balai Karimun menyebutkan jumlah penumpang yang selamat dari tenggelamnya Dumai Express 10 sebanyak 255 orang, korban yang meninggal 27 orang dan 22 orang masih hilang.

3 dari 4 halaman

Cegah Kapal Karam

Merujuk pada kasus tenggelamnya Kapal Dumai Expres 10 pada 2009 lalu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Balai Karimun menyatakan tidak akan mengizinkan kapal berangkat jika cuaca di laut buruk.

"Sesuai dengan motto pelayanan mudik Lebaran tahun ini, lebih baik tidak berangkat daripada tidak pernah sampai ke tempat tujuan. Kelancaran arus mudik memang penting, tapi keselamatan pemudik jauh lebih penting," kata Kepala KSOP Tanjung Balai Karimun Eko Priyo Handoyo usai Apel Siaga Mudik Lebaran 2016 di Tanjung Balai Karimun seperti dilansir dari Antara.

Sebagai regulator pelabuhan dan pelayaran, kata Eko, KSOP Tanjung Balai Karimun akan terus memantau perkembangan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagai rujukan untuk mengizinkan atau menunda keberangkatan kapal penumpang.

Dia juga mengingatkan, nakhoda dan operator kapal agar tidak memaksakan kapal berlayar di tengah kondisi cuaca tidak bersahabat. Dia juga mengingatkan kepada nakhoda untuk tidak berangkat dengan jumlah penumpang melebihi kapasitas.

"Petugas akan mengecek jumlah penumpang. Kapal tidak diizinkan berangkat kalau jumlah penumpang melebihi kapasitas. Penumpang juga kami ingatkan untuk tidak naik ke kapal yang sudah penuh," tuturnya.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/37oiLoF
November 22, 2019 at 07:31AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/37oiLoF
via IFTTT

Sunday, November 3, 2019

Bikin Takjub, 10 Orang Ini Punya Kemampuan Unik

Liputan6.com, Jakarta - Tubuh manusia menyimpan banyak hal yang menakjubkan. Mulai dari cara kerja tubuh itu sendiri hingga deretan fakta lain yang tak jarang membuat kita berdecak kagum.

Tak hanya itu, nyatanya banyak orang yang memiliki keunikan pada tubuh mereka yang tak semua orang miliki.

Bahkan bisa jadi hal tersebut hanya bisa dilakukan oleh dirinya seorang di dunia ini. Melansir dari Bright Side, berikut deretan keunikan tubuh orang yang bikin kita takjub melihatnya.

2 dari 12 halaman

1. Wah, kupingnya lentur sekali ya

3 dari 12 halaman

2. Wanita ini miliki lidah super panjang, bahkan hingga menyentuh hidung

4 dari 12 halaman

3. Kamu bisa melakukannya?

5 dari 12 halaman

4. Kok, agak ngilu ya lihatnya

6 dari 12 halaman

5. Siapa yang mau coba melakukannya?

7 dari 12 halaman

6. Kondisi ini disebut dermatographia yang membuat kulit akan menonjol saat tergores

8 dari 12 halaman

7. Seperti tak memiliki tulang

9 dari 12 halaman

8. Pasti tak semua bisa melakukannya

10 dari 12 halaman

9. Benar-benar kemampuan yang unik

11 dari 12 halaman

10. Mengapa lututnya bengkok ke belakang?

12 dari 12 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2pF04vT
November 04, 2019 at 07:31AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2pF04vT
via IFTTT

Sunday, October 27, 2019

Harga Emas Bisa Tembus USD 1.500 per Ounce Dipicu Sentimen The Fed

Liputan6.com, Jakarta - Bank sentral Amerika Serikat (the Fed) diprediksi akan kembali memangkas suku bunga acuan dalam pertemuan kebijakan moneter pada 29-30 Oktober 2019. Sentimen ini menjadi katalis positif pada kenaikan harga emas.

Pada pekan ini, harga emas diperkirakan akan diperdagangkan di atas level USD 1.500 per troy ounce. Sedangkan sepanjang pekan lalu, harga emas sempat naik 1 persen.

"Anda saat ini memiliki permintaan dari para trader 'momentum'. Perihal harga ini akan terus menjadi perhatian dari pedagang global," ungkap Direktur Pelaksana RBC Wealth Management George Gero seperti dilansir Kitco, Senin (28/10/2019).

Selain adanya proyeksi penurunan suku bunga Federal Reserve, ancaman resesi global yang terlihat dari data ekonomi yang melemah juga membuat harga komoditas emas terus melonjak.

"Harga emas naik dari level USD 1.480 per ounce. Data ekonomi Amerika Serikat yang melemah semakin besar kemungkinan The Fed untuk menurunkan suku bunga," papar Ahli Strategi Komoditas TD Sekuritas Ryan McKay.

Di sisi lain, Presiden Blue Line Futures Bill Baruch menyebut kenaikan harga emas pada Jumat (25/10) merupakan hal yang secara teknis wajar terjadi.

"Pasar tak bisa turun lebih rendah lagi. Profil habis untuk downside dan beruang tak bisa berbuat apa-apa. Dalam jangka pendek, harga emas kami lihat masih berpotensi naik lagi," kata dia.

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Data AS

Sementara itu, Ahli Strategi Pasar Senioe RJO Futures Phillip Streible mengungkapkan data ekonomi AS yang melemah memang benar-benar memicu untuk The Fed kembali memangkas suku bunga.

"Kami sarankan untuk menjadi sedikit lebih defensif dalam portofolio Anda," ujarnya.

Selain itu dia bilang, saat ini, banyak yang mengincar emas di level USD 1.525 sebagai resistensi utama yang perlu ditembus oleh logam mulia untuk bergerak secara signifikan lebih tinggi lagi.

“Emas harus menembus di atas USD 1.525. Jika kita dapat menutup bulan mendekati USD 1.550, ekspektasi target akhir tahun senilai USD 1.600 bisa berubah," kata Streible.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/34aHFGa
October 28, 2019 at 07:31AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/34aHFGa
via IFTTT

Sunday, August 11, 2019

VIDEO: Kerbau Kurban Mengamuk Lukai 4 Warga

Liputan6.com, Jakarta Polisi Terpaksa menembak seekor kerbau yang menjadi hewan kurban. Tindakan tersebut diambil karena kerbau mengamuk ketika akan dipotong. Selain melukai 4 orang kerbau menyeruduk beberapa motor.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TsfVIH
August 12, 2019 at 07:31AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2TsfVIH
via IFTTT

Tuesday, July 23, 2019

6 Tahun Lalu, Bandara Polonia di Medan Akhiri Penerbangan Komersial

Balita Tanpa Anus di Halmahera Dievakuasi dengan Helikopter

Liputan6.com, Halmahera - Tubuh M. Arif Ardian, balita laki-laki itu lemah, matanya sayu. Balita berumur 1,4 tahun  harus dievakuasi dengan helikopter ke RSU Labuha, Halmahera Selatan, karena mengidap penyakit prolapsus usus.

Putra pasangan Adrian Samsudin (22) dan Nur Helmi (19), warga Papaceda, Gane Barat, terlahir tanpa anus, hingga akhirnya dokter melakukan operasi pembuatan anus. Harusnya tubuh Arif sedang melakukan pemulihan, pasca operasi. Namun, luka bekas operasinya terbuka, saat sedang mengungsi pasca gempa yang mengguncang daerah itu.

Sementara, karena minimnya fasilitas kesehatan di lokasi pengungsian, membuat luka bekas operasi milik balita  Arif dibiarkan kian membesar hingga usus balita keluar dari sayatan luka bekas operasi.

Dansatgas Gulben, Kolonel Inf Endro Satoto menyampaikan setiap hari tim medis Satgas melakukan monitoring ke wilayah terpencil dengan menggunakan helikopter, menyisir pasien korban gempa.

"Kami menerima laporan ada pasien balita yang membutuhkan pertolongan dan saya segera memerintahkan untuk mengevakuasi ke Saketa dan kita terbangkan ke RSUD Labuha," ujar Endroto, Selasa (23/7/2019).

Endro menyebutkan setibanya di RSUD Labuha, beberapa saat setelahnya langsung diterbangkan ke helikopter MI 8 dari Bandara Oesman Sadik Labuha menuju Ternate.

Direktur RSU Labuha Aisia Hasjim menyebutkan sejak lahir balita tersebut tidak punya anus,  sehingga dibuat anus buatan. “Karena kotoran tidak lancar, sehingga usus besarnya keluar,” kata Aisia, kepada Liputan6.com, di RSU Labuha.

Balita Arif, kini telah dirujuk ke RSPAD Jakarta untuk pengobatan lanjutan. Bocah ini telah diberangkatkan dari Bacan dengan mengunakan Helikopter MI 8 menuju Ternate, untuk dibawa ke Jakarta.

"Dalam penanganan terhadap bocah tanpa anus, seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah pusat melalui BNBP," tambah Aisia.

Simak video pilihan berikut

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JLP6fh
July 24, 2019 at 07:31AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2JLP6fh
via IFTTT

Monday, July 22, 2019