Pages

Showing posts with label 2019 at 06:54PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 06:54PM. Show all posts

Thursday, May 30, 2019

188 Anak Keturunan Militan ISIS Diserahkan Irak ke Turki

Menurut laporan Save the Children, anak-anak militan ISIS sempat berada dalam tempat yang membahayakan, setidaknya pada Februari 2019. Mereka hidup di kamp pengungsian dan tidak mendapatkan makanan serta perawatan medis yang layak.

Sementara itu, ratusan anak juga sempat merasakan sesaknya penjara. Mereka ditahan bersama ibu mereka yang dinyatakan bersalah.

Berbagai organisasi yang peduli terhadap kemanusiaan serta hak anak, telah menyerukan masyarakat dunia untuk peduli terhadap hal ini.

"Semua anak yang lahir dari pihak yang berasosiasi dengan ISIS adalah korban dari konflik dan harus diperlakukan dengan baik," kata Kirsty McNeill dari Save the Children.

Sementara itu, Usama Hasan, kepala Studi Islam di Quilliam International mengatakan bahwa setiap negara memiliki tanggung jawab untuk mengambil kembali anak-anak militan ISIS.

"Ada tanggung jawab moral bagi setiap negara untuk mengambil kembali anak-anak ini." kata Usama.

Meskipun demikian, pemulangan anak tidak serta merta tanpa konsekuensi.

"Anak-anak, khususnya anak laki-laki, telah menjalani indoktrinasi psikologis dan pelatihan militer intensif di wilayah ISIS sejak usia yang sangat muda," kata Gina Vale, penulis di ICSR.

Meskipun terdapat risiko, Vale mengatakan bahwa tidak membawa anak-anak kembali ke negara asal, justru akan mendatangkan konsekuensi yang lebih buruk di masa yang akan datang.

Hingga saat ini, jalan keluar yang dirasa paling mungkin adalah mempraktikkan adopsi berlandaskan hak asasi manusia, untuk repatriasi dan rehabilitasi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Me5VCW
May 30, 2019 at 06:54PM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2Me5VCW
via IFTTT

Monday, May 27, 2019

Pembakaran Polsek Tambelangan Didalangi Oknum Habib, Polisi Buru 5 Pelaku Lagi

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah alat komunikasi radio handy talkie (HT), pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa puluhan bom molotov dan beberpa bilah senjata tajam.

Para tersangka tersebut, dipersangkakan pasal berlapis, yakni pasal 200 ke-1 dan ke-3  KUHP, pasal 187 KUHP dan pasal 170 ayat (1) KUHP. Luki mengatakan pasal tersebut masih bisa bertambah lantaran adanya dugaan penjarahan.

"Mungkin nanti akan kembangkan lagi karena ada barang-barang yang hilang. Alat komunikasi, ini masih kami dalami karena di situ alat casnya terbakar tapi HT tidak ada. Laptop juga tidak ada. Ini kami akan kembangkan untuk penjarahan dan sebagainya," kata dia.

Usai menetapkan lima orang tersangka pengerusakan dan pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) masih memburu 5 oknum habib terduga pelaku lain.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan kelima orang yang masih diburunya tersebut bahkan diketahui sebagi oknum Habib, atau tokoh ulama setempat. "Ada lima orang lagi oknum habib yang akan kami tangkap," ucap Luki.

Lima habib tersebut, diketahui usai penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim meminta keterangan 17 orang saksi untuk mendalami peristiwa pembakaran.

Untuk mengamankan lima orang habib tersebut, polisi pun mendapatkan dukungan penuh dari para tokoh ulama, kiai dan habaib di Sampang. "Tokoh agama di Sampang akan membantu proses kasus ini secara transparan," ujar Luki.

Luki juga menambahkan, saat kejadian diketahui ada ratusan massa lain yang menyerbu Mapolsek Tambelangan. Dugaan sementara para massa tersebut berasal dari tiga ormas berbeda.

"Dari masyarakat setempat banyak yang ikut nonton, kami sedang dalami dari mana mereka-mereka. Yang jelas ini dari salah satu oknum FPI (Front Pembela Islam), oknum Laskar Sakera, dan LPI (Laskar Pembela Islam), lima orang ini," kata Luki.

Luki pun mengimbau, kepada masyarakat yang juga diduga terlibat untuk mau kooperatif menjalani proses hukum yang berlaku. "Kami juga berharap masyarakat Sampang yang terlibat, menyerahkan diri," ujar Luki.

Dari data yang dihimpun Liputan6.com, kantor Polsek Tambelangan beserta mobil patroli yang terparkir dihalaman dibakar oleh sejumlah massa sekitar pukul 22.30 WIB, Rabu 22 Mei 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VUzQjg
May 27, 2019 at 06:54PM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2VUzQjg
via IFTTT

Wednesday, May 22, 2019

Piala Sudirman 2019: Anthony Juga Takluk, Indonesia Tertinggal 0-2 dari Denmark

Liputan6.com, Nanning - Indonesia dalam keadaan terjepit pada laga Grup B Piala Sudirman 2019. Mereka tertinggal 0-2 dari Denmark di Guangxi Sports Center, Rabu (22/5/2019).

Minimal tumbang 2-3 untuk jadi juara Grup B Piala Sudirman, tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting gagal menyumbang angka usai dikalahkan Viktor Axelsen 9-21, 16-21.

Sebelumnya ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja juga dibungkam Mathias Christiansen/Sara Thygesen 17-21, 11-21. 

Anthony dan Axelsen bergantian berebut angka pada gim pertama. Anthony kemudian unggul 6-4 sebelum kewalahan menghadapi permainan lawan. Axelsen berkali-kali sukses memetik poin beruntun dan akhirnya tanpa kesulitan menguasai gim awal.

Wajib bangkit, Anthony tetap tercecer pada gim kedua. Dia mampu mengejar dan menyamakan kedudukan 13-13. Namun, perlawanannya hanya sebatas itu. 

Axelsen memetik enam angka beruntun untuk menempatkan diri dalam posisi nyaman. Meski Anthony sempat melawan, Axelsen sukses membantu Denmark mempertegas keunggulan atas Indonesia pada persaingan Piala Sudirman tahun ini. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ElIzor
May 22, 2019 at 06:54PM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2ElIzor
via IFTTT

Thursday, April 18, 2019

BPN Anggap Wajar 2 Kubu Saling Klaim Menang Pilpres 2019

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berterimakasih kepada seluruh aparat keamanan karena Pemilu 2019 berjalan aman dan damai. Dia menyatakan, TNI-Polri siap menjaga stabilitas keamanan pada tahapan-tahapan selanjutnya.

"Kami, tidak akan mentoleransi dan akan menindak tegas upaya yang akan menggangggu ketertiban, serta aksi-aksi inskonstitusional dan merusak proses demokrasi. NKRI harga mati," kata Hadi, Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Senada, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, mengimbau seluruh pihak untuk tidak mobilisasi. Baik mobilisasi merayakan kemenangan atau mobilisasi ketidakpuasan terhadap pemilu.

"Kemarin juga ada di HI, kita bubarkan. Ada dua (pendukung) pasangan yang mobilisasi, dua-duanya kita bubarkan," ungkap Tito.

Dia mengingatkan agar semua pihak harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Ingat, ini adalah proses demokrasi yang salah satu semenjak reformasi termasuk dihadiri oleh partisipasi publik yang sangat tinggi, di atas 80 persen, melibatkan hampir 180 juta lebih pemilih," jelas Tito.

Jadi siapapun yang terpilih, masih kata dia, mendapatkan kredibilitas dan legitimasi dukungan rakyat yang tinggi.

"Dan langkah inkonstusional melawan kehendak rakyat, itu sama saja mengkhianati keinginan rakyat. Dan TNI Polri akan menjaga hal itu," pungkasnya.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UnJqdv
April 18, 2019 at 06:54PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2UnJqdv
via IFTTT

Saturday, April 6, 2019

Tim Sumut Door to Door untuk Menangkan Jokowi - Ma'ruf

Liputan6.com, Medan - Untuk memenangkan pasangan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi-Ma'ruf Amin, Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumut Koalisi Kerja melakukan banyak cara. Salah satunya dengan sosialisaai "door to door"

"Kami ditargetkan bisa membuat suara untuk Jokowi-Ma'ruf di Sumut pada Pilpres 2019 sebesar 70 persen," ujar Ketua TKD Ivan Batubara di Deliserdang, Sumut, Jumat malam, 5 April kemarin, dilansir Antara

Ivan yakin pasangan Capres Jokowi -Ma'ruf bisa menang di Sumut dan Sumut bisa jadi penopang suara di wilayah Sumatera.

" Hasil survei bahwa Jokowi Ma'ruf hanya kalah di Sumatera membuat TKD Sumut kerja ekstra untuk menjadikan Sumut sebagai penopang suara untuk provinsi lainnya di Sumatera," ujarnya usai kampanye Jokowi-Ma'ruf di Gedung Futsal, Kompleks Gedung Serba Guna, Jalan Pancing, Deliserdang.

Ivan mengakui, sebelumnya ada beberapa daerah yang terkena isu negatif tentang pasangan capres 01. Namun, berkat kerja keras seperti berdialog kepada masyarakat secara "door to door" hal ini bisa teratasi.

"Tim meluruskan isu-isu negatif yang selama ini sudah dibangun untuk menjelekkan Jokowi. Alhamdulillah masyarakat sudah menyadari," katanya.

Pihaknya juga akan kerja keras untuk mengingatkan masyarakat untuk ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk mencoblos di tanggal 17April 2019.

"Percuma saja survei-survei yang menyatakan kemenangan, kalau masyarakat tidak datang ke TPS untuk mencoblos," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FTODos
April 06, 2019 at 06:54PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2FTODos
via IFTTT

Thursday, March 14, 2019

59 Ribu Anak di Kota Tangerang Kantongi KIA

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 59 ribu anak di Kota Tangerang sudah memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Jumlah ini masih terus dikejar sampai ke angka 500 ribu atau sesuai dengan jumlah anak yang ada di wilayah tersebut.

Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Pemkot Tangerang terus menggencarkan pembuatan KIA.

"Kita sudah mencetak 59.000 KIA. Pelayanan ini baru kami mulai pada pertengahan tahun 2018," kata Kepala Disdukcapil Kota Tangerang Erlan Rusnarlan, Kamis (14/3/2019).

Meski begitu, Disdukcapil tidak menargetkan angka pembuatan KIA. Yang jelas, setiap ada pemohon, pihaknya tentu melayaninya. Disdukcapil juga memprioritaskan kemudahan pelayanan KIA.

Orangtua atau pemohon bisa mengurus KIA di kantor kecamatan domisili, kantor Disdukcapil, Rumah Sakit hingga di Mall Pelayanan Publik. Sebab, pada dasarnya KIA merupakan dokumen kependudukan yang juga bermanfaat sebagai bentuk pemenuhan hak anak. Seperti untuk persyaratan mendaftar sekolah, untuk mendaftar BPJS, pembuatan dokumen keimigrasian, serta mencegah terjadinya perdagangan anak.

"Manfaatnya banyak itu paling mutlak adalah sebagai pengakuan hak warga negara," ujar Erlan.

Untuk itu, lanjut Erlan, pihaknya juga akan semakin menggencarkan pembuatan KIA banyak manfaat tersebut. Salah satunya akan bekerja sama dengan pihak sekolah untuk secara kolektif membuat KIA.

"Walaupun belum menjadi persyaratan untuk sekolah, kami mengimbau dan mengajak untuk segera membuat KIA, karena prosesnya sangat mudah dan tidak ada biaya," ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan Permendagri No 2/2016 Tentang Kartu Identitas Anak, bahwa kartu ini terdiri dari 2 jenis yaitu untuk anak yang berusia 0 - 5 tahun (balita) dan untuk anak berusia 5 sampai 17 tahun.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2F3SP4e
March 14, 2019 at 06:54PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2F3SP4e
via IFTTT

Thursday, February 28, 2019

Syafii Maarif: Puisi Neno Warisman Sadis dan Biadab

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Ketum PP Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif mengatakan, oknum yang sengaja melontarkan ujaran kebencian hingga fitnah hanya untuk membela salah satu tokoh politik adalah hal tidak terpuji.

"Yang masif adalah jalan kebencian fitnah dan itu menyeret Tuhan. Masa Tuhan dibawa pemilu. Kan itu tidak benar, tapi itu terjadi," kata Buya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).

Dia mencontohkan kasus Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Neno Warisman pada acara Munajat 212. Ia menilai pembacaan puisi yang dilakukan adalah tindakan sadis dan bodoh.

"Apalagi pakai puisi yang sebut kalau kalah,Tuhan tidak ada yang sembah. Menurut saya itu (pembacaan) puisi yang sadis, bodoh sekali dan biadab," katanya.

Menurut Syafii Maarif, Pilpres atau Pemilu adalah hal bisa yang tidak perlu saling menghujat.

"Padahal pemilu biasa saja. Kalau kita tidak suka lima tahun bisa ganti," ujarnya.

Selain itu, ia menilai politisi saat ini tidak ada yang bercita-cita menjadi negarawan.

"Politisi kita ini sebagian besar tidak mau naik kelas jadi negarawan," katanya

Ia juga menyindir banyaknya politisi yang rabun ayam alias tidak memperhatikan nasib rakyat kecil yang jauh dari jangakauan.

"Kita benar prihatin, banyak politisi rabun ayam, (lihat) yang internal saja, yang jauh tidak kelihatan. Seperti nasib bangsa kurang terpikirkan," tandas Syafii Maarif.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2H6SFvF
February 28, 2019 at 06:54PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2H6SFvF
via IFTTT

Friday, February 8, 2019

Ada Pungli, Sekjen PDIP Perintahkan Kader Awasi Pemberian Sertifikat Tanah

Liputan6.com, Jakarta Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto meminta kadernya untuk mengawasi pembagian sertifikat tanah gratis oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Pasalnya kerap ditemukan pungutan liar bagi pihak yang ingin mengambil sertifikat.

Hasto mengaku mendapat kabar dari ketua ranting di Sukabumi bahwa ada oknum yang mengambil pungutan, karena masih banyak masyarakat yang belum tahu bahwa sertifikat tanah gratis.

"Di Sukabumi ini sertifikat yang seharusnya gratis ada yang diperjualbelikan, itu bukan salah kebijakannya, itu yang salah oknumnya," ujar Hasto saat konsolidasi partai di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (8/2/2019).

Hasto yakin oknum tersebut bukan dari PDIP. Karena tidak mungkin mengambil celah dari kebijakan Jokowi yang prorakyat.

Maka dari itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf itu menugaskan para kader banteng untuk melakukan pengawasan terhadap kebijakan Jokowi agar tidak disalahgunakan oleh oknum.

"Tugas kader-kader PDIP Perjuangan untuk membantu mengawasi kebijakan kebijakan prorakyat itu agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain," tegas Hasto.

Dia mengecam ada oknum-oknum yang memanfaatkan kebijakan Jokowi ke arah yang salah. "Kita akan berikan advokasi kepada masyarakat, karena itu kebijakan Pak Jokowi yang tak boleh dilakukan komersialisasi terhadap kebijakan itu," kata dia.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MT4BSA
February 08, 2019 at 06:54PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2MT4BSA
via IFTTT

Friday, January 11, 2019

Prabowo Revisi Visi Misi, Sekjen PDIP: Menurut Bahasa Rakyat Itu Tak Konsisten

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menilai, perubahan visi misi kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merupakan bentuk ketidakkonsistenan pasangan capres cawapres nomor urut 02 itu.

"Dalam bahasa rakyat sederhana saja, itu kan tidak konsisten, berubah-ubah seperti itu. itu bahasa rakyat, bukan bahasa kami," ucap Hasto di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Dia menegaskan, tidak konsistennya pasangan Prabowo-Sandiaga sangat jelas terlihat di masa-masa kampanye sudah berjalan kurang lebih empat bulan ini.

"Segala sesuatunya kan pada akhirnya masyarakat yang menilai, baru kampanye berapa bulan saja sudah berkali-kali terjadi ketidakkonsistenan. Karena itulah mari kita hijrah bersama. Ini pemilu untuk menampilkan gagasan terbaik yang menyetuh harapan rakyat itu sendiri," kata Hasto.

Dia menuturkan, pihaknya akan mengikuti segala aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Karena itu bentuk komitmen pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Pria yang duduk sebagai Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf ini, melihat visi-misinya jelas sudah dikumpulkan dan sudah jadi komitmen bersama. Apalagi kampanye sudah dimulai.

"Tentu saja kurang pas. Karena perubahan visi-misi di tengah jalan itu menunjukan kepemimpinan yang selalu berubah-ubah, ikut arus, kepemimpinan yang tidak kokoh dalam prinsip, ragu-ragu. Dan ini yang kami tidak inginkan," pungkasnya.

Sebelumnya, berkas visi misi Prabowo-Sandiaga yang mulanya berjumlah 14 halaman, kini bertambah menjadi 45 halaman.

Selain visi misi, kubu Prabowo-Sandi juga mengubah tagline. Prabowo-Sandiaga yang semula ber-tagline 'Adil Makmur Bersama Prabowo-Sandi' direvisi menjadi 'Indonesia Menang'.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HainB9
January 11, 2019 at 06:54PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2HainB9
via IFTTT

Thursday, January 10, 2019

529 Caleg Pamekasan Belum Serahkan Laporan Dana Kampanye

Liputan6.com, Karawang - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, Jawa Timur Moh Hamzah menyatakan, sebanyak 529 calon anggota legislatif atau caleg untuk DPRD Kabupaten Pamekasan telah menyetorkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK).

"Semua caleg saat ini telah menyetorkan laporan dan disampaikan melalui masing-masing partai politik secara kolektif," ujar Hamzah, seperti dikutip dari Antara, Kamis (10/1/2019).

Dia menuturkan, penyetoran LPSDK itu telah dilakukan pengurus parpol di Pamekasan sejak 2 Januari 2019 melalui masing-masing pengurus partai.

Hanya saja, kata Hamzah, di antara 529 caleg yang menyetorkan LPSDK itu, sebagian belum dilengkapi dengan bukti transaksi.

"Padahal, sesuai ketentuan, penyetoran LPSDK itu, harus dilengkapi dengan bukti transaksi. Tapi yang penting, para caleg nyetor dulu LPSDK-nya, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU pusat," papar Hamzah.

Selanjutnya, sambung dia, bagi caleg yang belum melengkapi bukti transaski, pihaknya akan segera meminta untuk melengkapinya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

KPU secara resmi merilis surat suara untuk Pileg dan Pilpres 2019. Kedua timses Capres Cawapres dan perwakilan partai politik telah menyetujui surat ini. Penasaran kayak gimana? Yuk kita cek.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QAzvPZ
January 10, 2019 at 06:54PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2QAzvPZ
via IFTTT

Wednesday, January 9, 2019

Menhub Gandeng Ridwan Kamil Promosikan Bandara Kertajati

Liputan6.com, Jakarta - Mengawali 2019, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama dengan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati atau Bandara Kertajati mengadakan acara Ngapung Bareng Ti Kertajati (Terbang Bersama dari Kertajati). 

Acara ini merupakan kegiatan promosi untuk lebih mengenalkan Bandara Kertajati dan menarik minat masyarakat terutama di kawasan Jawa Barat untuk menggunakan bandara ini.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, bersama Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beserta FORKOPIMDA bertemu untuk membahas strategi untuk lebih mengenalkan dan  meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan Bandara Kertajati.

Polana menuturkan, hingga kini sudah ada beberapa maskapai yang melayani penerbangan melalui Bandara Kertajati yaitu Citilink, Lion Air, Wings Air, Transnusa dan Garuda Indonesia. 

"Saat ini sudah ada penerbangan dari Kertajati - Surabaya PP, Kertajati - Bandar Lampung PP, Kertajati - Semarang PP, Kertajati - Medan PP dan Kertajati - Balikpapan PP. Juga sudah ada penerbangan internasional yaitu Kertajati ke Madinah untuk melayani penerbangan umrah," ujar Polana, Rabu (9/1/2019).

Selain rute-rute tersebut, dalam pekan ini juga akan ada tambahan rute lainnya dan termasuk rute baru.

"Sebentar lagi akan dilayani pula Kertajati-Jogjakarta, Kertajati-Balikpapan dan Kertajati-Jakarta melalui Halim Perdana Kusuma," imbuh Polana.

Sejalan dengan itu, Budi berharap masyarakat dapat memanfaatkan Bandara Kertajati untuk menggali potensi-potensi wisata dan kuliner yang ada di Jawa Barat.

"Jawa Barat memiliki potensi wisata yang sangat besar. Ada yang punya keunggulan kuliner, batik, dan destinasi wisata alam, ini harus dikemas dengan baik dan dipromosikan kepada masyarakat sehingga menggugah minat masyarakat untuk datang ke Jawa Barat melalui pintu gerbang udara ini," ucap Budi Karya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FgVZUP
January 09, 2019 at 06:54PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2FgVZUP
via IFTTT

Bappenas Targetkan Pengangguran Turun Jadi 5,2 Persen di 2019

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Mahatmi Parwitasari Saronto, menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada tahun ini dapat kembali turun. Pihaknya mematok TPT di 2019 berada dikisaran 5,2 persen.

"Tahun 2019, diharapkan tingkat pengangguran terbuka turun di kisaran 4,8 persen hingga 5,2 persen," katanya saat ditemui di Graha Cimb Niaga, Jakarta, Rabu (9/1/2018).

Mahatmi mengungkapkan, setiap tahun pemerintah Jokowi-JK terus melakukan upaya dan strategi untuk menekankan jumlah pengangguran. Terbukti sepanjang 2018, pemerintah telah menghadirkan 2,98 juta lapangan kerja di berbagai wilayah Indonesia. Sehingga TPT turun menjadi 5,34 pada Agustus 2018.

Dirinya mengakui, meski tingkat pengangguran berhasil ditekan oleh pemerintah, namun untuk TPT pada angkatan kerja muda usia 15 hingga 24 tahun masih lebih besar mencapai 19,68 persen dibanding dengan kelompok lainnya. Dengan demikian, dirinya berharap TPT usia produktif dapat berada dikisaran 5,2 persen.

Mahatmi menyebut, strategi pemerintah dalam menekan angka pengangguran terbuka tentunya dapat dilihat dari dua sisi. Pertama yakni melalui demand atau permintaan. Dalam hal ini lapangan pekerjaan harus memadai.

"Dan lapangan kerja yang ingin diciptakan pemerintah adalah lapangan kerja baik. Lapangan kerja baik itu adalah lapangan kerja dengan upah yang cukup kemudian perlindungan yang cukup dan seterusnya," katanya.

Kemudian, sisi kedua lanjut dia adalah bagaimana pemerintah menyiapkan angkatan kerjanya untuk mengurangi pengangguran. Caranya dengan program-program pelatihan berbasis vokasi yang dicanangkan oleh pemerintah.

"Program ini adalah persiapan angkatan kerjanya. tadi saya sudah sampaikan bahwa angkatan kerja yang masuk ke pasar kerja itu harus cerdas sekolahnya pinter terus kemudian harus sehat, tidak mungkin kita punya angkatan kerja sakit-sakitan yang bisa produktif. Terus kemudian terakhir yang mempunyai keahlian," bebernya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Fjh7Ju
January 09, 2019 at 06:54PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2Fjh7Ju
via IFTTT