Pages

Showing posts with label 2018 at 07:53PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:53PM. Show all posts

Friday, December 21, 2018

Perluas Skema FLPP, Menteri PUPR Ingin Milenial Bisa Punya Rumah

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah saat ini tengah merumuskan perluasan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) guna mempermudah masyarakat untuk mendapatkan rumah.

Dia menyebutkan, pemerintah saat ini sedang menyiapkan skema khusus kepemilikan rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, hingga kaum muda atau milenial, agar nanti bisa memanfaatkan FLPP dengan terbuka.

"Dengan skema baru yang disiapkan untuk ASN, TNI, Polri, termasuk milenial, pasti anak saya pun kalau bekerja tidak akan bisa beli rumah tanpa adanya upaya subsidi dari pemerintah," ujar dia di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Perluasan skema FLPP ini, lanjutnya, coba diusulkan agar tidak ada batasan gaji dari calon pembeli, hingga diperbolehkan bangun rumah yang lebih luas dengan uang muk dan bunga yang lebih rendah.

"Jadi sekarang sedang dirumuskan OJK, Kementerian Keuangan, Bappenas, dan PUPR. Mudah-mudahan dengan itu pasar properti lebih bergairah, termasuk penyediaan rumah bagi kita semua," ungkap dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menyampaikan, skema baru ini ke depan akan coba mengkategorikan milenial ke dalam beberapa kelompok.

"Ada klasternya, ada milenial kota dan daerah, tidak disamakan. Kemudian ada milenial skala setengah baru misalnya, mulai berkembang atau sudah berkembang. Ini kita bedakan nanti. Ada kelompok-kelompok milenial," sambungnya.

Lebih lanjut, ia turut menyarankan kelompok milenial yang baru memasuki dunia kerja, agar tidak terburu-buru dalam membeli rumah tetap.

"Saya sih sarannya kalau milenial masih pemula dan belum berkeluarga, tinggal di rusunawa. Sambil cari modal, sudah mampu, baru beli rumah dengan subsidi tadi," imbuh dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2S95LeC
December 21, 2018 at 07:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2S95LeC
via IFTTT

Wednesday, December 12, 2018

BI Ingin Sulap Pesantren Pemain Ekspor Kelas Dunia

Liputan6.com, Surabaya - Bank Indonesia (BI) ingin menjadikan pesantren sebagai pemain ekspor kelas dunia dengan berbagai produk unit usahanya.

Saat ini, BI telah membuat blueprint pengembangan ekonomi syariah Indonesia ke depannya. Salah satunya adalah pemberdayaan ekonomi pesantren.

Setidaknya ada sekitar 29 ribu pesantren di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, BI tengah bekerjasama dengan beberapa pesantren untuk membangun kemandirian ekonomi. Caranya dengan mendorong pesantren memiliki unit usaha dan menghasilkan sebuah produk yang memiliki nilai tambah.

Dengan cara ini, diharapkan nantinya masing-masing pesantren melalui berbagai produk unggulannya bisa menjual produknya ke pasar dalam negeri. Bahkan diharapkan hingga ekspor.

"Saat ini memang sedang piloting, sedang kita tata, dan kita ciptakan level of plying field supaya pesantren bisa mengejar ketertinggalan dengan koperasi atau korporasi," kata Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) BI Anwar Bashori di Grand City, Surabaya, Rabu (12/12/2018).

Bahkan, dari sebagian pesantren yang bekerjasama dengan BI ini sudah memiliki usaha dan produk yang berkualitas, salah satunya pesantren Al-Ihya di Pandeglang. Pesantren ini memiliki unit usaha pengahan kelapa. Hasil olahan yang berupa tepung ini bahkan sudah di ekspor ke beberapa negara di Asia.

Sementara itu di kesempatan yang sama Kepala Departemen Pengembangan UMKM (DPUM) BI Yunita Resmi Sari menambahkan, memang potensi ekspor produk pesantren ini ke depannya cukup bagus.

Tak harus ekspor secara langsung, pesantren-pesantren ini bisa bekerjasama dengan UMKM untuk bisa membantu memasarkan ke beberapa negara di dunia.

"Salah satu pasar potensial untuk ekspor produk-produk halal pesantren ini ke beberapa Timur Tengah, seperti Dubai dan juga Turkey. Karakter konsumsi dan fashion mereka itu mirip-mirip dengan Indonesia," terang dia.

Selain itu, Bank Indonesia juga siap menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI) / Eximbank untuk melakukan pendampingan dan menghubugkan produk-produk halal dari pesantren ini dengan berbagai negara.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QvHrqv
December 12, 2018 at 07:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2QvHrqv
via IFTTT

Thursday, November 29, 2018

Buni Yani: Saya Masih di Badan Pemenangan Prabowo-Sandi

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan terpidana Buni Yani. Buni Yani sebelumnya divonis 18 bulan penjara lantaran dinilai melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena mengedit video pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaj Purnama (Ahok) oleh Pengadilan Negeri Bandung.

Putusan itu tak berubah saat Buni Yani mengajukan banding di Pengadilan Tinggi Jawa Barat. Putusan hakim makin dikuatkan oleh hakim MA.

"Permohonan Kasasi JPU dan terdakwa ditolak," demikian bunyi putusan dilansir dari situs MA, Senin 26 November 2018. 

Permohonan itu diputus pada 22 November 2018. Dipimpin Hakim Ketua Maruap Dohmatiga Pasaribu dan dua hakim anggota, Eddy Army dan Sri Murwahyuni. Dengan putusan itu, artinya Buni Yani bisa segera dieksekusi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QsKLSC
November 29, 2018 at 07:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2QsKLSC
via IFTTT

Sunday, November 25, 2018

Babak Pertama: Timnas Indonesia VS Filipina Masih Kacamata

Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia belum mampu menjebol gawang Filipina di babak pertama pada laga pamungkas Grup B Piala AFF 2018, Minggu (25/11/2018) malam WIB. Pada 45 menit pertama, skor imbang tanpa gol.

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, pelatih timnas Indonesia Bima Sakti menurunkan komposisi terbaik meski sudah dipastikan tidak akan bisa lolos ke semifinal Piala AFF 2018. 

Filipina hampir membungkam SUGBK pada saat laga berjalan lima menit. Kiper Andritany Ardhiyasa gagal mengalau umpan silang Filipina dengan sempurna. Si kulit bundar jatuh ke kaki Stephan Schrock. Beruntung, bola sepakan Schrock masih melebar dari gawang Indonesia.

Timnas Indonesia balas mengancam di menit sembilan lewat situasi bola mati. Umpan tendangan bebas Evan Dimas disundul oleh kapten Hansamu Yama Pranata. Akan tetapi bola masih meleset dari sasaran.

Pada sisa babak pertama, timnas Indonesia kerepotan mengimbangi lini tengah Filipina. Timnas Indonesia lebih banyak mengandalkan tusukan dari Riko Simanjuntak. Aksi Riko cukup merepotkan Filipina.

Sayangnya tak ada umpan-umpan akurat yang mampu diberikan Riko untuk penyerang timnas Indonesia Beto Goncalves. Skor kacamata mengakhiri babak pertama.

https://ift.tt/2OStBsW

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KuNbuj
November 25, 2018 at 07:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2KuNbuj
via IFTTT

Friday, November 23, 2018

Kampanyekan Jokowi-Ma'ruf, PDIP Gelar Safari Kebangsaan di 3 Provinsi

Liputan6.com, Jakarta - PDIP menggelar Safari Kebangsaan jilid kedua ke delapan kabupaten/kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Safari Kebangsaan ini untuk memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

"Setelah pekan lalu menelusuri jalur utara Jawa, Ibu Megawati Soekarnoputri kembali memberikan instruksi kepada partai untuk menggelar safari via jalur selatan Jawa," ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan pers, Jumat (23/11/2018).

Dia menjelaskan, sepanjang perjalanan nanti, selain menyerap aspirasi dari kader partai dan masyarakat yang ditemui, tujuan safari kebangsaan juga ini untuk menyampaikan perintah Megawati kepada seluruh kader partai untuk wajib memenangkan pasangan calon Jokowi-Ma'ruf.

"Singkatnya, PDIP total dalam menghadapi pileg dan pilpres," ujar dia.

Dia mengaku, bakal memimpin rombongan bersama Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, serta caleg DPR RI PDIP, seperti Ono Surono, Augustina Connie, Kirana Larasati, dan Yayan Sopyani Alhadi. Menyusuri Pulau Jawa dengan bus, PDIP bakal melakukan pengecekan tiga pilar partai untuk memenangkan Pileg dan Pilpres 2019.

"PDIP komit untuk terus mendongkrak elektabilitas pasangan calon presiden Joko Widodo dan calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin melalui gerak serempak Tiga Pilar Partai. Itulah yang melandasi safari kebangsaan PDIP," kata Hasto.

Safari kebangsaan akan dilaksakan selama tiga hari, mulai Sabtu 24 November 2018 sampai Senin 26 November 2018. Delapan kota/kabupaten yang bakal disambangi adalah Bandung Barat, Garut, Pangandaran, Cilacap, Magelang, Borobudur, Sleman, diakhiri di Yogyakarta. Beberapa elemen masyakarat bakal dijumpai selama perjalanan.

"Selain konsolidasi dengan DPC PDI Perjuangan di wilayah yang dikunjungi, rombongan dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan UMKM Garut. Lalu pertemuan dengan nelayan, meninjau program pemberdayaan nelayan di Pangandaran," ucap Sekjen PDIP itu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2AhaLWY
November 23, 2018 at 07:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2AhaLWY
via IFTTT

Thursday, November 22, 2018

DPRD Pertanyakan Ketegasan Anies Terapkan Perda Pemilik Mobil Wajib Punya Garasi

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI mempertanyakan ketegasan Pemprov DKI menegakkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Dalam Perda tersebut tercantum kewajiban pemilik mobil harus memiliki garasi.

Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi menyatakan, Gubernur DKI Jakarta dan jajarannya tidak tegas menerapkan aturan tersebut.

Akibatnya, warga dengan bebas membeli kendaraan baru dan makin enggan menggunakan kendaraan umum.

"Kita harus kencang dengan perda-nya, kita sudah punya Perda, laksanakan perda itu, kan undang undang, setiap orang memiliki motor/mobil itu harus punya garasi," kata pria yang kerap disapa Pras ini di Gedung DPRD DKI, Kamis (22/11/2018).

Menurut Pras, untuk mendukung penerapan ERP dan mendorong warga mau naik transportasi massal, maka kewajiban garasi harus dilaksanakan tidak setengah-setengah.

"Nah tugas pemerintah di sini, dari tingkat kelurahan, distributor mobil motor harus koordinasi dulu dari kelurahan kayak kita mengajukan kartu kredit ni, kan di kaji dulu kan di cek dulu. Apa rumah punya sendiri, punya garasi enggak," kata Prasetio.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2r1EZsQ
November 22, 2018 at 07:53PM from Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2r1EZsQ
via IFTTT

Monday, November 19, 2018

Meldi Cuma Fokus Kasih Barang Bukti, Tak Peduli Ada Dewi Perssik

Suara.com - Penyanyi dangdut Dewi Perssik dan Rosa Meldianti, seteru sekaligus keponakannya tak bertemu meski mereka sama-sama di dalam gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (19/11/2018).

Kuasa hukum Meldi mengatakan pihaknya tak memedulikan kehadiran Dewi Perssik. Sebab, kehadirannya di sana hanya ingin menyerahkan barang bukti terkait laporanya terhadap Depe-sapaan akrab Dewi Perssik.

"Hari ini kita kordinasi aja soal barang bukti dan lain-lain dan minta hadir lagi pada Rabu," katanya.

"Nggak sempat ketemu," ujar Meldi menimpali.

Terlepas dari itu, Meldi berharap laporannya bisa terus ditangani polisi sampai ke pengadilan.

"Saya serahkan semua semua ke kuasa hukum, doain aja yang terbaik," kata Meldi.

Sementara, di kesempatan lain, Dewi Perssik mengaku sengaja menghindar dari Meldi. Sebab, dia khawatir tak bisa mengontrol emosi jika melihat keponakannya itu.

"Kalau saya bertatapan langsung yang ada saya akan gaplok," kata Depe.

Awal perseteruan mereka berawal dari keinginan Meldi yang ngebet menjadi seorang artis.

Sebagai tante, Dewi Perssik sudah berusaha membantu mengorbitkan Meldi. Sayangnya, produser menolak Meldi untuk jadi penyanyi.

Dari sana, keduanya saling sindir di media sosial. Hingga akhirnya, Meldi menyebut payudara dan bokong milik Dewi Perssik adalah palsu.

Akibatnya, Meldi dilaporkan Dewi Perssik dengan pasal pencemaran nama baik dan fitnah. Belakangan, Meldi juga sudah melaporkan balik .

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zkGab8
November 19, 2018 at 07:53PM from Suara.com https://ift.tt/2zkGab8
via IFTTT