Pages

Showing posts with label 2018 at 07:42PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:42PM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

Begini Peran Srikandi RI Atasi Rumitnya Divestasi Freeport

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia akhirnya resmi memiliki 51,23 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Untuk mengambil alih saham tersebut, pemerintah Indonesia melewati berbagai proses.

Lewat tulisannya, Pendiri Program Doktor Ilmu Strategi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald Kasali memaparkan cerita di balik divestasi terumit di dunia dan peran tiga srikandi Indonesia. Tiga srikandi tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Dalam tulisan tersebut, Rhenald Kasali menyebutkan kalau ada salah satu cerita yang tak diketahui publik, yaitu bagaimana salah satu srikandi Indonesia menghadapi CEO dan Vice Chairmen Freeport McMoran Copper and Gold Inc, Richard Adkerson.

"Kalau cerita bagaimana Sri Mulyani menghadapinya, sebagian sudah beredar. Lain kali saya jelaskan. Tapi saya ingin menjelaskan dulu peran Rini (Menteri BUMN Rini Soemarno-red)  yang memang sangat low profile,” tulis dia, seperti dikutip Sabtu (29/12/2018).

Rhenald menuturkan, kendati dipaksa patuh hukum yang berlaku, Richard Adkerson dan timnya masih terbiasa dengan gaya pendahulunya Bob Moffet. Bob dikenal enteng menghadapi presiden-presiden terdahulu. Karena deal-nya dengan presiden, maka bisa ditebak akibatnya.

Ia menyebutkan, Rini memang sempat mendengar PT FI bisa diambil tanpa bayar pada 2021. Akan tetapi, sebagai mantan CEO Astra International, ia tahu persis semua itu omong kosong.

"Itu sama ibaratnya dijanjikan akan mendapatkan iPhone ber-casing emas. Alih-alih Iphone, yang tertinggal bisa jadi cuma casing-nya saja. Teknologinya pasti dibawa pulang asing. Belum lagi tuntutan-tuntutan hukumnya," tulis dia.

Ia menambahkan, kalau dibawa ke Mahkamah Agung RI, mungkin dimenangkan. Akan tetapi, masalahnya menurut Rhenald, kasus ini akan dibawa ke ranah arbitrase internasional. "Kemungkinan menangnya di bawah 40 persen," tulis dia.

Jadi satu-satunya jalan, menurut dia adalah negosiasi secara rasional agar jangan sampai mendapat casing emasnya saja. "Begitulah mengurus korporasi. Ini bukan game gagah-gahagan asal ngomong, melainkan sebuah game logis dan harus penuh perhitungan," ujar Rhenald.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Rhenald menuturkan, dirinya mengenal Rini Soemarno sejak 1999 ketika kembali ke PT Astra Internasional sebagai CEO. Rini ditugaskan mengatasi kerugian sebesar Rp 7,3 triliun yang membuat Astra nyaris bangkrut, ia pun melakukan restrukturisasi besar-besaran.

"Begitu prosesnya selesai, saya diminta memberi penjelasan kepada para investor strategisnya sekaligus meluncurkan logo barunya. Duduk di sisi kiri saya Kasospol TNI, Susilo Bambang Yudhoyono, dan di sebelah kanan saya, Dr. Sri Mulyani. Saat itu Sri adalah pengamat ekonomi," ujar dia.

"Seingat saya investor gelisah karena harga saham Astra terus anjlok ke sekitar Rp 200. Tetapi Rini dan saya menenangkan. Juga SBY dan SMI. Ia meyakinkan bahwa memegang saham Astra harus long term," ia menambahkan.

Kelak rekomendasi itu tepat adanya. Pada 2010, harga saham Astra Internasional berhasil tembus Rp 40.550.  Lantas apa hubungannya dengan Freeport? 

"Begini, ternyata salah satu investor Astra itu, kebetulan juga salah satu pemegang saham penting dari Freeport McMoran, di samping Vanguard dan Icahn. Rini tidak menyia-nyiakan info itu. Apalagi para eksekutif perusahaan investasi itu sudah lama mengenal reputasinya. Ia segera mengontak mereka dan bertemu di London," ujar Rhenald.

Dari portofolionya sebesar USD 100 miliar, Rhenald menuturkan, mereka ternyata menguasai portofolio dalam bidang tambang yang cukup besar, sekitar USD 40 miliar. "Bisa dibayangkan, betapa takluknya para CEO perusahaan tambang pada investor besar ini," tulis Rhenald.

Singkat cerita, eksekutif perusahaan investasi itu pun bekerja dan berhasil menjelaskan kepada publik Indonesia telah berubah. Indonesia juga mendapatkan rating bagus dari Moody’s and Fitch Group.

"Di lain pihak, perusahaan investasi itu sudah lama mendalami siapa-siapa saja CEO yang menjadi pembuat kebijakan di Indonesia sehingga mereka punya harapan positif. Bahkan mereka ikut membeli Global Bond Indonesia. Selanjutnya, apa yang terjadi dengan Adkerson saya tidak tahu persis. Saya mendengar Richard Adkerson menjadi lebih kooperatif," kata Rhenald.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2s0R3Lk
December 29, 2018 at 07:42PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2s0R3Lk
via IFTTT

Thursday, December 27, 2018

Alokasi Peremajaan Komoditas Kelapa dan Kakao Menurun di 2019

Di samping itu, untuk target peremajaan komoditas karet pada 2019 sendiri berada di delapan provinsi, mulai dari Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

Kemudian untuk kakao terget peremajaan berada di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah, Aceh, Sumatra Barat, Lampung, Gorontalo, Papua Barat, Sulawesi Barat.

"Kelapa dari Aceh, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kalimantan Tengah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, Bali, NTB, NTT, Papua, Maluku Utara, Gorontalo," pungkasnya

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SilcBq
December 27, 2018 at 07:42PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2SilcBq
via IFTTT

Thursday, December 13, 2018

Tak Mau Terjebak Strategi Prabowo, Timses Jokowi Ogah Ikut Pindah Markas

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Sadzily menyatakan markas pemenangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu itu tak akan ikut dipindahkan ke Jawa Tengah (Jateng) seperti posko pemenangan Prabowo-Sandi.

"Tidak perlu dibuat skenario yang sama, karena begini, secara kultural, secara sosiologis masyarakat Jateng sudah terbentuk," ujar dia di Kawasan Slipi, Jakarta Barat, Kamis (13/12/2018).

Menurut Ace, keputusan Prabowo-Sandi pindah markas bisa jadi sebuah jebakan, atau sebuah strategi. Ace tak mau Tim Jokowi-Ma'ruf terlena begitu saja.

"Bisa jadi itu bagian dari strategi tim Pak Suhud (Jubir BPN Prabowo-Sandi) biar tim kita juga ikutan fokus di Jateng, nanti daerah lain lepas, itu kan yang bahaya," kata Ace.

Lagipula, dia merasa yakin, jika PDI Perjuangan, Golkar, PPP, PKB, dan NasDem bersatu, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Termasuk keputusan tim Prabowo-Sandi yang akan memindahkan markas pemenangannya.

"Di Jateng kami sudah memetakan mana wilayah nasionalis, mana wilayah santri. Eksperimentasi beberapa kali melakukan Pilkada selalu sama. Kalau merah, kuning, hijau, biru bersatu tidak ada satu hal yang perlu dikhawatirkan," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PAZo1I
December 13, 2018 at 07:42PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2PAZo1I
via IFTTT

Sunday, November 25, 2018

Jokowi Menepis Hoaks, dari Isu PKI hingga Kriminalisasi Ulama

Liputan6.com, Palembang - Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang juga maju sebagai calon presiden kerap diterpa isu miring dan berita bohong. Salah satunya isu bergabungnya dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dia mengakui setiap hari selalu mendapatkan informasi tentang isu miring tersebut. Selama empat tahun lebih menjabat sebagai Presiden RI, Jokowi hanya diam dan tak pernah menggubris isu tersebut. Namun kali ini sepertinya suami dari Iriana ini tidak bisa tinggal diam.

"Cara politik yang tidak beretika dan beradab harus dihentikan. Tidak bisa negara berjalan seperti itu. Kita berbeda-beda, kalau dirusak dengan tidak bertata krama akan saya kejar, ini merusak demokrasi," katanya usai melantik Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumatera Selatan (Sumsel) Jokowi Amin Indonesia Maju,di Sultan Convention Center Palembang, Minggu (25/11/2018).

PKI dibubarkan sekitar tahun 1965-1966 saat Jokowi berusia empat tahun. Dia pun tidak habis pikir, isu tersebut terus digiring, bahkan dipercaya lebih dari 9 juta masyarakat Indonesia.

Foto kampanye pendiri PKI, DN Aidit di tahun 1955 juga turut menggelitik Jokowi. Karena ada salah satu foto pria berbaju kemeja putih yang wajahnya mirip dengannya. Padahal di tahun itu, Jokowi bahkan belum lahir.

"Saya lahir tahun 1961, ada ya balita yang ikut PKI? Logikanya tidak masuk akal. Tapi enam persen masyarakat Indonesia percaya. Apalagi di media sosial banyak menyebar isu itu," katanya.

Banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal negara Tiongkok yang sering disebut dengan Antek Aseng juga menjadi isu yang menyerang Jokowi. Orang nomor satu di Indonesia ini langsung menepisnya. Jokowi menunjukkan grafik perbandingan jumlah TKA dengan jumlah penduduk di enam negara.

Di Uni Emirat Arab, serapan TKA mencapai 80,2 persen, Arab Saudi di angka 33,78 persen, Brunei Darussalam sebesar 32,45 persen, Singapore mencapai 24,38 persen, Malaysia sebanyak 5,44 persen, dan Indonesia hanya 0,03 persen.

"Indonesia tidak sampai 1 persen jumlah TKA, hanya 0,03 persen. Banyak isu antek aseng terutama dari Tiongkok. Kita dapat turis dari Tiongkok sebanyak 10 Juta, tapi ini dibelokkan jadi TKA Tiongkok," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2THgZIx
November 25, 2018 at 07:42PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2THgZIx
via IFTTT