Friday, July 5, 2019
Top 3 Berita Hari Ini: Putra Bungsu Waldjinah Meninggal Dunia Akibat Penyakit Jantung
Liputan6.com, Jakarta - Top 3 berita hari ini mengungkap kepedihan mendalam yang tengah dihadapi keluarga maestro keroncong Waldjinah. Sang putra bungsu tutup usia pada usia 53 tahun karena penyakit jantung yang telah lama di derita.
Meninggalnya putra bungsu dari lima bersaudara itu membuat Waldjinah sempat syok. Namun, keluarga terus menguatkan si pelantun Walang Kekek ini atas kepergian putra tercinta.
Bicara soal Nahdlatul Ulama (NU), tahukah Anda siapa sosok kiai pertama yang mendirikan NU di Indonesia? Meski namanya tak sebesar Gus Dur, Mbah Ma'shum bin Syamsuddin menjadi salah satu tokoh penting seiring perkembangan NU hingga saat ini.
Lewat tangan ulama besar kelahiran Desa Tinatah, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang ini, cabang NU pertama di Indonesia berdiri di Kabupaten Blora, pada 1927.
Sementara itu, dari Bangkalan, Madura, Jawa Timur, sebuah ide bisnis tercipta dari kebiasaan nongkrong sambil nyeruput kopi. Dengan modal yang cukup, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, membangun kedai sederhana dan menamainya Kandang Kopi.
Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini:
1. Putra Bungsu Maestro Keroncong Waldjinah Meninggal Dunia
Air mata maestro keroncong Waldjinah terus mengalir. Dia menangisi kepergian putra bungsunya, Bintang Nur Cahya (53) yang meninggal dunia di RS Kasih Ibu Solo, Jumat (5/7/2019).
Bintang seolah menjadi putra yang istimewa karena namanya itu merupakan pemberian dari Presiden Sukarno.
Menurut salah satu putra Waldjinah, Ari Mulyono, adiknya tersebut meninggal karena penyakit jantung yang telah lama dideritanya. Berdasarkan riwayat kesehatan, Bintang mulai menderita sakit jantung sejak tahun 2008 silam.
2. Menelusuri Jejak Mbah Ma'shum, Pendiri Cabang Pertama NU di Indonesia
Dibanding Gus Dur, Mbah Ma'shum bin Syamsuddin mungkin tidak begitu familiar di masyarakat luas. Namun Mbah Ma'shum bukan orang sembarangan, dia merupakan sosok kiai pertama yang mendirikan cabang Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia.
Mbah Ma'shum merupakan ulama besar kelahiran Desa Tinatah, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang. Dirinya wafat pada 1947 dan dimakamkan di Kidangan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Syaerozi (60), suami dari cucu Mbah Ma'shum kepada Liputan6.com menceritakan, cabang NU pertama di Indonesia ada di Kabupaten Blora, berdiri pada 1927, tepatnya setahun setelah NU berdiri di Surabaya pada 31 Januari 1926.
3. Jangan Ada Kopi Renteng di Antara Kita
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2843912/original/030955000_1562158802-IMG-20190703-WA0061.jpg)
Menyeruput kopi, aktivitas yang jamak dianggap mubazir dan buang-buang waktu, serta identik dengan pengangguran. Meski demikian, lewat tangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, stigma tersebut perlahan dihilangkan dengan menjadikannya sebuah ide bisnis yang sangat menjanjikan.
Awalnya, Saini Sukijan membuat kedai kopi karena dirinya kesulitan menemukan tempat nongkrong begitu pulang kampung ke Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, setelah empat tahun merantau ke Kota Kupang, NTT, pada 2015.
Bermodal pinjaman emas milik saudara dan keluarga, Saini membangun kedai sederhana dan menamainya Kandang Kopi karena seluruh bangunan berbahan bambu dan beratap rumbia--mirip kandang sapi.
Saksikan video pilihan di bawah ini:
Waldjinah meraih anugrah penghargaan AMI Awards 2017 untuk kali kelima. Waldjinah menyabet penghargaan karya produksi keroncong kontemporer
https://ift.tt/30m8cOR
July 06, 2019 at 07:30AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/30m8cOR
via IFTTT
Pelatih Persib Sesalkan Gol Mudah Persebaya
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape.png,553,20,0)/kly-media-production/medias/2846029/original/094468100_1562337576-Persebaya_vs_Persib-2.jpg)
Liputan6.com, Bandung Pelatih Persib Bandung Robert Alberts kecewa berat dengan hasil akhir timnya saat menghadapi Persebaya Surabaya, Jumat (5/7/2019). Dalam laga pekan ketujuh Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, tim berjulukan Maung Bandung dibantai 0-4 oleh Bajul Ijo.
Pada laga tersebut, striker Persebaya Amido Balde mencetak hattrick, tepatnya pada menit ke-34, 44, dan 58. Satu gol lainnya diciptakan oleh Irfan Jaya (81').
"Sangat jelas permainan lawan sangat efektif dibandingkan dengan kami, itu yang membedakan di pertandingan tadi. Selamat untuk Persebaya untuk kemenangan ini," kata Robert mengawali pernyataannya terkait pertandingan.
Robert menilai pertandingan antara kedua tim berjalan cepat. Namun, Bajul Ijo unggul secara kekuatan. Persib bahkan tertinggal dua gol pada paruh pertama setelah Amido Balde sukses memperdayai kiper Persib, M. Natshir.
"Kita kemasukan dengan sangat mudah sebelum kita masuk ke ruang ganti di jeda babak pertama," katanya.
Robert menuturkan, Persib sebenarnya sudah berusaha untuk bangkit dan membalas ketertinggalan. Namun, Maung Bandung malah kebobolan lagi. Balde kembali mencatatkan namanya di papan skor dan gol pamungkas dicetak Irfan Jaya pada menit 80.
Striker andalan Persib Bandung Ezechiel N'Douassel sukses mengeksekusi penalti di menit 79 ketika Maung Bandung melawan Madura United. Golnya itu merupakan gol perdana King Eze di Liga 1 2019 bersama Persib.
Turun ke 13
"Namun kita malah kebobolan tiga gol dengan skema yang hampir sama. Itu salah satu kelemahan yang terekspos lawan di tim saat ini," ujar Robert.
Kekalahan ini membuat Persib turun ke peringkat 13 klasemen dengan raihan enam poin. Adapun buat Persebaya, tambahan tiga angka membuat mereka naik ke peringkat lima dengan raihan 11 poin.
Simak video pilihan berikut ini:
https://ift.tt/2XS8SgY
July 06, 2019 at 07:30AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2XS8SgY
via IFTTT
Beruntung Banget, Wanita Singapura Ini Dipeluk Cristiano Ronaldo
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2786154/original/029104300_1556017551-000_1FT1ZQ.jpg)
Liputan6.com, Singapura- Di sela-sela libur musim panas, bintang Juventus Cristiano Ronaldo menyempatkan diri berkunjung ke Singapura pekan ini. Ronaldo datang memenuhi undangan konglomerat Singapura Peter Lim.
Ronaldo dan Peter Lim memang sudah saling mengenal sejak lama. Ronaldo beberapa kali datang ke Singapura untuk menghadiri acara yang diadakan Peter Lim.
Kali ini Ronaldo datang ke Singapura untuk menghadiri beberapa kegiatan amal yang digelar Peter Lim.
Kedatangan Ronaldo di Singapura disambut antusias penggemarnya. Ronaldo sangat ramah menyapa para fans di Singapura. Bahkan salah seorang fan wanita Ronaldo mendapat durian runtuh. Dia dipeluk Ronaldo.
Fan wanita ini menunggu Ronaldo di belakang panggung. Saat Ronaldo akan lewat, wanita cantik tersebut standby dengan ponselnya.
Tak disangka Ronaldo malah menghampiri dan memeluknya. Fan wanita yang beruntung ini histeris dipeluk oleh Ronaldo.
Cristiano 🤣 pic.twitter.com/r10bVO97cf
— Juvefc.com (@juvefcdotcom) July 5, 2019
ICC Singapura
Ronaldo sendiri akan kembali ke Singapura 21 Juli mendatang. Pria Portugal itu akan datang bersama skuat Juventus untuk menghadapi Tottenham Hotspur di International Champions Cup 2019.
Selain Singapura, Ronaldo dan Juventus akan mengunjungi dua negara Asia lain yakni China dan Korea Selatan.
Cristiano Ronaldo dan Pencetak Gol Sepanjang Masa El Clasico
https://ift.tt/2Xwn4NB
July 06, 2019 at 07:00AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2Xwn4NB
via IFTTT