Pages

Showing posts with label 2019 at 08:25PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:25PM. Show all posts

Tuesday, May 21, 2019

Indocement Bagi Dividen Rp 550 per Saham

Liputan6.com, Jakarta Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk menyetujui penggunaaan laba bersih 2018 senilai Rp 1,14 triliun, ditambah dengan Rp 878,74 miliar atau 4,74 persen dari saldo laba ditahan sebagai dividen.

"Sehingga besarnya dividen yang diterima oleh pemegang 1 saham adalah Rp 550," kata Direktur Utama PT Indocement, Christian Kartawijaya, di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Dengan memperhatikan ketentuan PT Bursa Efek Indonesia, untuk periode cum dividen untuk pasar reguler dan pasar negosiasi adalah hari Selasa (28/5) dan ex dividen adalah hari Rabu (29/5).

Sedangkan cum dividen untuk pasar tunai pada Senin, 10 Juni 2019 dan ex dividen-nya adalah hari Selasa, 11 Juni 2019.

"Pembayaran dividen dilakukan sejak hari Jumat, 21 Juni 2019. Pajak atas dividen tunai akan diberlakukan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia," ujar dia.

Pemegang saham juga menyetujui untuk mengangkat kembali anggota Direksi, David Clarke untuk masa jabatan terhitung sejak penutupan rapat ini sampai dengan penutupan RUPS Tahunan Perseroan tahun buku 2021, yang akan diadakan pada 2022.

Masa jabatan anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi Perseroan ada|ah sampai dengan penutupan RUPST Perseroan tahun buku 2020 yang akan diselenggarakan pada 2021.

Namun ini kecuali untuk Kevin Gluskie yang akan berakhir pada penutupan RUPST Perseroan tahun buku 2019 yang akan berlangsung pada tahun 2020 dan David Clarke yang akan berakhir pada penutupan RUPST Perseroan tahun buku 2021 yang akan diselenggarakan pada tahun 2022.

Reporter: Wilfridus Setu Umbu

Sumber; Merdeka.com

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QhgPWT
May 21, 2019 at 08:25PM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2QhgPWT
via IFTTT

Monday, May 20, 2019

Hasil Pemilu Australia 'Mengejutkan': Mengapa Lembaga Survei Bisa Meleset?

Liputan6.com, Canberra - Lembaga survei utama di Australia menjadi sorotan setelah "kesimpulan" mereka mengenai pemenang di Pemilihan Umum Australia, Sabtu kemarin (18/05) ternyata keliru dan meleset.

Hasil Pemilu di Australia yang mengantarkan Scott Morrison dari Partai Liberal kembali ke tampuk kepemimpinan Perdana Menteri mengejutkan semua pihak.

Sebelum Pemilu, sejumlah lembaga survei ternama seperti Newspoll, Ipsos, Essential, YouGov Galaxy dan Roy Morgan "menjagokan" Partai Buruh (ALP) yang diprediksi akan mengambilalih pemerintahan dari tangan partai Koalisi Liberal dan Nasional.

Angka yang mereka rilis, jika dikombinasikan adalah 51,7 persen untuk kemenangan ALP dan 48,3 persen untuk Koalisi - untuk perhitungan suara dua partai (two-party preferred vote).

Bahkan, lembaga-lembaga survei yang selalu mengandalkan dalih "metode akademis" ini telah sejak Agustus 2018 memprediksi kemenangan oposisi ALP yang akan mendudukkan Bill Shorten sebagai Perdana Menteri menggantikan Scott Morrison.

Namun faktanya, ALP menderita kekalahan telak - terutama karena faktor Dapil-dapil di negara bagian Queensland yang disapu bersih oleh Koalisi, status quo di Australia Barat, serta hasil yang kurang menggembirakan di Victoria, demikian seperti dikutip dari ABC Indonesia, Senin (20/5/2019).

Kekeliruan terbesar para lembaga survei yaitu memprediksi "perolehan suara pertama" (primary vote) Partai Koalisi. Bandingkan selisih kekeliruan ini antara 51-49 persen untuk ALP dengan hasil Pemilu 57-43 persen untuk Koalisi.

Lembaga survei memang memprediksi dari 30 Dapil di Queensland kemungkinan akan dimenangkan Koalisi, namun tidak satu pun yang memprediksi ALP akan menderita kekalahan besar di sana. Sejauh ini oposisi diperkirakan hanya memenangkan maksimal 6 Dapil.

Dirut YouGov Galaxy David Briggs kepada media setempat menjelaskan kondisi ini merupakan "rekor terburuk" para lembaga survei di Australia.

"Ini belum pernah terjadi di Australia. Kita telah melihat kekeliruan lembaga survei di AS, Inggris dan negara lainnya, namun belum pernah terjadi di sini. Baru sekarang ini," kata Briggs.

Dia mengaku perusahaan surveinya akan memeriksa secara seksama mengapa mereka membuat kekeliruan namun tidak akan terburu-buru.

Sementara Direktur Ipsos Australia Jess Elgood menjelaskan, pihaknya akan butuh waktu untuk memahami apa yang terjadi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ek5Kzv
May 20, 2019 at 08:25PM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2Ek5Kzv
via IFTTT

Saturday, April 20, 2019

Manchester City Kembali Bekuk Tottenham untuk Puncaki Liga Inggris

Seperti duel kedua klub di Liga Champions beberapa hari sebelumnya, gol cepat hadir pada pertandingan ini. Adalah Foden yang mencatatkan nama di papan skor memaksimalkan umpan Aguero.

Namun, tidak seperti laga yang berkesudahan 4-3 bagi Manchester City itu, Tottenham gagal mencetak gol di babak pertama. Kiper tuan rumah Ederson sukses meredam tendangan Christian Eriksen. Ederson juga menghentikan laju Son Heung-min jelang jeda.

The Citizens urung memperbesar keunggulan melalui Bernardo Silva, Kevin De Bruyne, dan Kyle Walker. Yang ada tuan rumah dipusingkan cedera lutut De Bruyne yang memaksanya meninggalkan pertandingan. Masuk sebagai pengganti Fernandinho.

Manchester City terus menekan selepas istirahat. Tapi, hilangnya De Bruyne mengurangi kreativitas serangan. Tuan rumah cenderung mengandalkan kecepatan Raheem Sterling dan kemudian Leroy Sane yang menggantikan Aguero. Salah satunya berupa peluang Sterling yang memaksa penjaga gawang Spurs Paulo Gazzaniga memperlihatkan kesigapannya. 

Pada saat bersamaan, pertahanan The Citizens kesulitan meredam bola panjang Tottenham. Namun, tuan rumah sukses mengatasi tekanan untuk membawa pulang tiga angka. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UtB18v
April 20, 2019 at 08:25PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2UtB18v
via IFTTT

Sunday, February 24, 2019

KPK Kembali Ingatkan Agar Rakyat Tak Pilih Caleg yang Pernah Terlibat Korupsi

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkali-kali mengingatkan agar masyarakat tidak memilih caleg yang pernah terlibat korupsi. Anjuran ini demi mewujudkan pemerintahan yang bersih.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, seharusnya, warga diberi pendidikan politik yang baik oleh partai dengan tidak mencalonkan mereka yang pernah terlibat korupsi.

"Jangan yang pernah terlibat korupsi. Kita mendukung dan memang kita itu waktu ketua KPU ke sini (KPK) kita sampaikan kita mendukung, umumkan saja. Bahkan, KPK mungkin akan memuat ya kalau memungkinkan di website KPK, kan itu lebih bagus," kata Alexander, di Jakarta, seperti yang dilansir Antara, Minggu (24/2/2019).

Sebelumnya, KPK kembali mengumumkan 32 nama baru calon legislatif (caleg) eks-koruptor pada Pemilu 2019. Jika sebelumnya ada 49 daftar caleg, saat ini total terdapat 81 caleg, baik DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, maupun DPD yang pernah terlibat kasus korupsi.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menilai yang paling penting adalah imbauan dan membangun kesadaran masyarakat sebagai pemilih agar benar-benar memperhatikan siapa yang hendak dipilih karena mereka akan mewakili rakyat di parlemen.

Masyarakat jadi bisa memperoleh penerangan untuk wakil-wakil yang akan dipilih dan tahu mana yang bersih dan jujur.

"Kalau hanya memilih, misalnya, berdasarkan uang yang diberikan maka artinya pemilih berkontribusi untuk tidak mewujudkan Indonesia yang lebih baik ke depan, jadi kita perlu jauh lebih hati-hati untuk memilih dan pilihlah orang-orang yang punya rekam jejak atau latar belakang yang bisa dipertanggungjawabkan dan tidak terkait kasus korupsi," ujar Febri.

Rohaniawan sekaligus budayawan Franz Magnis-Suseno atau Romo Magnis di kesempatan berbeda mengatakan pengajuan caleg yang pernah dijatuhi hukuman dan dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi adalah pendidikan yang buruk.

"Untuk pendidikan etika politik untuk masyarakat itu suatu signal yang buruk. Di situ tentu kriterianya juga apa yang menjadi program partai dan sebagainya, jadi sangat sulit melarang hal itu. Karena ada pertimbangan macam-macam," tutur Romo Magnis.

Dia berharap, adanya kesadaran masyarakat bahwa caleg-caleg yang pernah dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi, seharusnya tidak dapat tempat dalam politik.

"Mereka mewakili rakyat, demokrasi itu kekuasaan rakyat. Kalau dewan itu semakin banyak terdiri dari orang-orang yang memanfaatkan situasi untuk diri sendiri bahkan dengan tidak jujur amat membahayakan demokrasi," ucapnya.

Langkah KPU Dinilai Sudah Tepat

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menilai memang sudah tepat KPU mengumumkan daftar tersebut untuk memenuhi tanggung jawab.

Setelahnya, baru diberikan kebebasan kepada masyarakat untuk memilih caleg "bersih" atau mempunyai catatan bekas napi kasus korupsi.

"Biar nanti hasil pemilu kita lihat apakah masyarakat memilih atau tidak atau masyarakat memberikan mantan napi koruptor kesempatan. Kalau suara anjlok artinya jangan mengulangi kembali (usung caleg eksnapi koruptor)," ujar Jimly.

Dia mengakui hampir seluruh partai peserta pemilu bermasalah dalam pencalegan napi eks-koruptor. Kecuali Nasdem dan PSI.

Namun, mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu mengajak masyarakat untuk membantu berjalannya demokrasi.

"Semangat antikorupsi dimulai dari diri masing-masing, dari hak kita," kata Jimly.

Dari pengumuman KPU, muncul bahwa Partai Hanura jadi partai dengan jumlah caleg mantan koruptor terbanyak, yakni 11 orang. Disusul Partai Golkar dan Partai Demokrat dengan masing-masing 10 orang.

Kemudian ada Partai Berkarya dengan 7 orang, Partai Gerindra 6 orang, PAN 6 orang, Partai Perindo 4 orang, PKPI 4 orang, PBB 3 orang, dan PPP 3 orang. Lalu ada PKB 2 orang, PDIP 2 orang, Partai Garuda 2 orang, dan PKS 2 orang. NasDem dan PSI nihil.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GIIoq3
February 24, 2019 at 08:25PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2GIIoq3
via IFTTT

Sunday, February 3, 2019

Perlu Diingat, Inilah Tanda-Tanda Kerusakan Busi pada Mobil Kesayangan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu komponen yang penting bagi performa mobil kesayangan, adalah busi. Maka dari itu, perlu diperhatikan kondisinya, karena jika sudah rusak bakal berdampak pada ketidaknyamanan saat berkendara.

Melansir laman resmi Daihatsu Indonesia, busi mobil yang rusak bisa mengakibatkan mesin kehilangan tenaga dalam kondisi tertentu.

Akibat lain yang ditimbulkan akibat busi mesin yang tidak dalam kondisi baik, bakal membuat mesin menjadi tidak seimbang, karena tenaga yang dikeluarkan tidak sama pada tiap silinder mesin.

Selain itu, akibat paling fatal dari kerusakan busi adalah akan membuat mobil mogok, dan pastinya merepotkan. Nah, berikut tanda-tanda untuk mendeteksi kerusakan pada busi mobil:

1) Tanda Kerusakan Saat Mesin Idle

Masalah pada busi tentunya bisa dideteksi pada saat mesin mobil dalam kondisi idle. Jika terjadi masalah pada busi mobil, putaran mesin akan terasa tidak halus. Hal ini dapat dirasakan dari dalam kabin mobil. Dalam keadaan idle, biasanya akan muncul getaran-getaran yang menandakan busi bermasalah.

Pada saat mencoba menarik tuas gas mobil, akan terasa berat. Hal ini juga bisa menjadi petunjuk bahwa ada masalah dengan busi, jika tanda tersebut sudah terasa, dan bisa memeriksakannya ke bengkel.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

2) Tanda Kerusakan Busi Saat Mobil Jalan

Tanda-tanda kerusakan pada busi mobil selanjutnya bisa dilihat saat mobil dijalankan. Busi yang bermasalah, bakal menyebabkan akselerasi pada mobil menjadi tidak maksimal. Akselerasi menjadi terhambat karena mobil kekurangan tenaga.

Jika tanda-tanda seperti ini sudah dirasakan, jangan memaksakan mobil untuk melakukan akselerasi maksimal, karena jika dipaksakan, mobil bisa mengalami mogok.

3) Tanda Kerusakan Lewat Warna Busi

Cara lain untuk mendeteksi apakah busi mobil masih layak pakai atau sudah harus diganti melalui warna busi .

Apabila busi berwarna kecokelatan, ini menandakan masa penggunaan busi hampir habis dan harus segera diganti. Jika warna busi kemerahan atau kuning, ini menandakan mesin mobil Sahabat melakukan pemanasan berlebihan, dan bagian yang harus dicek adalah bagian pendingin.

Jika kondisi busi warna hitam gosong, itu menandakan ada yang salah dari setelan bahan bakar mobil, dan jika busi meleleh, kemungkinan kompresi mobil sahabat mengalami kebocoran, jadi segeralah bawa mobil ke bengkel kepercayaan.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HOaUZ0
February 03, 2019 at 08:25PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2HOaUZ0
via IFTTT

Tuesday, January 29, 2019

Pemberian Idrus Marham SGD 18 Ribu Diklaim Eni Saragih Sebagai Pinjaman

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih mengaku pernah meminjam uang ke Idrus Marham untuk biaya pilkada sang suami di Kabupaten Temanggung. Permintaan itu kemudian disanggupi Idrus Marham dengan memberi Eni SGD 18 ribu.

"SGD 18 ribu saya minta bantuan Pak Idrus Marham, saya ada hajat pilkada, saya pinjam sebenarnya dan dikasih sama Beliau," ujar Eni saat memberikan keterangan sebagai saksi atas terdakwa Idrus Marham di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

Jaksa mempertanyakan bentuk mata uang yang diberikan Idrus Marham yang berupa dolar Singapura. Eni mengaku tidak tahu menahu alasan mantan Sekretaris Jenderal Golkar itu memberikannya dolar Singapura.

"Anda sebut nominal berapa yang akan dipinjam?" tanya jaksa.

Eni Maulani menegaskan tidak ada nominal yang disebutkan saat permintaan pinjaman ke Idrus Marham.

Diketahui, dalam kasus suap PLTU Riau-1 ini ada ada tiga terdakwa penerima suap, yakni Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham. Sementara Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai pihak pemberi sudah divonis 2 tahun 8 bulan penjara.

Namun status hukum Kotjo belum tetap lantaran KPK masih melakukan upaya hukum banding.

2 dari 3 halaman

Uang untuk Munaslub

Idrus sendiri didakwa menerima Rp 2,25 miliar untuk keperluan Munaslub Golkar. Penerimaan tersebut diterimanya dari Johannes melalui Eni.

Atas perbuatannya, Idrus didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MErLw2
January 29, 2019 at 08:25PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2MErLw2
via IFTTT

Friday, January 18, 2019

OSO Tak Mau Mundur, KPU Ingatkan Setiap Warga Negara Sama di Mata Hukum

Liputan6.com, Jakarta Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan menegaskan sikap lembaganya tetap tidak memasukkan nama Oesman Sapta Odang (OSO) ke dalam daftar calon tetap (DCT) anggota DPD. Wahyu mengingatkan, setiap warga negara harus sama posisinya di mata hukum.

"Ya kita hargai Pak OSO. Setiap warga negara itu sama posisinya di mata hukum," kata Wahyu di Kode Inisiatif, Jakarta Selatan, Jumat (18/1/2019).

Dia nenambahkan, pihaknya akan menghargai upaya lain yang akan ditempuh OSO menyusul namanya yang tak kunjung masuk ke dalam DCT.

Sikap KPU itu merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi No 30/PUU-XVI/2018 yang melarang ketua umum partai politik rangkap jabatan sebagai anggota DPD.

Karena itu, pihaknya akan memberikan surat pemberitahuan tersebut kepada OSO. KPU juga akan memberikan surat tanggapan kepada Bawaslu atas langkah lembaga ini menolak memasukkan nama OSO dalam DCT.

Dalam putusan Bawaslu, KPU diperintahkan memasukkan nama OSO ke dalam DCT. Jika OSO nantinya terpilih menjadi anggota DPD, yang bersangkutan tetap harus mundur dari kepengurusan partai.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W20lEw
January 18, 2019 at 08:25PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2W20lEw
via IFTTT

Friday, January 4, 2019

Timses Jokowi-Ma'ruf Targetkan Menang 70 Persen di Tangerang

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Tangerang Jokowi-Ma’ruf Amin, Bambang Suwondo bersama dengan timnya menemui Ma’ruf Amin di kediamannya untuk membantu memenangkan perolehan suara di Tangerang, Banten.

Bambang menilai, karena suara Jokowi tertinggal dengan Prabowo di Tangerang pada Pilpres 2014, ia pun harus bekerja keras memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

"Untuk periode 2019 ini harus memenangkan. Maka dari itu kita bersama-sama membantu Kiai Ma'ruf Amin, karena putra daerah Banten harus menang 70 persen, itu target kita," ujar Bambang di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019).

Dia mengatakan, target jumlah suara 70 persen tersebut akan diwujudkan dengan menerapkan sejumlah cara.

Strategi yang akan digunakan adalah dengan mengumpulkan kaum milenial, ibu-ibu, alim ulama, tokoh masyarakat, dan juga kaum migran di Tangerang. 

"Orang-orang Jawa, luar Pulau Jawa di Kota Tangerang itu sangat besar dan siap memenangkan. Kebetulan sudah ada 47 paguyuban se-Jawa siap memenangkan Pak Jokowi-Ma'ruf Amin," tutur Bambang.

Menurutnya, memang masih ada beberapa wilayah yang dianggapnya sebagai zona merah, yaitu wilayah yang masih menantang dan harus direbut.

Bambang dan timnya pun sudah mengajak seluruh muslim dan muslimat warga Kota Tangerang untuk siap membantu putra daerah Jokowi-Ma’ruf Amin.

Dia menganggap, Tangerang Raya adalah basis kemenangan Banten. Hal itu karena penduduknya berjumlah kurang lebih 4 juta untuk memenangkan Banten pada umumnya.

Menurut survei internal terakhir, suara Paslon 01 sudah cukup meningkat meski masih ada sedikit selisih tertinggal dengan Paslon 02 Prabowo-Sandiaga.

"Tapi umumnya di kota-kota Banten sudah menang," tegas Bambang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CPrP8Q
January 04, 2019 at 08:25PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2CPrP8Q
via IFTTT