Monday, March 4, 2019
Saturday, March 2, 2019
Thursday, February 7, 2019
PDIP Sebut Jawa Barat Paling Rentan Diterpa Isu Komunis
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2536346/original/032798300_1544849398-Headline-B.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDI Perjuangan Ahmad Basarah megungkapan Provinsi Jawa Barat masih rentan terhadap propaganda fitnah komunis. Dia menyebut isu tersebut kerap kali dipakai untuk menyerang capres petahana Joko Widodo atau Jokowi dan PDIP.
"Masyarakat yang paling rentan dengan isu PKI dan komunis itu mayoritas adalah masyarakat di daerah pemilihan Jawa Barat termasuk di kabupaten Cianjur ini," ungkap Basarah saat konsolidasi pemenangan pemilu di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (7/2/2019).
Basarah menceritakan pertemuannya bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dengan Jokowi. Dia sempat menanyakan mengapa mantan Wali Kota Solo itu kerap membantah dirinya keturunan PKI. Dalam catatan Wakil Ketua MPR itu, Jokowi selalu membantah tiap pekannya melalui pidato sejak November lalu.
"Bukankah dengan demikian berarti kita menari digendangi orang lain? karena kita tahu siapa yang memakai kan isu itu. Terakhir pengakuan dari Pak La Nyalla, siapa yang menggemborkan isu komunis," kata dia.
Lantas, Jokowi mengungkap hasil survei internal, di mana terdapat sejumlah masyarakat masih mempercai adanya isu kebangkitan komunis.
"Hasil survei yang dilaksanakan oleh Pak Jokowi, ternyata 9 juta lebih rakyat indonesia percaya dengan isu bahwa PDIP itu partai komunis, PDIP itu PKI, dan oleh karenanya percaya juga bahwa Pak Jokowi itu adalah PKI dan komunis," kata Basarah.
Cara PDIP Tangkal Isu Komunis
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut mengkonter isu dan bertemu langsung dengan masyarakat merupakan cara menangkal adanya isu komunis. Seperti yang dilakukan oleh pihaknya melalui safari kebangsaan di setiap daerah.
"Kita sadari politik kerja bersama rakyat ini menunjukkan penguatan teritorial yang menajdi inti pemenangan itu," ucapnya.
Reporter : Ahda Bayhaqi
http://bit.ly/2UNQhNV
February 07, 2019 at 08:23PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2UNQhNV
via IFTTT
Sunday, January 27, 2019
Sunday, January 20, 2019
Ma'ruf Amin: Jokowi Cinta Ulama, Terbukti Wakilnya Ulama
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2708189/original/040214100_1547890239-ma_ruf_amin_hoaks.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Calon wakil presiden Ma'ruf Amin merasa bahagia mendapatkan dukungan dan doa dari para santri saat berkunjung ke Pondok Pesantren Mambaul Falah, Cihampelas, Cipatik, Kabupaten Bandung Barat.
"Saya bahagia dapat doa dan dukungan karena memang saya sekarang menjadi cawapres," ucap Ma'ruf di lokasi, Minggu (20/1/2018).
Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan, dia menjadi cawapres karena diajak Jokowi, dan dorongan dari para ulama.
Ma'ruf juga menyoroti ada yang menyebut agar tidak memilih calon yang didukung pemerintah. Melainkan calon yang didukung ulama.
"Saya bilang, kalau dukungan ulama itu sudah dari dulu. Semua presiden dari dulu didukung ulama. Tapi, kalau sekarang Pak Jokowi ini selain mendapatkan dukungan para ulama, juga menggandeng ulama," ungkapnya.
Dia menilai ini merupakan bentuk kecintaan Jokowi kepada ulama. Hal ini juga menepis tudingan yang dialamatkan kepada Jokowi bahwa sang petahana tersebut anti-ulama.
"Pak Pak Jokowi mencintai ulama. Buktinya dia menggandeng ulama. Katanya, Pak Jokowi anti-ulama, tapi ini wakilnya ulama. Jadi tidak benar," jelas Ma'ruf Amin.
Awal Kepemimpinan Ulama
Dia berharap ini merupakan awal para ulama memimpin negara. "Sekarang saya mewakili ulama jadi cawapres, besok saya harapkan ulama yang menjadi presiden di Indonesia," jelasnya.
Menurut dia, Jokowi juga banyak berperan untuk Islam. Misalnya, Jokowi menetapkan Hari Santri Nasional 22 Oktober. Peringatan Hari Santri Nasional itu baru ada setelah kurang lebih 70 tahun Indonesia merdeka.
"Baru 70 tahun atau 2015 lalu, 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional oleh Pak Jokowi," ujarnya.
Kiai Ma'ruf merasa aneh jika ada yang bilang Jokowi anti-Islam dan anti-ulama, maupun anti-santri. "Beliau mencintai kiai, mencintai ulama, mencintai santri. Bahkan beliau yang pertama adakan zikir nasional di Istana," jelasnya.
Saksikan video pilihan di bawah ini:
Dalam pertemuannya dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ma'ruf Amin meminta dukungan kepada PKB dan warga Nahdien untuk memengkan Pilpres bersama Jokowi.
http://bit.ly/2MlEp2R
January 20, 2019 at 08:23PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2MlEp2R
via IFTTT
Thursday, January 10, 2019
Muncikari: Artis VA yang Menawarkan Diri, Bukan Diajak
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2675826/original/009500400_1547125906-IMG-20190110-WA0097.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Dua muncikari TN dan ES yang terlibat kasus prostitusi online artis VA dan foto model AS mengaku bukan dirinya yang mengajak untuk masuk ke prostitusi. Melainkan VA sendiri yang menawarkan diri kepada mereka.
"Dia sendiri yang menawarkan diri, bukan saya yang menawarkan pada dia," kata ES yang diamini TN di Mapolda Jatim, Kamis (10/1/2019).
Saat ditanya seputar prostitusi online artis, kedua muncikari tersebut enggan menjawab.
Atas perbuatannya kedua tersangka akan dijerat dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE Pasal 27 ayat 1 dan 45 ayat 1 dengan ancaman hukuman 6 tahun. Serta Pasal 296 dan 506 KUHP tentang mentransmisikan di dunia maya mengenai pornografi.
Sebelumnya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan menuturkan, muncikari ES atau Endang (37) mempunyai jaringan 45 artis yang dipasarkan melalui media sosial.
"Jaringannya ada 45 oknum artis. Dua sudah diperiksa, kini tinggal 43 artis," ujar Luki di Mapolda Jatim, Senin 7 Januari 2019.
Sedangkan untuk muncikari artis AS, yaitu T atau Tentri (28) adalah spesialis memasarkan model majalah dewasa. "Dari muncikari T ada 100 model yang siap dipasarkan," kata dia.
http://bit.ly/2VLaiq3
January 10, 2019 at 08:23PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2VLaiq3
via IFTTT
Saturday, January 5, 2019
Tak Mau Dicerai, Pria di Tangerang Tusuk Istri di Warung Padang
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/690595/original/ilustrasi-pemerkosaan-2-140612-andri.jpg)
Liputan6.com, Tangerang Seorang pria menganiaya istrinya karena tak terima dicerai. Dia menusuk sang istri di rumah makan nasi padang, depan Lapas Pemuda, Cikokol, Kota Tangerang, Banten.
Sang istri pun dilarikan ke rumah sakit karena sejumlah luka lusuk yang dialaminya.
Kapolsek Tangerang, Kompol Ewo Samono menjelaskan, penusukan tersebut terjadi karena sang suami, Naswier menduga istrinya berselingkuh dengan pria lain.
"Pelaku cemburu, istrinya diduga selingkuh dan benar adanya keretakan rumah tangga, menurut pelaku bahwa korban sering berkata kasar," ujar Ewo, Sabtu (5/1/2019).
Ewo menuturkan, peristiwa itu terjadi pada 31 Desember 2018. Pelaku mendatangi rumah makan padang tempat korban bekerja sambil membawa surat cerai dan sebilah pisau.
Menjalani rumah tangga selama 17 tahun dan dikaruniai dua anak, tidak bisa membuat Naswier untuk menahan amarahnya.
"Saat korban menagih surat cerai, pelaku malah marah dan mengeluarkan sebilah pisau dapur yang dibungkus kain dari kantong saku celana yang sudah dipersiapkan oleh pelaku sebelumnya," jelas Ewo.
Pelaku kemudian melakukan penusukan dengan mengayunkan pisau hingga mengenai lengan kanan, pundak kanan, dan punggung bagian kanan korban. Usai melampiaskan amarahnya, korban langsung melarikan diri dan berhasil ditangkap oleh petugas di daerah Cipinang, Jakarta Timur pada Jumat 4 Januari 2019 pukul 15.30 WIB.
http://bit.ly/2LUjtQ5
January 05, 2019 at 08:23PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2LUjtQ5
via IFTTT