Pages

Showing posts with label 2019 at 08:12PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:12PM. Show all posts

Friday, May 10, 2019

Menteri PUPR: Kontraktor Asal China Memang Harus Diawasi Lebih Ketat

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberi tanggapan terkait imbauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mewanti-wanti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk berhati-hati menerima investasi dari China.

Berdasarkan pengalamannya, pihaknya memang harus melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap sejumlah proyek yang dikerjakan oleh China.

Adapun beberapa proyek ranah Kementerian PUPR yang turut ditangani oleh China antara lain Tol Solo-Ngawi-Kertosono, Tol Manado-Bitung, dan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

"Pengalaman kami ada di Tol Soker, itu harus dikerasin hanya untuk kejar progres saja. Kemudian di Manado-Bitung, dia yang kadang-kadang bayar kontraknya yang terlalu kecil, sehingga tidak bisa gerak. Jadi kita harus cek di situ," serunya di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Dia pun lantas membandingkan proses pengawasan proyek yang dilakukan oleh China dan Jepang. Menurutnya, Jepang bisa menjadi tolak ukur yang lebih baik dari apa yang China lakukan.

"Jepang itu disiplin dan commited betul dengan apa yang sudah disetujui. Kalau china ini kita harus ikut awasi secara lebih cepat. Kalau kami di lapangan pengawasannya dibiasakan lebih cepat. Kalau Jepang dari segi kita, kita serahkan kepada Jepang, itu sudah beres," paparnya.

"Coba ini MRT. Pelaksana konstruksinya sama, Wijaya Karya juga, Hutama Karya juga. Hasilnya berbeda, karena pengawasan dari Jepang," dia menandaskan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PYTetQ
May 10, 2019 at 08:12PM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2PYTetQ
via IFTTT

Monday, April 15, 2019

55 Pasien RS Jiwa di Bogor Dapat Rekomendasi Dokter Ikut Nyoblos Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta - Puluhan tuna grahita atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Bogor masuk daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019.

Berdasarkan hasil rapat pleno KPU bersama Bawaslu beberapa hari lalu telah menyepakati daftar pemilih tetap hasil penyempurnaan (DPTHP) dari semula sebanyak 718.722 pemilih, menjadi 716.473 pemilih.

Dari jumlah tersebut, terdapat pemilih disabilitas mulai dari tuna daksa, tuna netra, tuna rungu sampai tuna grahita atau ODGJ. Untuk pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, terdata ada 55 orang.

"55 pasien ODGJ ini sudah mendapat rekomendasi dari dokter rumah sakit itu," kata Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin, Senin (15/4/2019).

Ia menjelaskan, tidak sembarang ODGJ masuk dalam DPT Pemilu 2019. Salah satu syaratnya adalah ada surat rekomendasi dari dokter rumah sakit, yang menangani pasien sakit jiwa tersebut.

"Acuannya surat keterangan dokter. Yang tidak direkomendasi dokter, tidak bisa mencoblos," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gglxje
April 15, 2019 at 08:12PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2Gglxje
via IFTTT

Thursday, April 11, 2019

Apindo Siapkan Peta Jalan Ekonomi dalam 5 Tahun

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tengah menyiapkan roadmap atau peta jalan perekonomian Indonesia periode 2019-2024 atau lima tahun ke depan.

Peta jalan ini diharapkan dapat mencerminkan pandangan, pemikiran dan harapan dunia usaha untuk meningkatkan daya saing nasional.

"Apindo sudah siapkan untuk roadmap perekonomian pemerintahan yang akan datang dan kami sedang kerjakan," kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W Kamdani di Kantornya, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Shinta menuturkan, konsep yang dipersiapkan sekarang merupakan roadmap perekonomian mencakup survei yang dilakukan pihaknya melalui beberapa focus group discussion (FGD) dari para pelaku usaha di sektor-sektor tertentu. Ini jelas berbeda daripada roadmap yang disodorkan pada 2014 lalu.

"Gambaran apa yang kita lakukan, di 2014 kita sampaikan dan sudah di pergunakan oleh pemerintah. Di tahun ini kita sudah mulai liat bagaimana masukan kongkrit dari dunia usaha," kata dia.

Dia menuturkan, roadmap perekonomian Apindo ini ditulis berdasarkan tiga bagian yang utama, pertama adalah bagian konseptual atau studi literaturnya. Kedua yakni masukan dan hasil rekomendasi survei FGD dan pelaku usaha. Kemudian ketiga adalah matriks kebijakannya.  

"Selama ini belum kita lakukan dan target Agustus bisa disampaikan," imbuhnya.

Shinta berharap, melalui peta jalan ini, para pelaku usaha mampu bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan kinerja perekonomian di masing-masing daerahnya yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing nasional.

"Kita merasa dengan hasil yang sudah ada dengan dilakukan pemerintah saat ini kita ingin lakukan perubahan yang sustainable agar lebih cepat jalannya. Dan apa yang sudah dilakukan selama ini bisa ditingkatkan lagi," pungkasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UN4zCh
April 11, 2019 at 08:12PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2UN4zCh
via IFTTT

Friday, March 8, 2019

Peraih Nobel Ekonomi 2004 Finn Erling Puji Konsistensi BI

Liputan6.com, Jakarta - Peraih Nobel Ekonomi 2004 Finn Erling Kydland memberi pujian kepada Bank Indonesia (BI). Menurut dia, BI berhasil mengikuti resep kebijakan ekonomi yang fokus pada jangka panjang.

Hal ini Kydland ungkapkan ketika datang ke Universitas Bina Nusantara (Binus) untuk memberikan kuliah dan berdialog pada Jumat (8/3/2019).

Kydland menjadikan BI sebagai teladan di Indonesia perihal penerapan kebijakan ekonomi yang konsisten.

"Contoh terbaik di Indonesia adalah apa yang Bank Indonesia laksanakan dalam kebijakan moneter. Saya sangat luar biasa terkesan," ujar Kydland di Auditorium Binus, Jumat pekan ini di Jakarta. 

Ia pun bercerita ketika datang ke Bali pada 2005,  setahun setelah ia memenangkan Nobel, atas undangan BI. Saat di Bali, Kydland bertemu banyak peneliti BI sekaligus memberikan keynote speech tentang resep kebijakan berjangka panjang.

Beberapa resep yang saat itu ia bagikan adalah pentingnya kebijakan moneter yang dapat dipahami dengan baik, transparan, serta konsisten secara terus-menerus (consistent over time). 

Ketika melakukan follow up, Kydland dibuat terkesan melihat BI yang sukses menerapkan resep kebijakan moneter yang optimal. Bagi Kydland, konsistensi merupakan nilai cemerlang dalam kebijakan BI.

"Mereka tampak bangga karena menunjukkan telah mengikut resep yang mengindikasikan kebijakan moneter yang optimal. Dan rasanya membahagiakan untuk bertemu lagi dan mendengar kisah sukses mereka," ungkap Kydland.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2IY147f
March 08, 2019 at 08:12PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2IY147f
via IFTTT

Saturday, January 12, 2019

Ini Asal Sepeda Jokowi Saat Hadiri Deklarasi Dukungan Alumni UI

Liputan6.com, Jakarta - Calon presiden nomor urut 01 Jokowi hadir dalam acara Deklarasi Alumni UI untuk Jokowi-Ma'ruf Amin. Mantan Gubernr DKI itu datang dengan bersepeda sebelum naik ke atas panggung. Kedatangannya pun langsung disambut dengan sorakan meriah dari para peserta.

Ketua Gerakan Alumni UI untuk Jokowi-Amin, Fajar Soeharto mengatakan, apa yang dilakukan Jokowi tersebut memang sudah direncanakannya.

"Kita ingin unik tentu saja, misalnya kita ingin sampaikan juga kita ingin konsen dengan alam, maka sepeda kita pilih daripada kendaraan yang lain," kata Fajar di Plaza Tenggara, Komplek GBK, Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Sepeda yang digunakan Jokowi 100 persen buatan Indonesia dan terbuat dari bambu.

Ia mengatakan, sepeda tersebut berasal dari pengrajin di Temanggung, Jawa Tengah, bernama Singgih Susilo Kartono, seorang lulusan Universitas ITB. Sepeda ini pun sudah dipasarkan secara internasional.

Setelah Jokowi naik panggung, musisi kondang, Addie MS selaku konduktor paduan suara langsung memimpin ribuan peserta yang hadir untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. 

Acara lalu dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh alumni Universitas Indonesia, Lala Karmela. 

"Kami lihat Indonesia maju pesat di berbagai bidang berkat kerja keras Bapak Joko Widodo. Demi Indonesia, kami alumni UI dan semua yang hadir di sini menyatakan dukungan kami kepada calon presiden dan calon wakil presiden Indonesia periode 2019-2024, Jokowi-Amin,” ungkap Lala.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CfYFhM
January 12, 2019 at 08:12PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2CfYFhM
via IFTTT

Ini Asal Sepeda Jokowi Saat Hadiri Deklarasi Dukungan Alumni UI

Liputan6.com, Jakarta - Calon presiden nomor urut 01 Jokowi hadir dalam acara Deklarasi Alumni UI untuk Jokowi-Ma'ruf Amin. Mantan Gubernr DKI itu datang dengan bersepeda sebelum naik ke atas panggung. Kedatangannya pun langsung disambut dengan sorakan meriah dari para peserta.

Ketua Gerakan Alumni UI untuk Jokowi-Amin, Fajar Soeharto mengatakan, apa yang dilakukan Jokowi tersebut memang sudah direncanakannya.

"Kita ingin unik tentu saja, misalnya kita ingin sampaikan juga kita ingin konsen dengan alam, maka sepeda kita pilih daripada kendaraan yang lain," kata Fajar di Plaza Tenggara, Komplek GBK, Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Sepeda yang digunakan Jokowi 100 persen buatan Indonesia dan terbuat dari bambu.

Ia mengatakan, sepeda tersebut berasal dari pengrajin di Temanggung, Jawa Tengah, bernama Singgih Susilo Kartono, seorang lulusan Universitas ITB. Sepeda ini pun sudah dipasarkan secara internasional.

Setelah Jokowi naik panggung, musisi kondang, Addie MS selaku konduktor paduan suara langsung memimpin ribuan peserta yang hadir untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. 

Acara lalu dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh alumni Universitas Indonesia, Lala Karmela. 

"Kami lihat Indonesia maju pesat di berbagai bidang berkat kerja keras Bapak Joko Widodo. Demi Indonesia, kami alumni UI dan semua yang hadir di sini menyatakan dukungan kami kepada calon presiden dan calon wakil presiden Indonesia periode 2019-2024, Jokowi-Amin,” ungkap Lala.

2 dari 2 halaman

Ribuan Peserta  

Fajar mengatakan, acara deklarasi ini dihadiri oleh ribuan peserta dari 18 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, serta organisasi masyarakat. Para peserta pun datang atas inisiatif mereka karena kepeduliannya bersama.

Fajar berujar, acara deklarasi ini dirasakannya bagai sebuah reuni besar dimana para peserta saling berkenalan dan berteman di dalamnya.

"Kurang lebih 9 ribu orang. Sekitar siang tadi kita dapat hitungan sekitar 7 ribu sampai hampir 8 ribu, padahal waktu itu masih macet sampai ujung sana," jelas Fajar.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VPmqGb
January 12, 2019 at 08:12PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2VPmqGb
via IFTTT

Wednesday, January 2, 2019

Realisasi Belanja Pemerintah untuk Subsidi Melonjak

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir 2018 sebesar Rp 259,9 triliun atau 1,76 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit tersebut di bawah target awal tahun yang ditetapkan sebesar Rp 325,9 triliun atau 2,19 persen dari PDB.

"Defisit APBN terealisir Rp 259,9 triliun atau 1,76 persen dari PDB kita. Angka ini jauh lebih kecil dari UU APBN yang menargetkan defisit Rp 325,9 triliun atau 2,19 persen. Juga jauh lebih kecil dari angka defisit tahun lalu yang mencapai Rp 341 triliun jadi penurunannya Rp 80 triliun," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantornya, Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Defisit ini berasal dari pendapatan dan belanja yang direalisasikan selama 2018. Adapun pendapatan negara mencatatkan pencapaian yang cukup baik. Di mana, total pendapatan sebesar Rp 1.942,3 triliun atau mencapai 102,5 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1.894,7 triliun.

"Dalam hal ini terealisasi Rp 1.942,3 triliun lebih besar 2,5 persen dari target APBN Rp 1.894,7 triliun. Ini adalah suatu hasil yang sangat baik. Kalau kita lihat ke belakang, APBN 2018 adalah yang pernah mengalami realisasi lebih besar dari UU APBN nya. Jadi pertama kali lagi APBN kita bisa mencapai lebih besar semenjak 2012," jelasnya.

Adapun komponen pendapatan adalah penerimaan perpajakan yang tumbuh 13,2 persen dibanding tahun lalu dan mencatatkan penerimaan sebesar Rp 1.521,4 triliun. Penerimaan PNBP sebesar Rp 407,1 triliun atau 147,8 persen dari target awal Rp 275,4 triliun.

"Selain itu, penerimaan hibah juga mengalami kenaikan cukup tajam. Dari tadinya diperkirakan Rp 1,2 triliun, realisasinya Rp 13,9 triliun atau dalam hal ini persentasenya 1.116 persen dari original. Dari sisi pendapatan negara nampak sangat baik," jelas Sri Mulyani.

Reporter: Anggun P Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GOKPsk
January 02, 2019 at 08:12PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2GOKPsk
via IFTTT