Pages

Showing posts with label 2019 at 07:34PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:34PM. Show all posts

Wednesday, May 22, 2019

Polisi Tangkap Penyebar Undangan Pengeboman Bareskrim dengan Target Kapolri

Liputan6.com, Jakarta Polda Metro Jaya menangkap pria bernama Mukhamad Asli Seto Ansyurulloh yang diduga menyebarkan ajakan untuk berbuat anarkis melalui whatsapp grup. Pria asal Slawi, Jawa Tengah itu di sekitar Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes M. Iqbal menuturkan, Mukhamad Asli Seto Ansyurulloh diduga menyebarkan ancaman terhadap Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia Irjen Idham Aziz.

Penangkapan ini bermula dari beredarnya pesan berantai (Broadcast) yang dilakukan oleh beberapa akun whatsapp. Isinya seruan untuk melakukan aksi anarkis dengan target kantor Bareskrim Mabes Polri dan petinggi Polri.

Isi pesan berantai tersebut yakni: Undangan/ seruan untuk melakukan aksi provokasi berupa kata-kata disertai foto UNDANGAN PENGEBOMAN KANTOR BARESKRIM MENGUNDANG SELURUH MUJAHID UNTUK MEMBAWA BOM MOLOTOV UNTUK DILEMPAR KE GEDUNG BARESKRIM POLRI PADA TANGGAL 22 MEI 2019, TARGET UTAMA YANG HARUS DIBUNUH: 1. KAPOLRI TITO, 2. KABARESKRIM IDAM AZIZ, bismillah, Allah ada di belakang antum2 sekalian

"Ditujukan mengancam keselamatan pada tanggal 22 Mei 2019 dengan target Ancaman terhadap Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia," ujar Argo.

Pelaku dikenakan pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45A ayat (2) Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik; dan atau pasal 12A ayat 1 Undang-Undang No. 5 Tahun 2018 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-Undang.

"Barang Bukti yang disita print pesan berantai akun Whatsapp," ucapnya. 

Reporter: Ronald

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VGJsOf
May 22, 2019 at 07:34PM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2VGJsOf
via IFTTT

Komnas HAM Soal Penyebab Korban Tewas Aksi 22 Mei: Autopsi yang Menentukan

Enam orang tewas dalam kerusuhan 22 Mei 2019. Mereka tercatat di beberapa rumah sakit di Jakarta. Meski demikian, belum diketahui penyebab pasti kematian para korban.

Di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, sampai dengan pukul 09.00 WIB, mencatat sebanyak 32 orang demonstran luka ringan. Sementara korban meninggal dunia tercatat satu orang.

"25 pasien sudah pulang, satu meninggal, dua luka tembak, satu rencana operasi," ujar Direktur Pelayanan Medis RS Budi Kemuliaan Muhammad Rifki di kantornya, Rabu (22/5/2019).

Rifki mengatakan, 32 pasien tersebut diterima RS Budi Kemuliaan sejak dini hari tadi.

Dia mengatakan, satu orang yang meninggal atas nama Farhan Safero dan sudah dibawa ke RSCM untuk dilakukan autopsi. Menurut dia, korban meninggal mengalami luka tembak di bagian dada.

"(Korban meninggal) Kita curigai dari senjata tajam, karena sudah kita kirim ke RSCM. Atas nama Farhan," kata dia.

Di Rumah Sakit Tarakan tercatat 130an pasien akibat kerusuhan ditangani. "79 orang pulang sisanya diobservasi, 8 rencananya akan dioperasi, dan dua orang meninggal dunia," kata Humas RS Tarakan, dr Reggy S Sobari, Rabu (22/5/2019).

Adapun identitas meninggal atas nama Adam Nurian (17) yang merupakan warga Tambora, Jakarta Barat. Sementara seorang lainnya bernama Rizky Ramadhan (19). Informasi mengenai Rizky tercatat TKP Petamburan.

Sementara itu, Direktur Utama RS Pelni, dr Fathema Djan Rachma mengatakan, pasien yang menjadi korban kerusuhan 22 Mei 2019 yang dirawat, sudah diperbolehkan pulang.

"Iya sebagian yang dirawat sudah pulang, karena kebanyakan yang dirawat mengalami luka ringan," ujar dia.

"Ada juga yang luka sedang," dia menambahkan.

Fathema mengatakan, dari 86 korban luka, satu di antaranya meninggal dunia saat sedang perawatan medis. Saat ini, jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Kramatjati, Jakarta Timur.

"Itu masih dalam proses kita. Tapi tadi sudah diambil alih kita rujuk ke Kramatjati," ucap dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Jz7R6N
May 22, 2019 at 07:34PM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2Jz7R6N
via IFTTT

Sunday, April 21, 2019

Kementan Targetkan Mobil dan Alat Mesin Pertanian Pakai B100

Liputan6.com, Bogor - Kementerian Pertanian (Kementan) beberapa waktu lalu telah melakukan uji coba pemakaian Biodiesel 100 persen atau B100 untuk mobil dan traktor. Proyek percobaan awal yang ditujukan bagi 10 mesin ini telah mencapai jarak tempuh 6.000 kilometer (km).

Sekretaris Jenderal Kementan Syukur Iwantoro mengatakan, uji coba penggunaan B100 tersebut secara hasil lab sudah memenuhi seluruh Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Alhamdulillah, dari hasil pengujian di B100 itu, dari hasil lab sudah memenuhi standar SNI. Ada 12 SNI yang harus dipenuhi, kita sudah terpenuhi," ucap dia di Bogor, Minggu (21/4/2019).

Setelah melewati tahap awal uji coba ini, ia melanjutkan, Kementan ingin agar mobil serta alat dan mesin pertanian bisa mencapai jarak 20 ribu km. Bila memenuhi standar tersebut, B100 berarti siap digunakan untuk umum.

"Tetapi untuk bisa untuk umum, itu harus dapat sertifikat dari Kementerian ESDM. Oleh karena itu setelah dicek dan bagus, nanti kita serahkan ke Kementerian ESDM untuk mengaplikasikannya," sambungnya.

Dia pun menyatakan, belum menemui kendala selama proses awal uji coba pemakaiannya. Bila sukses melewati seluruh rangkaian uji coba, maka penggunaan B100 ini kelak bisa diterapkan oleh berbagai perusahaan BUMN dan swasta yang bergelut di sektor pertanian.

"Aplikasinya nanti untuk produk pertanian. Begitu hasilnya ternyata bagus, semua alat mesin pertanian yang akan digunakan oleh Kementerian Pertanian, itu harus memenuhi standar mesin yang sesuai dengan B100," ujar dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UOO3m0
April 21, 2019 at 07:34PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2UOO3m0
via IFTTT

Saturday, April 20, 2019

Parma vs AC Milan: Rossoneri Tertahan di Ennio Tardini

Parma: Sepe; Iacoponi, Bruno Alves, Gagliolo, Dimarco; Kucka, Scozzarella, Barillà; Ceravolo, GervinhoCadangan Parma: Brazao, Frattali, Bastoni, Sprocati, Gobbi, Dezi, Diakhate, Machin, Rigoni, Stulac, Schiappacasse, Siligardi

AC Milan: G Donnarumma; Conti/Castillejo, Zapata, Romagnoli, Rodriguez; Kessie, Bakayoko/Cutrone, Calhanoglu; Suso, Piatek, BoriniCadangan AC Milan: A Donnarumma, Reina, Calabria, Caldara, Abate, Laxalt, Musacchio, Bertolacci, Biglia, Paquetá, Castillejo, Cutrone.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VRae7D
April 20, 2019 at 07:34PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2VRae7D
via IFTTT

Sunday, March 31, 2019

Alasan Ma'ruf Amin Ajak Pendukung Pakai Baju Putih Bukan Kotak-kotak Saat ke TPS

Liputan6.com, Jakarta - Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin mengimbau pendukungnya untuk mengenakan baju putih ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal itu karena yang akan dicoblos dalam TPS adalah pasangan yang berpakaian putih.

"Makanya 17 April 2019 nanti TPS diputihkan," ucap Ma'ruf Amin di Plaza Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (31/3/2019).

Ma'ruf mengatakan, Jokowi memang sempat mempopulerkan kemeja kotak-kota kala menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta. Tapi kini, situasinya sudah berubah.

Selain situasinya pemilihan presiden dan wakil presiden. Sekarang pun gambar Jokowi-Amin di kotak suara berwarna putih.

"Kan memang gambarnya Pak Jokowi dengan saya kan putih. Kalau kotak-kotakkan zamannya gubernur dulu," ujar dia.

Sebelumnya, Jokowi mengajak pendukungnya mencoblos foto dirinya dan Ma'ruf Amin dalam kertas suara yang berpakaian putih. Dia juga meminta pendukungnya berbondong-bondong datang ke TPS dengan mengenakan pakaian putih.

"Jangan lupa, saya ingatkan tanggal 17 April itu kita pakai baju putih. Karena yang mau dicoblos nanti bajunya putih, karena kita adalah putih, putih adalah kita," kata Jokowi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JVctoQ
March 31, 2019 at 07:34PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2JVctoQ
via IFTTT

Monday, March 25, 2019

Kasus Jual Beli Jabatan Kemenag, Ketua DPW PPP Jatim Mangkir Dipanggil KPK

Pada kasus ini KPK menetapkan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Romahurmuziy diduga menerima suap sebesar Rp 300 juta terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag tahun 2018-2019.

Selain Romahurmuziy KPK juga menetapkan dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS). Keduanya diduga menyuap Romi agar mendapatkan jabatan di Kemenag.

KPK menemukan bahwa Romi tak hanya bermain pada proses jual beli jabatan di Kanwil Kemenag Jawa Timur. KPK mengaku menerima banyak laporan bahwa Romi bermain di banyaj daerah di Tanah Air. KPK pun berjanji akan mendalami hal tersebut.

Dalam memainkan pengisian jabatan di Kemenag, Romi dibantu pihak internal Kemenag. KPK pun sudah mengantongi nama oknum tersebut. Hanya saja lembaga antirasuah masih menutup rapat siapa oknum tersebut.

KPK juga sudah menggeledah beberapa ruangan di Kemenag. Salah satunya ruangan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. KPK menenukan uang Rp 180 juta dan USD 30 ribu saat menggeledah ruang kerja Lukman yang merupakan kader di partai yang dipimpin Romi.

Saksikan video pilihan berikut ini:

KPK memeriksa Kiai Asep Saifudin Chalim terkait kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Kasus ini menjerat Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FD3Ry3
March 25, 2019 at 07:34PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2FD3Ry3
via IFTTT

Tuesday, January 15, 2019

PSI: Pidato Prabowo Hanya Kata-Kata Tanpa Solusi

Liputan6.com, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai, pidato kebangsaan yang disampaikan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto pada Senin, 14 Januari 2019 terdengar membosankan.

"Reorientasi pembangunan, swasembada pangan, swasembada energi, menghidupkan kembali industri dan lain lain. Terdengar sangat klise, membosankan. Sudah terlalu banyak, terlalu sering kita dengar," kata juru bicara PSI Andy Budiman dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/1/2019).

Dia mengungkapkan, pidato kebangsaan Prabowo tidak menawarkan sebuah peta jalan menuju swasembada pangan, swasembada energi, atau bagaimana meningkatkan daya saing industri. Karena Ketua Umum Partai Gerindra itu masih sekadar wacana.

"Hanya ada kata-kata: kita harus, kita akan, tanpa kita diberitahu bagaimana cara mewujudkannya," ujar dia.

Andy menilai, sebagai calon presiden, Prabowo seharusnya membangun rasa optimisme publik lewat visi misinya. Namun yang terjadi, mantan Pangkostrad itu lebih banyak menyampaikan keluhan dan rasa pesimisme.

Padahal, kata dia, sejumlah survei menyebut indeks pembangunan meningkat di era pemerintahan Jokowi. Kondisi masyarakat pun membaik selama 5 tahun ini.

2 dari 3 halaman

Tawarkan Pesimisme

 

"Prabowo menawarkan pesimisme dan romantisme Orde Baru. Jokowi menawarkan pemerintahan yang bersih, dan bekerja melayani rakyat, bukan melayani elit sebagaimana di era Orde Baru," kata Andy Budiman.

Namun begitu, dia meyakini, masyarakat tidak akan terpengaruh dengan adanya pidato kebangsaan Prabowo itu. Mengingat masyarakat telah puas dengan kepemimpinan Jokowi.

"Saya yakin rakyat akan memilih Jokowi yang menawarkan harapan Indonesia akan menjadi negara maju, ketimbang Prabowo yang menakut-nakuti negeri ini akan bubar," tutur Andy. 

 

Reporter: Fikri Faqih

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:   

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FryUPy
January 15, 2019 at 07:34PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2FryUPy
via IFTTT