Pages

Showing posts with label 2019 at 04:53PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 04:53PM. Show all posts

Monday, May 6, 2019

Wiranto Wacanakan Bentuk Tim Pemantau Ucapan dan Pemikiran Tokoh

Liputan6.com, Jakarta - Menko Polhukam Wiranto akan membentuk Tim Hukum Nasional, yang mengkaji setiap ucapan, tindakan, sampai pemikiran para tokoh-tokoh yang dianggap menyimpang dari ketentuan hukum.

Hal ini disampaikannya usai memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri, tentang permasalahan hukum pasca Pemilu 2019.

"Hasil rapat salah satunya adalah kita membentuk Tim Hukum Nasional yang akan mengkaji ucapan, tindakan, pemikiran dari tokoh-tokoh tertentu, siapa pun dia. Yang nyata-nyata melanggar dan melawan hukum," kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Senin (6/5/2019).

Dia menegaskan, tim ini berisi para hukum tata negara, kemudian akademisi dan para ahli. Dirinya menuturkan, sudah membicarakan ini juga dengan para ahli yang telah diundangnya.

"Sama dengan apa yang kita pikirkan (para ahli yang diundang), bahwa tidak bisa dibiarkan rongrongan terhadap negara yang sah. Bahkan, cercaan, makian terhadap Presiden yang masih sah sampai nanti bulan Oktober tahun ini masih menjadi Presiden, itu sudah ada hukumnya. Ada sanksinya. Dan kita akan melaksanakan itu," ungkap Wiranto.

Menurut dia, tokoh-tokoh yang dimaksud tak tebang pilih. Jika memang melanggar hukum, maka akan ditindak tegas.

"Sanksi itu. Siapa pun kita katakan, apa mantan tokoh, mantan jenderal, tidak ada masalah. Tatkala dia melanggar hukum, maka harus kita tindak dengan tegas," dia memungkasi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UYAkUV
May 06, 2019 at 04:53PM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2UYAkUV
via IFTTT

Thursday, April 25, 2019

Brimob Jaga Ibu Kota Selama Pemilu hingga Pelantikan Presiden Terpilih

Liputan6.com, Jakarta - Ribuan pasukan Brimob Nusantara sambangi DKI Jakarta. Kedatangan Brimob itu guna mengamankan rangkaian Pemilu 2019 hingga pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 atau Oktober mendatang.

"Operasi untuk Pilpres dan Pileg sampai 20 Oktober, saat pelantikan Presiden," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (25/4/2019).

Argo menjelaskan, Polda Metro Jaya membutuhkan tambahan personel untuk melakukan pengamanan rangkaian acara demokrasi itu. Apalagi, seluruh personel di wilayah Polda Metro Jaya juga tengah fokus untuk mengamankan proses penghitungan suara sampai di tingkat kecamatan.

"Kalau dari polda (personel turun) ke polres, polda kosong enggak? Kosong. Kalau mabes diturunkan ke polda berarti mabes perlu personel enggak? Perlu. Personel dari daerah yang kerawanannya tidak tinggi dikirim ke sini untuk backup ya," ujar Argo.

Namun, dia menegaskan untuk jumlah pastinya personel Brimob yang dikerahkan di Jakarta sesuai dengan kebutuhan intelijen.

Lebih lanjut, Argo menegaskan, situasi keamanan di Jakarta sampai saat ini masih kondusif dan aman. "Secara umum kondusif, aman, tidak ada yang menonjol," pungkas Argo.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GwCFBn
April 25, 2019 at 04:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2GwCFBn
via IFTTT

Friday, March 15, 2019

Kronologi Penangkapan Romahurmuziy Versi Ketua DPW PPP Jatim

Surabaya - Ketua DPW PPP Jatim Musyafa' Noer membenarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Jatim melibatkan Romahurmuziy alias Romi Ketua Umum PPP. Dia mengaku sempat berupaya menghubungi Romi, tetapi semua nomor tidak aktif.

"Memang benar. Karena saya kontak juga tidak bisa. HP sudah dirampas semua, dan off semua. Sehingga, tidak bisa melakukan komunikasi," kata Musyafa' melalui sambungan telepon kepada awak media dan Suarasubaya.net, Jumat (15/3/2019).

Musyafa' mengungkapkan, Romahurmuziy memang sedang berkegiatan dan sudah 2 hari berada di Jatim. Sejak Rabu (13/3/2019) kemarin, Romi berada di Malang dan Kamis (14/3/2019) berada di Blitar dan Kabupaten Kediri.

Setelah itu, Romahurmuziy bermalam di Hotel Bumi Surabaya. Menurutnya, OTT itu berlangsung di Hotel Bumi Surabaya, bukan di wilayah Sidoarjo.

"Jadi perjalanan konsolidasi ke Jatim itu sudah dua hari. Mulai hari Rabu sampai Kamis. Hari Rabu di Malang Raya, kemudian Kamis di Blitar dan Kabupaten Kediri," kata dia.

Namun, dia tidak tahu secara pasti berapa orang yang terkena OTT. Termasuk isu pegawai Kemenag yang juga terlibat. Sebab, saat kejadian Musyafa' mengaku tidak berada di hotel.

"Tapi saat kejadian, saya belum datang ke lokasi. Karena saya tidak ikut tidur di hotel. Saya pulang ke rumah. Saya tidak tahu siapa saja (orang yang terkena OTT selain Romi). Saya juga belum tahu kasus apa karena masih simpang siur," kata dia.

Dia mengimbau, kepada kader di Jatim untuk tetap tegar, bersabar menerima ujian dan musibah ini. Dia berharap, para caleg dan kader partai tetap konsentrasi melakukan konsolidasi dalam rangka pemenangan pemilu yang tinggal 31 hari lagi.

"Belum punya langkah yang konkret. Tapi saat ini masih sedang melakukan koordinasi dengan pihak DPP yang lain. Karena ini posisinya Ketua Umum bukan DPW. Sehingga yang menyelesaikan persoalan ini adalah tingkat DPP," kata dia.

Baca berita menarik lainnya di Suarasurabaya.net

Simak video pilihan berikut ini:

Berita OTT KPK Romahurmuziy di Kemenag Jatim dibantah humas terkait.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Ff7US0
March 15, 2019 at 04:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2Ff7US0
via IFTTT

FOTO: 181 Bandit Terjaring Operasi Cipta Kondisi Polda Metro Jaya

[unable to retrieve full-text content]

Tim Antibandit Polda Metro Jaya menangkap 181 tersangka dalam operasi Cipta Kondisi pada tanggal 11-15 Maret 2019.
https://ift.tt/2CmTY6z
March 15, 2019 at 04:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2CmTY6z
via IFTTT

Saturday, February 23, 2019

Soal Munajat 212, Erick Thohir: Biar KPU dan Bawaslu yang Mengawasi

Liputan6.com, Jakarta - Doa bersama bertajuk Munajat 212 di lapangan Monas, Jakarta Pusat pada Kamis 21 Februari 2019 malam lalu menuai respons beragam dari sejumlah kalangan. Tak sedikit yang menilai acara berbalut agama itu sarat muatan politik.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir tak mempermasalahkan kegiatan tersebut selama untuk mendoakan kebaikan bangsa dan negara. Namun dia enggan menyimpulkan apakah acara doa bersama yang bernama Munajat 212 itu ditunggangi kepentingan politik kelompok tertentu.

"Saya rasa (acara) munajat yang menilai media lah. Biar KPU, Bawaslu yang mengawasi," ujar Erick usai menjadi pembicara di acara seminar bertajuk 'Mengapa Harus Memilih' yang diselenggatakan Alumni Theresia Bersatu di Pecenongan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).

Namun begitu, TKN akan melaporkan jika ditemukan unsur pelanggaran pemilu pada kegiatan tersebut.

"Saya rasa nggak apa-apa kalau itu (mendoakan kebaikan negara dan bangsa). Tetapi ketika 212 dipakai unsur politik yang jelas rekan media melihat, statement saya konkret, sangat disayangkan. Karena kenapa Islam yang begitu indah harus ikut dalam hal-hal yang mohon maaf pihak-pihak dapat menilai," ucapnya.

2 dari 3 halaman

Kata Luhut

Di lokasi yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan tak mempersoalkan kegiatan doa bersama yang diikuti ribuan orang dari berbagai daerah itu.

"Ya saya biasa-biasa saja. Kan orang berdoa, kalau berdoa kan boleh, nggak ada yang salah berdoa. Ya asal jangan memaksa Tuhan saja," kata Luhut.

Sama seperti Erick, ia enggan menyimpulkan terkait dugaan adanya nuansa politik dalam kegiatan masyarakat tersebut. "Katanya begitu (ada kampanye politik). Saya nggak tahu, saya nggak denger sih," ucapnya memungkasi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2VeDAvP
February 23, 2019 at 04:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2VeDAvP
via IFTTT

Friday, February 15, 2019

Pendaftaran SNMPTN Diperpanjang hingga Sabtu 16 Februari Pukul 22.00 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) memperpanjang masa pendaftaran dan finalisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Hal ini berdasarkan surat edaran LTMPT bernomor 01/Peng.LTMPT/2019 tentang perpanjangan masa pendaftaran dan finalisasi SNMPTN 2019.

Pada surat edaran itu disebutkan, pendafataran SNMPTN yang semula berakhir Kamis 14 Februari 2019 lalu, kini diperpanjang hingga Sabtu 16 Februari 2019.

"Memperhatikan belum semua siswa sekolah yang eligible sebagai peserta SNMPTN 2019 melakukan pendaftaran dan finalisasi maka untuk memberikan kesempatan kepada seluruh siswa yang eligible, pendaftaran SNMPTN diperpanjang sampai dengan Sabtu, 16 Februari 2019 pukul 22.00 WIB," kata Ketua LTMPT Ravik Karsidi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Ravik berharap kesempatan ini bisa dimanfaatkan kepada siswa sekolah untuk mendaftar SNMPTN.

"Kesempatan ini harap digunakan sebaik-baiknya, karena tidak akan ada perpanjangan lagi," ucap Ravik.

2 dari 2 halaman

Cara Mendaftar

Simak cara daftar SNMPTN:

- Siswa pendaftar login menggunakan NISN dan password ke laman SNMPTN 2019 http://web.snmptn.ac.id untuk melakukan pendaftaran.

- Siswa pendaftar mengisi biodata, pilihan PTN, dan pilihan program studi, serta mengunggah (upload) pasfoto resmi terbaru dan dokumen prestasi tambahan (jika ada).

- Siswa pendaftar harus membaca dan memahami seluruh ketentuan yang berlaku pada PTN pilihan.

- Siswa pendaftar pada program studi bidang seni dan olahraga wajib mengunggah portofolio dan dokumen bukti keterampilan yang telah disahkan oleh Kepala Sekolah menggunakan pedoman yang dapat diunduh dari laman http://www.snmptn.ac.id.

- Tahap terakhir siswa mencetak Kartu Bukti Pendaftaran sebagai tanda bukti peserta SNMPTN.

Pengumuman dari hasil seleksi SNMPTN 2019 akan dilakukan pada 23 Maret 2019. Jadwal pelaksanaan proses verifikasi dokumen peserta dan/atau pendaftaran ulang di PTN dapat dilihat di laman masing-masing PTN.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2twhn0N
February 15, 2019 at 04:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2twhn0N
via IFTTT

Sunday, February 3, 2019

8 Polisi Terjangkit DBD, Polres Salatiga Diasapi

Liputan6.com, Salatiga - Dinas Kesehatan Kota Salatiga mengasapi lingkungan Polres Salatiga. Seluruh ruangan di dalam Komplek Mapolres Salatiga tidak luput dari pengasapan bahkan lingkungan luar polres.  

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Minggu (3/2/2019), pengasapan dilakukan setelah ada anggota polres salatiga yang terjangkit DBD.

Selama bulan Desember 2018 dan Januari 2019, tercatat delapan anggota polres dan 7 anggota keluarga polisi yang tinggal di asrama polres, terserang demam berdarah. Bahkan mereka kini harus dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendri Hartono mengimbau anggota dan warga di asrama polisi untuk selalu menjaga kebersihan dan menghilangkan genangan air. (Karlina Sintia Dewi)   

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HRhdLg
February 03, 2019 at 04:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2HRhdLg
via IFTTT

Tuesday, January 29, 2019

Tiga Cawagub DKI Sowan ke Anggota Dewan

Liputan6.com, Jakarta - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta bersama ketiga calon wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno bersilahturahmi ke Fraksi Golkar.

Ketiga cawagub tersebut yakni mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto, dan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi.

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Asraf Ali mengaku telah menunggu pertemuan cawagub dengan Fraksi Golkar. Asraf mengaku pihaknya tidak pernah menolak cawagub yang telah dipilih dari kedua partai pengusung di Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Kami menyatakan bahwa kami belum kenal pada saat acara diskusi hari ini kami kenal yang baru pertama kali juga bertemu," kata Asraf di gedung DPRD DKI, Selasa (29/1/2019).

Dia mengharapkan dengan adanya wagub yang terpilih nantinya dapat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan berdampak postif untuk Jakarta.

Tak hanya ke Fraksi Golkar, anggota Fraksi PKS DKI Achmad Yani menyebut ketiga cawagub juga akan bersilahturahmi ke NasDem, PKB dan Gerindra.

Dia menyebut dengan bersilahturahmi dapat terjalin komunikasi dengan para anggota dewan.

"Sehingga ada kekeluargaan, biasanya kalau sudah merasa keluargaan bagaimana bisa saling memahami saling tolong menolong saling bantu membantu," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Uji Kelayakan

Ketiga calon wakil gubernur DKI Jakarta yakni Ahmad Syaikhu, Agung Yulianto, dan Abdurahman menjalani fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan di Hotel Aston, Jakarta Selatan. Salah satunya akan dipilih sebagai wakil gubernur DKI pengganti Sandiaga Uno. 

Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo mengatakan, dalam rangkaian fit and proper test yang digelar tertutup tersebut ketiga cawagub ditanyakan mengenai rencana kerjasama Pemprov DKI Jakarta dengan pemerintah daerah sekitarnya.

"Ditanyakan oleh para panelis kepada kandidat, yang didalami adalah bagaimana rencana kerja sama dengan Pemda penyangga," kata Syakir, Minggu 27 Januari 2019.

Tak hanya itu, dia menyebut tim panelis juga mempertanyakan lebih dalam mengenai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Pemprov DKI Jakarta dan beberapa kerjasama lainnya. Syakir menyatakan ketiganya dapat menjawab dengan baik.

"Terkait dengan DPRD, kemudian juga support untuk pencapaian visi-misi gubernur seperti apa, dan isu-isu Jakarta," jelasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TkgEuF
January 29, 2019 at 04:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2TkgEuF
via IFTTT

Wednesday, January 2, 2019

Mengaku Diperkosa Atasan, Eks Staf Dewan Pengawas BPJS TK Datangi Bareskrim

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pagawai kontrak di Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) mendatangi Bareskrim Polri. Wanita berusia 27 tahun itu berencana melaporkan mantan atasannya berinisial SAB atas dugaan pemerkosaan.

Pengacara korban, Heribertus S Hartono, mengatakan kedatangannya hanya untuk konsultasi dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Bareskrim Polri terkait kasus dugaan pemerkosaan yang dialami kliennya. Laporan resmi rencananya baru dilakukan besok Kamis 3 Januari 2019.

"Tadi ke PPA sifatnya konseling dulu, di mana ada beberapa pasal yang akan kita laporkan. Dan sedang sortir bukti itu, kan dari beberapa pasal ini ada yang lebih kuat. Kami akan tindak lanjuti besok," ujar Heribertus di Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2019).

Saat ini, pihaknya tengah memilah bukti-bukti yang akan dibawa ke ranah hukum. "Besok akan kita sampaikan. Karena kan ada bukti saksi, ada bukti saksi ahli, chat, dan lain-lain. Yang pasti akan merunut pada satu pasal yang intinya pasal perbuatan cabul," ucapnya.

Heribertus tak mempermasalahkan bantahan yang disampaikan SAB terkait dugaan pemerkosaan terhadap kliennya. Dia pun berharap kasus tersebut diusut hingga tuntas dan adil.

"Pasti dari sana akan bantah. Tapi proses hukum akan buktikan. Kita harap penegakan hukum terjadi. Dan ini korban terakhir," kata Heribertus.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BZgsJM
January 02, 2019 at 04:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2BZgsJM
via IFTTT