Pages

Showing posts with label 2018 at 07:17PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:17PM. Show all posts

Monday, December 31, 2018

Suzuki Jimny Black Bison Edition, Sosok Gagah Baby G

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) telah memperkenalkan sport utility vehicle (SUV) ikoniknya, Suzuki Jimny saat perkenalan GIIAS 2018. Bahkan, saat itu Suzuki Jimny menjadi bintang panggung, meskipun memang belum dijual resmi di Tanah Air.

Dijelaskan Seiji Itayama, Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) saat ini pihaknya masih terus mempelajari kemungkinan besar Suzuki Jimny diluncurkan bahkan diproduksi di Indonesia.

"Kami sudah sampaikan sewaktu di GIIAS 2018 kemarin, bahwa kami mau mendengar suara dari permintaan masyarakat bagaimana. Kami sedang analisa berdasarkan suara yang kami dapat," jelas Itayama saat ditemui di Pabrik Suzuki, Cikarang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Lanjutnya, yang bisa disampaikan saat ini, Suzuki masih terus melakukan studi, apakah Jimny bakal meluncur atau tidak di Indonesia, dan juga apakah bakal dirakit secara lokal atau didatangkan secarra utuh alias impor CBU.

"Jadi, kami belum tahu. Apa produksi kah, apakah impor, apakah tidak masuk, mohon bersabar,” tambah Itayama.

Sementara itu, Marketing Director PT SIS, Donny Saputra menjelaskan jika Suzuki Jimny masih sangat berpotensi meluncur dan diproduksi di Tanah Air.

"Kami melihat potensi-potensi (meluncur dan diproduksi lokal), makanya kami studi lebih lanjut," tambah Donny.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CIJjnz
December 31, 2018 at 07:17PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2CIJjnz
via IFTTT

Wednesday, December 5, 2018

BPJS Kesehatan Kembali Disuntik Dana Talangan Rp 5,2 Triliun

Pemerintah telah menggunakan dana cadangan dari APBN 2018 untuk menutup defisit BPJS Kesehatan sebesar Rp 4,9 triliun. Namun, anggaran tersebut dianggap belum cukup mengatasi masalah keuangan lembaga penyelanggara jaminan kesehatan nasional itu.

Dari tahun ke tahun, defisit BPJS Kesehatan memang terus membebani negara. Hal ini pun ditengarai oleh minimnya iuran dari pengguna BPJS Kesehatan kepada negara.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika mengatakan, pemerintah telah menerima usulan solusi menekan defisit, salah satunya menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Meski demikian, rencana ini masih dibahas lebih dalam.

"Ini yang nantinya perlu dibicarakan antara pemerintah dengan BPJS Kesehatan makanya harus dianalisis dan dikalkulasi dengan matang ketika diambil keputusan sesuai kebutuhan dan prioritas. (Rencana kenaikan iuran) belum ada pembicaraan, usulan ada tapi saya tidak tahu nominal (kenaikan) nya," ujar Erani di Kampus STIS, Jakarta, Kamis (23/10/2018).

Erani mengatakan, pengguna BPJS Kesehatan ini memang terus meningkat setiap tahun. Pada 2018 di akhir September lalu, sebanyak 203 juta penduduk atau sekitar 76 persen dari total penduduk Indonesia terakses asuransi kesehatan.

"Pada 2018 akhir september ini 203 juta penduduk Indonesia terakses asuransi kesehatan atau sekitar 76 persen dari total penduduk Indonesia. Itu pencapaian yang luar biasa. Kita harapkan sampai akhir 2019 tembus di akngka 85 sampai 90 persen masyarakat terakses BPJS," jelasnya.

Pemerintah, kata Erani, memastikan masyarakat akan terus mendapatkan pelayanan kesehatan meskipun terdapat defisit di BPJS. Presiden Jokowi telah menginstruksikan Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan terus mencari solusi menekan defisit.

"Pembiayaan, pemerintah masih terus melakukan upaya untuk bisa memastikan agar BPJS berjalan. Presiden sudah perintahkan Kemenkes dan BPJS Kesehatan terus menerus memastikan kebijakan untuk mengatasi persoalan. Pemerintah mendukung soal BPJS isu kebijakan kesehatan," tandasnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RCuKXl
December 05, 2018 at 07:17PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2RCuKXl
via IFTTT

Monday, November 26, 2018

4 Jurus Dahnil Hadapi Kasus Dugaan Korupsi Dana Kemah

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi terkejut kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia 2017 dipermasalahkan penggunaan anggarannya.

Ketua Umum Pemuda Muhammaddiyah Dahnil Anzar dan Ketua Pelaksana Acara Fanani diperiksa Polda Metro Jaya karena masalah itu.

"Tentu saya sangat terkejut sebab selama ini tidak menemukan adanya permasalahan pada kegiatan yang digelar tahun lalu," ujar Imam.

Ia menegaskan kegiatan kemah dan apel yang dipersoalkan polisi itu merupakan inisiasinya. Tujuannya, menurut dia, untuk menguatkan silaturahmi dan ukhuwah islamiah antara Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Ansor.

Ia menyatakan, momentum tersebut adalah persitiwa bersejarah. Pesertanya 20.000-an orang dengan pelaksanaan yang sukses dan dihadiri Presiden Jokowi.

Kemudian, Imam menyarankan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak untuk mencari tahu siapa pelapor kasus tersebut.

"Saya sudah bertemu dengan Mas Dahnil dan saya sarankan cari tahu siapa yang melapor agar jelas permasalahannya, termasuk membongkar apa motifnya," kata Imam.

Jika nanti permasalahannya merupakan soal internal, dia sangat menyayangkan karena dampaknya sangat besar. Terlebih dikhawatirkan mencederai semangat dua kekuatan pemuda, yaitu GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah.

"Jangan sampai merusak sesuatu yang bersejarah sebab pada acara itu dua kekuatan ormas Islam bersatu. Semangat kami adalah silaturahmi dan mempererat ukhuwah islamiah," ucap Imam.

Dia juga mengaku tidak akan lelah untuk melakukan kegiatan yang bertujuan memperkuat persaudaraan, khususnya antarpemuda bangsa Indonesia. "Apa pun hambatannya, selagi kegiatan itu memperkuat persaudaraan maka tetap akan dilakukan," ujarnya.

Imam Nahrawi juga berharap Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor menginformasikan kepada masyarakat untuk menguatkan kembali momentum bersejarah tersebut agar tidak terusik dengan soal-soal seperti yang sekarang terjadi.

"Saya berharap Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor menggelar jumpa pers agar masyarakat tahu. Sekali lagi, kegiatan ini adalah inisiatif saya, Imam Nahrawi, yang bertujuan dimulainya ukhuwah islamiah antara Banser dan Kokam. Akan tetapi, tentang anggaran memang tidak terlalu paham secara mendetail," tegasnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2r5VGDy
November 26, 2018 at 07:17PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2r5VGDy
via IFTTT