Pages

Showing posts with label 2018 at 06:53PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:53PM. Show all posts

Thursday, December 20, 2018

Kapal Pengangkut BBM Meledak di Sungai Musi

Liputan6.com, Palembang - Kapal yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) terbakar di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara mengatakan, peristiwa kebakaran kapal tersebut sudah berhasil ditangani. Dari informasi di lapangan, kapal tersebut terbakar usai membeli bahan bakar solar dan bensin di perairan sungai Musi.

"Bukan kapal Pertamina. Kapal biasa habis mengisi SPBU di sungai bawa 10 drum bensin dan 10 drum solar," kata dia saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (20/12/2018).

Zulkarnain melanjutkan, dari peristiwa tersebut, ada dua korban mengalami luka bakar. Namun, saat ini sudah menjalani perawatan.

"Ada dua korban luka bakar. Saat ini dirawat masih," ujar dia.

Kemudian soal penyebab kebakaran belum bisa dipastikan. Pihak kepolisian masih mendalami kejadian tersebut. Tim identifikasi masih berada di lokasi kebakaran.

"Belum diketahui. Nanti ya masih dalam pemeriksaan," ujar dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Video rekaman detik-detik kapal nelayan Joko Berek terbalik di telan ombak di perairan Jember.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QFfJHX
December 20, 2018 at 06:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2QFfJHX
via IFTTT

Monday, December 17, 2018

Wiranto Tegaskan E-KTP Tercecer Bukan Rekayasa Pemerintah

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan bahwa e-KTP yang tercecer di sejumlah wilayah di Indonesia bukanlah rekayasa pemerintah. Menurut dia, pemerintah tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak jalannya Pemilu 2019.

"Kemudian e-KTP tercecer, yang diperjualbelikan. Sekali lagi, itu bukan rekayasa pemerintah. Pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi telah meminta supaya ASN netral, TNI, Polisi netral," ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat, Senin (17/12/2018).

Dia mengatakan, Pemilu adalah pesta demokrasi yang dirayakan setiap lima tahun sekali. Untuk itu, Wiranto meminta masyarakat mencari tahu track tecord pemimpin sebelum memilihnya.

"Pemilu ini pesta, membuat rakyat senang, karena lima tahun sekali diberi keluasaan diberikan kesempatan memilih pemimpinnya, lima tahun diberi kesempatan memilih pemimpin yang berkualitas yang punya kompetensi," jelas dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EpLu0n
December 17, 2018 at 06:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2EpLu0n
via IFTTT

Friday, December 14, 2018

Survei Y Publica: 51,7 Persen Masyarakat Tolak Perda Agama

Liputan6.com, Jakarta - Y Publica merilis survei nasional terkait Perda agama dalam perpolitikan Indonesia. Survei yang dilakukan pada November-Desember 2018 itu menyebut 51,7 persen masyarakat tidak setuju dengan Perda Syariah di Indonesia.

Direktur Eksekutif Y Publica Rudi Hartono mengungkapkan, meski mayoritas tidak setuju, terdapat 44,5 persen responden yang menyatakan setuju dengan adanya perda tersebut.

"Bahkan terdapat 47,2 persen responden belum melihat dampak positif Perda Syariah dalam memperbaiki tata-nilai masyarakat agar sejalan agama,” kata Rudi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2018).

Sedangkan dalam kaitannya dengan Pilpres 2019, Rudi mengatakan baik di kalangan capres nomor 1 maupun 2, mayoritas pemilih di kedua kubu tidak setuju dengan perda berbasis agama.

“Di kubu Jokowi-Maruf yang menolak sebesar 65,5 persen, sedangkan di kubu Prabowo-Sandiaga 50,2 persen menolak,” ujarnya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QNoxuL
December 14, 2018 at 06:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2QNoxuL
via IFTTT

Thursday, December 13, 2018

[Cek Fakta] Hoaks Teror Bom di Reuni 212

Kabar mengenai ancaman teror di lokasi reuni 212 telah dibantah oleh Polri. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

"Karena tidak ada update nya, maka tidak usah dipercaya alias hoaks," kata Dedi saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Kamis (13/10/2018).

Selain itu dari berita yang sudah ditayangkan Liputan6.com berjudul 'Polri Apresiasi Reuni 212 di Monas Berlangsung Kondusif', Polri menyatakan bahwa pelaksanaan Reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat, pada Minggu, 2 Desember 2018 yang berlangsung aman dan damai.

"Alhamdulilah bisa berjalan aman dan kondusif. Ini berkat kerja sama semua pihak, Polri, TNI, teman-teman dari Pemprov DKI, dan tentunya peserta Reuni 212. Kita apresiasi lah," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono di kantornya, Jakarta, Senin 3 Desember 2018 lalu.

Syahar menambahkan, tidak ada laporan kehilangan atau keluhan dari masyarakat terkait kegiatan massa tersebut. Secara umum, Reuni 212 yang dihadiri jutaan orang itu berjalan aman.

"Alhamdulillah sampai saat ini belum ada (laporan kepolisian)," tuturnya.

Kemudian, Kapolsek Gambir AKBP Johanes Kindangen juga membantah ada bom yang meledak jelang reuni 212 di Monas. Dia menyebut yang terjadi hanyalah ada genset yang mengalami korsleting.

Keterangan Johanes ini telah ditayangkan viva.co.id dalam berita yang berjudul 'Polisi Bantah Ada Bom Jelang Reuni 212'.

"Untuk selanjutnya masih kami selidiki dan kami cek untuk barang bukti yang kami ambil ada handphone sama serpihan-serpihan," kata Johanes, Senin, 10 Desember 2018.

Johanes mengatakan kepolisian sudah memeriksa sejumlah saksi seperti operator (panitia) dan juga pamdal juga sudah mereka ambil keterangan.

"Masih kami lidik siapa pemilik handphone. Kami lagi cari siapa pemiliknya. Faktor korsleting, pemilik handphone dan genset," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UCFY02
December 13, 2018 at 06:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2UCFY02
via IFTTT

Tuesday, November 27, 2018

JK: Pemerintahan Kalau Sukses, Pasti Akan Dipilih Lagi

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan mengebut berbagai infrastruktur sebelum dilaksanakannya Pemilihan Presiden (Pilpres) pada April 2019. Pernyataan tersebut dinilai Wakil Presiden Presiden Jusuf Kalla bukan berhubungan dengan agenda politik.

"Ada kegiatan atau tidak ada kegiatannya, jalan teruslah," kata Jusuf Kalla di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018).

Pria yang kerap disapa JK ini menjelaskan, kegiatan menyelesaikan infrastruktur terjadi dalam beberapa tempo. Ada yang dilakukan dan cepat selesai pada tahun ini.

Bisa juga, kata Jusuf Kalla, pengerjannya dilakukan dalam jangka panjang. Walaupun, kegiatan tersebut juga memiliki efek. Salah satunya yaitu akan terpilih kembali di Pilpres.

"Bahwa pemerintah pasti begitu, pemerintah mana saja harus sukses. Kalau sukses kan pasti dipilih lagi kan. Itu hukum di mana saja, terjadi di negara mana saja," papar Jusuf Kalla.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo atau Jokowi mempercepat peresmian berbagai infrastruktur sebelum dilaksanakannya Pemilihan Presiden (Pilpres) pada April 2019. Dia menjelaskan ‎pada awal bulan depan akan diresmikan infrastruktur yang telah dibangun pemerintah selama empat tahun, yaitu tersambungnya tol dari Jakarta sampai Surabaya.

"Untuk Banyuwangi-nya akhir 2019, tol Jakarta-Surabaya akhir Desember 2018, kemudian Tol Trans Sumatera sepanjang 148 kilometer akan kita resmikan di Desember ini," ujar Jokowi di acara Kompas CEO Forum di JCC, Jakarta, Selasa 27 November 2018.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FGOhVh
November 27, 2018 at 06:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2FGOhVh
via IFTTT