Pages

Showing posts with label 2018 at 05:34PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:34PM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

Pengamanan Diperketat Jelang Pelantikan Presiden Brasil

Dari hampir seluruh suara yang dihitung, Bolsonaro memiliki 55 persen suara banding 45 persen milik pesaingnya, Fernando Haddad dari Partai Buruh sayap kiri.

Dikutip dari BBC, Bolsonaro berkampanye dengan janji memberantas korupsi dan menurunkan tingkat kejahatan yang tinggi di Brasil.

Namun, menurut pengamat, kampanye pemilu dinilai sangat memecah-belah. Setiap kubu berpendapat bahwa kemenangan yang lain bisa menghancurkan Brasil.

Kemenangan Bolsonaro merupakan pencapaian baru dalam demokrasi terbesar di Amerika Latin, yang diperintah oleh Partai Buruh sayap kiri selama 13 tahun antara 2003 dan 2016.

Selama dua tahun terakhir, negara tersebut dipimpin oleh seorang konservatif, Michel Temer, meneruskan pemerintahan Presiden Dilma Rousseff yang tersandung kasus korupsi. Keduanya, menurut berbagai sumber, telah terbukti sangat tidak populer di kalangan rakyat Brasil.

Dengan tingkat persetujuan presiden yang jatuh hingga rekor terendah 2 persen, pemilih berteriak-teriak untuk perubahan, tetapi mereka sangat terbagi tentang ke mana perubahan itu harus mengarah.

Kemenangan Bolsonaro atas selisih tipis di atas Hadad, berarti bahwa visi yang diajukan untuk menata kembali hukum, ketertiban, dan nilai-nilai keluarga, akan dijadikan prioritas awal pemerintahannya.

Dalam pidato kemenangannya, Jair Bolsonaro mengatakan pemerintahannya akan menjadi "pembela demokrasi dan konstitusi" Brasil.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SpshzZ
December 29, 2018 at 05:34PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2SpshzZ
via IFTTT

Thursday, December 27, 2018

Sri Mulyani: Saya Bangga Ikut Berjuang Rebut Freeport dari AS

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kebanggaannya karena terlibat dalam negosiasi saham Freeport. Ia bercerita mengenai jalan panjang pemerintah mendapatkan Freeport Indonesia dan target utamanya yakni memperjuangkan kepentingan negara.

"Yang patut digaris-bawahi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan yang tegas bahwa kita bekerja hanya dengan hanya satu tujuan yaitu memperjuangkan untuk sebesar-besar kepentingan bangsa dan negara, termasuk kepentingan rakyat Papua, tidak ada kepentingan pribadi atau kelompok yang boleh menunggangi," ujar Sri Mulyani seperti dikutip pada akun media sosial Facebook resminya, Kamis (27/12/2018).

Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan instruksi Presiden Jokowi sudah tegas, dan para menteri berkoordinasi demi mengambil alih Freeport secara tegas, face-to-face, tanpa ada negosiasi pintu belakang.

"Tidak ada perundingan melalui pintu belakang. Para menteri bersama-sama menghadapi perundingan dan saling menunjang dan membantu. Kepemimpinan Presiden memberikan kejelasan dan melindungi kami dari berbagai kelompok yang memiliki kepentingan berbeda," ujar Sri.

Para menteri yang terlibat termasuk Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Kementerian Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Jonan merupakan Ketua Tim Perundingan Pemerintah.

Menkeu pun memberikan apresiasi kepada profesionalisme pihak-pihak yang membantu proses perebutan Freeport, yakni yang terdiri dari para eselon 1, eselon 2 dan jajaran staf di Kemenkeu, Kementerian ESDM, BUMN, KLH dan Menhukham, Kejaksaan Agung, Kemendagri dan BPKP, serta Direksi Inalum.

"Ini adalah hasil kerja keras penuh profesionalisme dan integritas serta dedikasi dari seluruh komponen bangsa yang ingin menperjuangkan dan memberikan terbaik bagi bangsa dan negara Indonesia. Indonesia boleh bangga dengan hasil terbaik yang dipersembahkan anak-anak bangsanya," ujar Sri Mulyani.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BHuPlT
December 27, 2018 at 05:34PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2BHuPlT
via IFTTT

Sunday, December 23, 2018

Istri Ulang Tahun, Ifan Seventeen Belum Bisa Bertemu Usai Tsunami Anyer

Terlebih lagi, rupanya saat ini sang istri sedang berulang tahun. Hal itu membuat Ifan Seventeen semakin menggebu untuk bisa menemukan istri tercintanya itu.

Hal itu disampaikan Ifan Seventeen melalui unggahan di Instagram pada Minggu (23/12/2018).

"Hari ini kamu ulang tahun, aku mau ucapin langsung, cepet pulang sayang @dylan_sahara," harap Ifan Seventeen.

Simak video berikut ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V56mQn
December 23, 2018 at 05:34PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2V56mQn
via IFTTT

Thursday, December 13, 2018

Milenial Lebih Pilih Tempat Kerja yang Bikin Nyaman Ketimbang Gaji Tinggi

Generasi milenial adalah sebutan yang paling ‘pas’ bagi yang hidup pada era maraknya penggunaan teknologi canggih seperti sekarang. Hampir seluruh aktivitas bisa dijajaki dengan bantuan teknologi, tak terkecuali soal merintis usaha.

Dengan kemampuan dalam menguasai teknologi dan kerja keras, kesuksesan dalam menjalankan usaha akan datang dengan sendirinya. Namun, yang namanya kesalahan dalam menjalankan usaha sering kali menimpa kaum milenial

Akibatnya, laju perkembangan usaha pun terganggu. Agar masalah tersebut tidak berdampak buruk pada usaha, milenial perlu menghindari kesalahan-kesalahan dalam berbisnis sebagai berikut, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Kurang Bijak saat Menjual Produk

Sukses atau tidaknya usaha yang dirintis sangat tergantung pada jenis produk yang diperdagangkan. Usahakan untuk lebih lihai melakukan riset pasar guna mengetahui jenis produk yang paling banyak diminati konsumen.

Setelah itu, perhatikan jumlah pesaing yang ada di sekeliling. Apabila jumlah pesaing sudah sangat banyak, itu berarti Anda harus lebih bijak dalam menjual produk.

Gunakan bantuan teknologi untuk menjajakan produk yang dijual. Kalau perlu, bergabunglah ke sebuah platform jual-beli online untuk mendorong tingkat penjualan.

2. Kemampuan Manajemen yang Masih Minim

Menjalankan usaha tidak pernah lepas dari namanya manajemen. Manajemen di sini tidak hanya distribusi dan pemasaran, tapi juga keuangan.

Tingkat manajemen yang masih rendah akan berdampak negatif pada kelangsungan usaha. Kalau tidak segera diperbaiki, usaha yang Anda geluti pun lambat laun akan menuai kerugian, bahkan gulung tikar.

Tidak ada salahnya untuk mengikuti beberapa pelatihan ataupun seminar untuk menambah wawasan mengenai cara memanajemen usaha. Ilmu yang didapat sebaiknya dipraktikkan langsung pada usaha yang telah dirintis untuk membuktikan apakah manajemen itu tepat sasaran atau tidak.

3. Melupakan Target yang Ingin Dicapai

Target adalah tolok ukur kesuksesan yang ingin dicapai saat melakukan sesuatu. Manajemen yang bagus sekalipun akan terasa sia-sia jika usaha yang dirintis tidak memiliki target yang jelas.

Sebab Anda tidak tahu apa yang akan dicapai dan bagaimana cara mencapai hal tersebut. Cakupan target yang dipasang dalam merintis usaha sangatlah sederhana, tapi luas.

Misalnya, menentukan omzet penjualan dalam satu hari ataupun satu bulan. Dengan demikian, Anda bisa mengukur sejauh mana tingkat pencapaian yang sudah diraih.

4. Lebih Memilih Kemewahan Ketimbang Menabung

Selain canggih, gaya hidup generasi milenial juga bisa dibilang cukup “wah”. Banyak generasi milenial yang mementingkan kemewahan daripada kesederhanaan. Keuntungan yang didapat pun tidak lagi dipakai untuk mengembangkan usaha, tetapi untuk bersenang-senang.

Sebelum terlambat, berubahlah dari sekarang. Ubah kebiasaan hidup di balik selimut kemewahan menjadi lebih sederhana dan apa adanya. Budayakan menabung karena menabung itu banyak manfaatnya.

5. Terlalu Konservatif dalam Memilih Instrumen Investasi

Laju pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat dijadikan sebagai momen paling pas untuk menggeluti dunia investasi. Inilah yang dilakukan anak-anak milenial sekarang.

Saking antusiasnya berinvestasi, generasi milenial jadi sering terjebak kasus investasi bodong yang akhirnya merugikan diri sendiri. Boleh saja untuk terjun ke dunia investasi, tapi perhatikan ke mana arus kas yang dimiliki akan diinvestasikan.

Pilih instrumen investasi dengan teliti dan sesuai kebutuhan. Perlu diperhatikan, yang tidak kalah penting adalah jangan terlalu konservatif dan terlalu berani mengambil risiko, apalagi jika Anda belum mahir di bidang investasi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QtL4gH
December 13, 2018 at 05:34PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2QtL4gH
via IFTTT

PPATK Awasi Transaksi Mencurigakan Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ikut mewujudkan terciptanya Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang bersih, jujur, dan adil. Karena itu, PPATK akan mengawasi semua transaksi keuangan mencurigakan yang berkaitan dengan pesta demokrasi tersebut.

Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin mengakui, pihaknya melihat adanya potensi pelanggaran keuangan pada pelaksanaan Pemilu 2019. Karena itu, lembaganya melakukan pengawasan untuk membantu aparat penegak hukum.

"Biasanya kejahatannya kan suap atau money politics ya. Ya potensinya (pelanggaran transaksi keuangan), ada sih. Tetapi tentu kita belum bisa menyebutkan siapa dan bagaimana. Jadi tetap kita monitor saja," ujar Kiagus di Kantor PPATK, Jakarta Pusat, Kamis (13/12/2018).

Kiagus belum bisa menyampaikan lebih rinci hasil pemantauan dan pengawasan yang dilakukan PPATK.

"Saya belum tahu persis dari angka-angka ya. Tapi ini tetap kita lakukan (pengawasan), dan kalau ada pelanggaran akan kita beritahu ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu)," tuturnya.

Meski begitu, pihaknya tetap berharap Pemilu 2019 ini berjalan dengan baik dan menjadi pesta demokrasi yang disambut gembira oleh semua masyarakat. Dia juga berharap, pengawasan yang dilakukan PPATK tidak membuat pelaksanaan Pemilu 2019 menjadi tegang.

"Karena pemilu adalah proses rekrutmen pimpinan kita baik di eksekutif maupun legislatif. Oleh karena itu rekrutmen ini harus dilakukan dengan sehat dan baik. Itulah tujuan kita untuk memantau itu," kata Kiagus.

"Tapi tentu tidak mengurangi suasana antusias dan rasa gembira melaksanakan Pemilu itu sendiri. Kita juga tidak ingin Pemilu dilaksanakan dalam suasana tegang, itu juga kurang bagus untuk perkembangan demokrasi kita," dia menambahkan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Gotq9k
December 13, 2018 at 05:34PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2Gotq9k
via IFTTT

Wednesday, December 5, 2018

Target Kunjungan 17 Juta Turis Asing Sulit Tercapai, Ini Sebabnya

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan turismancanegara atau wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Oktober 2018 mencapai 1,29 juta kunjungan. Jumlah ini naik 11,24 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 1,16 juta kunjungan.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, dari 1,29 juta kunjungan tersebut, turis asing yang datang dari wilayah Amerika memiliki presentasi kenaikan paling tinggi yaitu sebesar 20,56 persen dibanding 2017 lalu. Sedangan wilayah Eropa mengalami penurunan sebesar 1,20 persen.

Sementara menurut kebangsaan, kunjungan turisyang datang ke Indonesia paling banyak berasal dari Tiongkok sebanyak 183,5 ribu kunjungan (14,20 persen), Malaysia 175,2 ribu kunjungan (13,56 persen), Timur Leste 144,9 ribu kunjungan (11,21 persen), Singapura 136,3 ribu kunjungan (10,55 persen), serta Australia 116,9 ribu kunjungan (9,04 persen). 

"Kenaikan jumlah kunjungan wisman Oktober 2018 ini terjadi di tiga pintu, yaitu Bandara Sultan Syarif Kasim II, Riau sebesar 14,35 persen, Bandara Juanda, Jawa Timur Sebesar 4z07 persen dan Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat sebesar 3,92 persen," kata Suhariyanto di Kantornya, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Sementara itu, secara kumulatif, Januari hingga Oktober 2018, jumlah kunjungan turis ke Indonesia mencapai 13,24 juta kunjungan. Angka ini naik 11,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya berjumlah 11,83 persen.

"Jumlah kunjungan ini terdiri dari turisyang masuk melalui pintu masuk udara sebanyak 8,54 juta kunjungan, pintu masuk laut 2z58 juta kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 2z12 juta kunjungan," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BRYnyM
December 05, 2018 at 05:34PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2BRYnyM
via IFTTT

Saturday, December 1, 2018

FOTO: Warga Sambut Peresmian Gerbang Tol Cigombong Seksi 1

1/7

Beberapa warga berjalan di ruas jalan tol Ciawi-Cigombong, Kab Bogor, Jabar, usai diresmikan, Sabtu (1/12). Tol Ciawi-Sukabumi memiliki total panjang 54 Km dibagi menjadi empat seksi, antara lain Seksi I Ciawi-Cigombong. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QrfijE
December 01, 2018 at 05:34PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2QrfijE
via IFTTT

Tuesday, November 27, 2018

Mendagri: Anies Belum Punya Wakil, Salah Partai Koalisi

Liputan6.com, Bandung - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta dua partai pengusung, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra untuk segera menentukan nama pengganti Sandiaga Uno untuk menjabat posisi wakil gubernur DKI Jakarta.

Menurutnya, kekosongan posisi wakil gubernur DKI yang sampai saat ini belum diputuskan bukan kesalahan Gubernur DKI Anies Baswedan. Kekosongan itu bisa terisi jika partai koalisi pengusung kompak.

"Pemprov DKI sampai sekarang belum ada wakil bukan salah Pak Anies. Salah partai pengusung," ujarnya ditemui usai menghadiri apel Danrem dan Dandim se-Indonesia di Pussenif Kodiklat TNI AD, Kota Bandung, Selasa (27/11/2018).

Disinggung soal tengat waktu kapan posisi wagub DKI harus terisi, Tjahjo menilai semua keputusan bukan ada di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Soal kapan bukan kewenangan kami atau pak Anies. Kewenangan ada di partai koalisi," kata dia.

Prosedurnya, kata dia, partai politik pengusung terlebih dulu mengajukan satu atau dua nama yang disepakati. Lalu, nama tersebut diajukan ke DPRD DKI Jakarta.

"Dari DPRD diputuskan mau voting atau aklamasi, baru diserahkan Kemendagri," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TPDECn
November 27, 2018 at 05:34PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2TPDECn
via IFTTT