:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2814076/original/061187100_1558618513-ramadan-3461512_960_720_pixabay.jpg)
Keenam, berdoa dengan penuh ketundukkan, kekhusyukan, dan ketakutan kepada Allah SWT.
Ketujuh, mantap hati dalam berdoa, meyakini pengabulan doa, dan menaruh harapan besar dalam berdoa. Sufyan bin Uyaynah mengatakan, sadar akan kondisi dirimu jangan sampai menghalangimu untuk berdoa kepada-Nya. Allah, kata Sufyan, tetap menerima permohonan Iblis yang tidak lain adalah makhluk-Nya yang paling buruk.
Kedelapan, meminta terus menerus dalam berdoa.
Kesembilan, membuka doa dengan lafal zikir. Kamu dianjurkan untuk membuka doa dengan pujian dan shalawat. Demikian pula ketika mengakhiri doa.
Kesepuluh, tobat, mengembalikan benda-benda kepada mereka yang teraniaya, dan menghadap Allah SWT dengan cara mematuhi segala aturan agama. Pasal sepuluh ini yang sangat penting.
Artinya, “Pasal kesepuluh, ini pasal terpenting dan cukup mendasar dalam pengabulan doa, yaitu tobat, mengembalikan benda-benda kepada mereka yang teraniaya, dan “menghadap” Allah SWT,” (Lihat An-Nawawi, Al-Adzkar Al-Adzkarul Muntakhabah min Kalami Sayyidil Abrar, Kairo, Darul Hadits, 2003 M/1424 H, halaman 372).
http://bit.ly/2Wih8ac
June 11, 2019 at 08:20AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2Wih8ac
via IFTTT
No comments:
Post a Comment