Pages

Showing posts with label July 03. Show all posts
Showing posts with label July 03. Show all posts

Tuesday, July 2, 2019

Dari Mi Goreng sampai Telur, Deretan Makanan Rumahan Pakai Boba yang Viral

Tak Harus Tunggu Tua, Investasi Ini Bila Ingin Pensiun Dini

Wali Kota Pare-Pare dalam Lingkaran Kasus Dugaan Suap Proyek DAK Rp 40 M

AC Milan Serius Dekati Bek Tangguh Liverpool

6 Potret Mobil Parkir Antimainstream Ini Bikin Geleng Kepala

Beberapa Jam Sebelum Meninggal, Jacky Zimah Masih Sempat Dijenguk Ratna Listy

Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka meninggalnya Jacky Zimah, mantan suami Rita Sugiarto, bukan hanya dirasakan oleh keluarga besar D'Star Indosiar. Artis non dangdut juga merasakan kesedihan. 

Ratna Listy, penyanyi dan juga penyiar radio, menyampaikan rasa sedih itu. Bahkan, Ratna, juga mengungkapkan fakta bahwa sebenarnya dia sempat menjenguk Jacky Zimah yang dirawat di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa sore.

"Innalillahi wa inna illaihi rajiun. Jam 17.00wib sore tadi kami masih menjenguk, 3 jam kemudian yaitu jam 20.00wib Musisi Dangdut bang Jacky Zimah dipanggil menghadap Sang Pencipta. Pesan spiritual @panglimalangit_spiritual, jika memang sudah takdir, hendaknya pihak keluarga diberi ketabahan serta mengikhlaskan kepergian beliau. Semoga husnul khotimah... 😥🙏 #agengkiwi #ozysyahputra #anisabahar #panglimalangit #ratnalisty," tulis Ratna Listy di akun Facebook-nya.

Diketahui, Jacky Zimah telah 10 hari dirawat di rumah sakit lantaran sakit diabetes dan infeksi paru-paru. 

Jacky Zimah selain dikenal sebagai penyanyi dangdut, sekaligus juga mantan suami Rita Sugiarto yang juga sebagai juri D'Star Indosiar. Rita, sempat tampil sebagai juri ajang kompetisi ini pada episode Senin (1/7/2019) malam.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RSHWbJ
July 03, 2019 at 07:45AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2RSHWbJ
via IFTTT

Berdirinya ITB, Sekolah Tinggi Tertua di Indonesia 99 Tahun Lalu

Liputan6.com, Jakarta - Institute Teknologi Bandung (ITB) adalah sekolah tinggi teknik pertama di Indonesia. Sekolah ini sudah ada sejak zaman Belanda. Tak heran ITB memiliki banyak sejarah. Di kampus ini, Presiden Indonesia pertama, Soekarno, meraih gelar insinyurnya dalam bidang Teknik Sipil.

Kampus tertua di Indonesia ini lahir pada 3 Juli 1920 dengan nama Technische Hoogeschool te Bandoeng disingkat TH te Bandoeng, TH Bandung, atau THS.

Sekolah ini didirikan untuk mengatasi kekurangan tenaga teknis yang dibutuhkan oleh Belanda. Sementara mendatangkan tenaga teknik dari luar negeri membutuhkan biaya yang mahal.

Lama studi untuk menjadi insinyur adalah empat tahun. THS memiliki tiga bagian (afdeeling) yaitu Sipil (1920), Kimia (1940), Mesin dan Listrik (1941). Namun fakultas Kimia serta Mesin dan Listrik belum sempat meluluskan seorang insinyur sebelum ditutup pada 1941. Sekolah ini vakum setelah Belanda menyerah di Kalijati Subang.

Pada masa penjajahan Jepang, upaya untuk membuka kembali perkuliahan TH Bandung ditolak secara tegas, namun kegiatan penelitian di laboratorium-laboratorium yang ada di kampus TH Bandung diizinkan.

Komunitas laboratorium tersebut dinamakan Institute of Tropical Scientific Research (Lembaga Penelitian Ilmiah Tropis) yang diawaki oleh banyak staf akademik TH Bandung.

Pada tanggal 1 April 1944, THS dibuka kembali oleh Pemerintah Militer Jepang dengan nama Bandung Kogyo Daigaku.

Bandoeng Koogyo Daigaku (BKD) membuka tiga fakultas yaitu Teknik Sipil (Dobubuka), Teknik Kimia (Oyakagabuka), Listrik dan Mesin (Denki dan Kikaika). Lama studi untuk menjadi insinyur (kogakusi) adalah tiga tahun, mengikuti kurikulum yang diterapkan di Tokyo Kogyo Daigaku (Tokyo Institute of Technology) pada masa itu.

2 dari 3 halaman

ITB Pascakemerdekaan

Kemudian, setelah Indonesia merdeka, namanya berubah lagi menjadi Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung. Di tahun 1946, STT Bandung dipindahkan ke Yogyakarta dan menjadi cikal bakal berdirinya Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sebagai gantinya didirikanlah Universiteit van Indonesie dengan Faculteit van Technische Wetenschap, oleh NICA di lokasi yang sama. Pengajar di kampus bentukan NICA, adalah para dosen yang dibebaskan dari kamp interniran Jepang. Kemudian Faculteit van Technische Wetenschap diubah menjadi Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam Universitas Indonesia, pada tanggal 2 Februari 1950.

Kemudian, didorong oleh gagasan dan keyakinan yang dilandasi semangat perjuangan Proklamasi Kemerdekaan serta wawasan ke masa depan, Pemerintah Indonesia meresmikan berdirinya Institut Teknologi Bandung pada tanggal 2 Maret 1959 .

Berbeda dengan harkat pendirian lima perguruan tinggi teknik sebelumnya di kampus yang sama, Institut Teknologi Bandung lahir dalam suasana penuh dinamika mengemban misi pengabdian ilmu pengetahuan dan teknologi, yang berpijak pada kehidupan nyata di bumi sendiri bagi kehidupan dan pembangunan bangsa yang maju dan bermartabat.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2LzyiK3
July 03, 2019 at 07:34AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2LzyiK3
via IFTTT

Top 3 Berita Hari Ini: Hukuman Kakak Beradik di Bulukumba yang Menikah Sedarah

Liputan6.com, Bulukumba Top 3 Berita Hari Ini, Ansar yang menikahi adik bungsunya lantaran telah hamil 4 bulan setelah keduanya berhubungan layaknya suami istri, kini harus menerima dampaknya. Tak hanya terancam ditangkap, keduanya juga akan di usir dari kampung halaman dan kini dikucilkan keluarga. 

Sebelumnya, Ansar (32) membuat geger warga Bulukumba, Sulawesi Selatan karena menikahi adik kandungnya. Pernikahan keduanya berlangsung beberapa waktu lalu di perantuan mereka di Kalimantan. 

Setelah kabar pernikahannya viral di media sosial, istri sah Ansar langsung melaporkan suaminya ke Polres Bulukumba dan meminta segera ditangkap.

Sementara itu, berawal dari kekecewaannya pada institusi Polri dimana dia mengabdi, seorang polisi berpangkat brigadir di Polres Muna, Sulawesi Tenggara, memutuskan keluar dari anggota dan mencoba banting setir menjadi perancang busana.

Meski bakat tersebut muncul secara otodidak, karir Yayan Septian (30) di dunia desainer kini terbilang sukses. Terbukti dari banyak prestasi yang diraih baik tingkat lokal maupun nasional.

Lantas seperti apa perjalanan karier mantan polisi ganteng itu hingga akhirnya memutuskan keluar dari institusi Polri? 

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini: 

1. Pernikahan Saudara Sekandung Menyulut Amarah Keluarga dan Warga Desa

Hervina, istri sah Ansar sat menunjukan buku nikahnya usai melapor di Polres Bulukumba (Fauzan/Liputan6.com)

Ansar (32) yang menikahi adik kandung perempuannya tengah jadi buah bibir khususnya bagi warga Sulawesi Selatan. Pernikahan keduanya berlangsung beberapa waktu lalu di Balikpapan, Kalimantan Timur lantaran sang adik tengah hamil empat bulan usai keduanya berhubungan badan.

Istri sah Ansar, Hervina (28) pun telah melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Dari pernikahan Ansar dan Hervina, keduanya telah dikaruniai satu orang anak yang saat ini telah menginjak usia tujuh tahun.

Andi Agung, kepala desa di kampung halaman Ansar, Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mengatakan bahwa jika nanti Ansar pulang kampung maka dia akan diusir dari kampung halamannya itu.

Selengkapnya... 

2. Penumpang Bus Damri Keluhkan Jarak Tempuh Bandara Kertajati-Bandung

Sejumlah penumpang menggunakan jasa bus Damri menuju Bandara Kertajati dari Bandung. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Penumpang mengeluhkan jauhnya perjalanan dari Bandara Kertajati ke Kota Bandung yang memakan waktu 3,5 jam.

Pradwi mengatakan, dirinya cukup sering melakukan perjalanan dari Bali ke Bandung untuk kepentingan pekerjaan. Namun karena adanya pengalihan rute pesawat domestik tersebut, dia harus menyesuaikan jadwal agar efektif dan tidak memakan banyak biaya.

Perempuan yang akan berangkat ke Denpasar ini mengatakan biasanya dia hanya memerlukan waktu tempuh 30 menit dari rumahnya untuk menuju Bandara Husein Sastranegara.

Selengkapnya... 

3. Cerita Yayan, Mantan Polisi Ganteng Nekat 'Banting Setir' Jadi Desainer

Upacara PTDH terhadap Yayan Septian di Polres Muna, Rabu (26/6/2019).(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Karir Yayan Septian (30), sebagai polisi berpangkat brigadir berakhir di lapangan apel Polres Muna, Rabu, 26 Juni 2019. Dia tercatat masuk sebagai anggota sejak April 2008, sekitar 11 tahun lalu.

Setelah upacara, terungkap Yayan Septian ternyata sudah desersi sejak Maret 2018. Saat itu, dia pernah 'melarikan diri' dari Polres Muna dan sempat ditangkap anggota provost Polres.

Kini, setelah tak lagi berprofesi sebagai abdi negara, putra pasangan Ahmad Yusuf dan Nani itu, beralih profesi sebagai perancang busana. Kecintaannya pada dunia fesyen telah ditekuni Yayan sejak 2008.

Saat memutuskan untuk keluar dari Institusi Polri, banyak keluarga yang menentangnya. Terutama dari sang ayah. 

Selengkapnya...

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RPTLPW
July 03, 2019 at 07:30AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2RPTLPW
via IFTTT

Alasan Adrien Rabiot Gabung Juventus

7 Potret Nyeleneh Orang Saat Naik Ojek Online, Bikin Tepuk Jidat

Kalah 3 Kali, Masih Bisakah Prabowo Maju Pilpres 2024?

Liputan6.com, Jakarta - Peneliti LSI Denny JA, Rully akbar mengungkap nama Prabowo Subianto masih masuk dalam radar calon presiden tahun 2024. Padahal diketahui, Prabowo telah tiga kali kalah kontestasi pemilu yaitu pada 2009, 2014 dan 2019.

"Tingkat kedikenalan menurut acuan kami nama Pak Prabowo masih di atas 25 persen dari 2.000 responden nasional, tapi memang secara kontestasi dan kajian amatan kami seharusnya sudah tidak layak lagi untuk maju," kata Rully di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2019).

Kendati Prabowo ingin maju kembali, Rully merasa tak sependapat bila mantan pangkostrad ABRI itu dapat langgeng menuju kursi RI-1. Sebab, rekam jejaknya di militer dan kekalahan tiga kali beruntun menjadikan preseden tersendiri di mata publik.

"Memang periode ini dapat 40 persen sekian, tapi apabila nyalon lagi bisa segitu? Belum tentu, dinamikanya pasti berbeda," jelas Rully.

Karenanya, sebagai analis politik, Rully menyarankan Prabowo di belakang layar pada Pilpres 2024. Hal ini patut dilakukan sejak dini, sebab kaderisasi kepartaian Gerindra bisa goyang bila Prabowo tidak memiliki sosok penerus yang kuat.

"Regenerasi politik menuju salah satu orang yang bisa maju ke the next capres tapi apakah itu akan memilki chance yang sama seperti Prabowo? Itu harusnya dibentuk sejak dini," kata Rully.

2 dari 3 halaman

Capres Selanjutnya

Menurut Rully, terdapat dua nama potensial yang bisa melanjut popularitas Prabowo di Partai Gerindra setingkat nasional, pertama Anies Baswedan dan kedua Sandiaga Uno.

"Jadi harusnya mereka yang disiapkan untuk the next capres dan jadi figur Gerindra," Rully menandasi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2XQDZKc
July 03, 2019 at 07:15AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2XQDZKc
via IFTTT

Gelandang Persib Bandung Siap Hadapi Persebaya Surabaya

Resep Sosis Teriyaki Super Simpel

Resep Sosis Teriyaki Super Simpel

Fitur-Fitur Baru pada New Mitsubishi Triton yang Perlu Diketahui

Liputan6.com, Jakarta - Selain ubahan signifikan pada eksterior serta mengalami peningkatan performa di beberapa lini, new Mitsubishi Triton juga mendapat fitur-fitur baru. Fitur yang berkaitan dengan keamanan sehingga menjadikan Triton sebagai pikap dengan fitur keamanan paling canggih di segmennya.

"Keamanan adalah hal yang paling penting di New Triton. Sama seperti evolusi teknologi, permintaan kendaraan yang aman menjadi lebih kuat di pasar global. Model pick-up bukan pengecualian. New Triton hadir dengan banyak fitur keamanan canggih," terang Koichi Namiki, Program Director MMC di Shangri-La Hotel, Jakarta.

Adapun fitur baru yang dihadirkan, meliputi, 7 SRS airbags, Forward Collision Mitigation (FCM) yang mengaplikasikan pengereman darurat dengan sensor visual di depan, dan Ultrasonic Mis-Acceleration Mitigation system (UMS) untuk mencegah akselerasi yang tidak diinginkan baik dari depan maupun belakang.

Selain itu, terdapat Blind Spot Warning System (BSW) untuk memperingatkan pengemudi saat ingin berpindah jalur. Lalu Rear Cross Traffic Alert (RCTA) untuk memonitor kendaraan lain di belakang dengan radar.

Adapula Auto High Beam (AHB) yang secara otomatis mengalihkan lampu utama tinggi dan rendah dengan sensor visual depan dan sensor parkir untuk memonitor sekeliling kendaraan ketika parkir dengan ultrasonic.

2 dari 2 halaman

Fitur Lainnya

New Triton juga dilengkapi Hill Decent Control (HDC) untuk mengontrol katup demi menjaga kecepatan kendaraan dengan berbagai kondisi medan ketika menuruni bukit yang curam, memungkinkan pengemudi untuk berkonsentrasi pada pengendalian.

Sayangnya, Mitsubishi belum membeberkan secara rinci mengenai varian mana saja yang mengaplikasi fitur-fitur baru tersebut. Rincian mengenai hal ini baru akan diungkap saat peluncuran yang bakal berlangsung saat pembukaan GIIAS 2019 pada 18 Juli mendatang di ICE BSD, Tangerang.

Namun bisa diperkirakan, varian teratas bakal mengadopsi semua fitur baru ini. Kita lihat saja nanti!

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2J4NHjM
July 03, 2019 at 07:04AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2J4NHjM
via IFTTT

Anak Usaha Indonesia Power Buka Lowongan Kerja Terbaru, Cek di Sini!