Pages

Showing posts with label 2019 at 12:01AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 12:01AM. Show all posts

Monday, April 15, 2019

Waspadai Tiga Bahaya Tersembunyi dari Bedak Tabur Bayi

Liputan6.com, Jakarta Salah satu kebiasaan yang kerap dilakukan orangtua setelah memandikan bayinya adalah memakaikan bedak tabur di tubuh sang buah hati. Penelitian dari Godrej Indonesia tentang produk bayi menemukan bahwa 92 persen ibu di Indonesia menggunakan bedak tabur bayi secara rutin setelah memandikannya atau ketika mengganti popok.

Pemakaian bedak dilakukan untuk membuat tubuh bayi tetap harum serta menjaga kulitnya senantiasa halus dan kering. Namun, tahukah Anda, bahwa sebenarnya penggunaan bedak tabur untuk bayi tak terlalu dianjurkan?

"Semakin banyak dokter yang tidak menganjurkan penggunaan bedak tabur. Sebagaimana yang menjadi perbincangan dalam komunitas Mamapedia.co.id, terdapat kekhawatiran ibu milenial mengenai adanya risiko gangguan pernapasan yang mungkin disebabkan oleh penggunaan bedak tabur," ujar CEO Mamapedia.co.id, Cindy Charlota, dalam keterangan tertulis Godrej Indonesia.

Selain berisiko menimbulkan gangguan pernapasan, bedak tabur bayi juga memiliki beberapa risiko terhadap kesehatan bayi lainnya. Apa saja?

Gangguan pernapasan

Bedak tabur memiliki partikel-partikel kecil yang rentan terhirup oleh si kecil. Nah, hal ini berisiko menyebabkan bayi mengalami gangguan pernapasan atau sistem pernapasannya tersumbat. Terlebih lagi, sistem pernapasan bayi yang baru lahir juga masih mengalami penyesuaian. Risiko ini pun diakui oleh dokter anak.

"Penggunaan bedak tabur memiliki risiko terhadap sistem pernapasan bayi. Partikel bedak tabur yang terbawa di udara dapat dengan mudah dihirup oleh bayi, sehingga bisa mempengaruhi akses pernapasan dan kesehatan. Menghirup partikel bedak tabur secara berulang dapat menyebabkan luka pada paru-paru yang berakibat sesak napas dan batuk kronis. Bedak bayi dalam bentuk losion bisa menjadi solusi yang lebih aman bagi pernapasan bayi serta dapat merawat kulit bayi tetap sehat," ucap dr. Atilla Dewanti Sp.A(K), dokter anak dari Rumah Sakit Brawijaya Antasari.

Kanker paru-paru

Pada umumnya, bedak tabur bayi mengandung talc, yaitu mineral yang mengandung beberapa zat, seperti magnesium, silikon, dan oksigen. Talc sendiri terbuat dari butiran batu mineral yang dihaluskan. Mineral ini kerap menjadi bahan dasar pembuatan bedak karena mampu membuat permukaan kulit si kecil lebih lembap dan terhindar dari rasa nyeri akibat gesekan.

Sayangnya, butiran mineral halus talc juga berisiko terhadap pernapasan dan paru-paru bayi. Apabila si kecil terlalu sering menghirupnya, ia rentan mengalami radang paru-paru atau pneumonia. Bahkan, penumpukan butiran halus ini di paru-paru bisa menyebabkan kanker, lho.

Iritasi dan ruam kulit

Penggunaan bedak tabur memang dapat membuat kulit bayi lebih halus. Namun, juga bisa menimbulkan biang keringat dan iritasi kulit. Ini akibat dari kandungan zea mays starch atau amilum jagung yang kerap ada di bedak tabur. Selain itu, amilum jagung juga mampu memicu timbulnya bakteri penyebab ruam kulit.

Nah, itu adalah beberapa masalah kesehatan yang dapat dialami si kecil kalau terlalu sering memakai bedak tabur. Lalu, apa yang harus dilakukan kalau Anda ingin sang buah hati senantiasa harum dan lembut kulitnya?

Seperti yang dikatakan dr. Atilla di atas, Anda bisa mengganti bedak tabur dengan bedak losion. Bentuknya yang cair dan tidak mengandung partikel halus, dapat menghindarkan bayi dari risiko gangguan pernapasan dan kanker paru-paru.

Salah satu bedak losion yang bisa Anda coba adalah Mitu Baby Liquid Powder. Produk ini mengandung Acti Natura yang mampu menjaga kulit bayi tetap sehat. Selain itu, Mitu Baby Liquid Powder juga teruji hipoalergenik, aman untuk kulit bayi yang sensitif, dan bersertifikat Halal.

Produk tersebut telah terbukti tidak berisiko menimbulkan gangguan pernapasan pada bayi. Berdasarkan hasil uji di rumah oleh Home Tester Club (Lembaga Survei Independen) terhadap 519 anggota pada Maret 2019, 9 dari 10 ibu setuju bahwa Mitu Baby Liquid Powder lebih aman untuk pernapasan bayi dibandingkan dengan menggunakan bedak tabur.

"Godrej Indonesia selalu menghadirkan inovasi untuk menjawab kebutuhan para konsumen. Mitu Baby Liquid Powder adalah inovasi terbaru dari Mitu Baby yang dikembangkan langsung oleh pusat Riset & Pengembangan kami di Indonesia. Produk ini merupakan wujud komitmen kami untuk menjadi mitra para Ibu dalam memberikan yang terbaik bagi bayi mereka. Kami percaya produk ini mampu menjadi solusi yang lebih aman bagi bayi di Indonesia,” kata Presiden Direktur Godrej Indonesia, Akhil Chandra.

Salah satu ibu yang sudah membuktikan keamanan Mitu Baby Liquid Powder adalah selebritas Ririn Dwi Ariyanti. Ibu dari dua anak ini mengakui bahwa bedak cair Mitu Baby dapat membuat putrinya terbebas dari risiko gangguan pernapasan.

"Saya selalu ingin memastikan produk yang kami gunakan sudah terbukti aman. Terutama untuk anak saya, saya khawatir akan risiko jika ia terpapar partikel bedak tabur yang dapat membahayakan sistem pernapasannya. Ketika saya mencoba Mitu Baby Liquid Powder ini, saya pun lega karena anak saya akan terbebas dari risiko tersebut,” kata Ririn.

Apabila Anda tertarik untuk membuktikan sendiri keamanan Mitu Baby Liquid Powder, Anda bisa mendapatkannya di Alfamart dan Indomaret. Paket eksklusif Mitu Baby Liquid Powder juga tersedia di situs e-commerce, Mitu Baby Official Store di Bukalapak.com. Harganya sendiri cukup terjangkau, yaitu Rp 20 ribu.

Tertarik mencoba?

(Adv)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IEiML8
April 16, 2019 at 12:01AM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2IEiML8
via IFTTT

Sunday, April 14, 2019

Peleton Pemukul Siaga di Aceh Antisipasi Gangguan Saat Pemilu

Liputan6.com, Aceh - Kodim 0116/Nagan Raya menyiagakan Peleton Pemukul untuk mengantisipasi gangguan keamanan jelang pemilu pada 17 April mendatang. Ini sebagai dukungan TNI menyukseskan pemilu, terutama di kabupaten tersebut.

Peleton ini terdiri dari personel babinsa dari jajaran Kodim 0116/Nagan Raya. Para personel sejak hari ini akan menggelar apel dan patroli rutin di kabupaten tersebut selama 1x24 jam.

Peleton pemukul bertugas melaksanakan tindakan pencegahan dan penanggulangan secara cepat segala tindakan yang dapat menimbulkan kerugian.

"Serta gangguan ketertiban dan keamaanan khususnya wilayah Kabupaten Nagan Raya menjelang pelaksanaan Pemilu Rabu 17 Arpil 2019 mendatang," jelas Dandim 0116/Nagan Raya Letkol Kav Nanak Yuliana kepada Liputan6.com, Minggu (14/4/2019).

Nanak mengatakan, melalui peleton siaga tersebut, pihaknya berupaya mendeteksi dini segala potensi kerawanan dan ganguan menjelang pesta demokrasi. Ini demi menciptakan rasa aman dan nyaman serta menjaga situasi malam hari tetap kondusif.

"Kegiatan peleton siaga seperti ini dilakukan setiap hari dengan personil yang berbeda-beda," imbuh Nanak.

Para personel akan melakukan apel secara bergantian setiap hari. Titik kumpul di Makodim 0116/Nagan Raya yang beralamatkan di Jalan Poros Utama, Kecamatan Suka Makmue, kabupaten setempat.

"Peleton siap digerakkan setiap saat untuk mencegah terjadinya tindakan gangguan keamanan jelang pemilu 2019. Selalu berkomitmen untuk menjaga keamanan wilayah yang menjadi tanggung jawab Kodim 0116/Nagan Raya hingga jelang pelaksanaan Pemilu 2019," pungkas Nanak.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tim investigasi dari Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu berangkat ke Malaysia. Apa yang coba mereka cari dan dalami?

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KxSm0i
April 15, 2019 at 12:01AM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2KxSm0i
via IFTTT

Saturday, April 13, 2019

Gelatik Angkut Personel Pengamanan ke Fakfak dan Kaimana Papua

Liputan6.com, Sorong - Kapal Polisi Gelatik 5016 Direktorat Polisi Air Korps Kepolisian Air dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri saat ini bertugas di bawah kendali operasi Polda Papua Barat mengangkut pasukan pengamanan Pemilu 2019.

Komandan KP Gelatik 5016 AKP Murti Rahmawan mengatakan, bahwa pada hari Jumat (12/4) pihaknya telah melaksanakan pergeseran pasukan sebanyak 71 personel pengamanan pemilu ke Kabupaten Fakfak dan Kaimana.

Dia menjelaskan bahwa 71 personel pengamanan pemilu di Fakfak dan Kaimana tersebut merupakan pasukan gabungan dari unsur Sabhara dan Brimob organik Polda Papua Barat, dilansir Antara.

Menurut dia, pasukan pengamanan pemilu yang diangkut tersebut sebanyak 51 personel. Mereka ditempatkan di Kabupaten Fakfak untuk Polres setempat untuk pengamanan pemilu.

Selebihnya, 20 personel lainnya ditempatkan di Kabupaten Kaimana guna membantu polres setempat melaksanakan pengamanan pemilu.

"Kami melaksanakan tugas pergeseran pasukan tersebut berdasarkan perintah Kapolda Papua Barat," ujarnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

12 kabupaten di Papua gunakan sistem noken di Pemilu 17 April 2019 nanti.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KzQl3Q
April 14, 2019 at 12:01AM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2KzQl3Q
via IFTTT

Thursday, March 7, 2019

Dua Orang Jadi Korban Kebakaran Saat Khidmat Nyepi di Bali

Liputan6.com, Denpasar - Kebakaran terjadi saat pelaksanaan hari raya Nyepi di Denpasar, Bali. Pusat Pengendali Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Provinsi Bali menyebutkan kebakaran menimpa sebuah warung yang terletak di Jalan Badak Agung.

Warga yang tengah merayakan Nyepi dan mengetahui ada kebakaran langsung mendatangi kantor BPBD untuk melaporkan perisitwa tersebut.

Akibat kebakaran tersebut, pemilik warung bernama Muhammad Musa (21) mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.

Musa mengalami luka bakar pada daerah muka, badan bagian depan, kedua lengan, dan kedua kaki bagian depan. Ia juga mengalami sesak nafas. Sementara istrinya, Hasanah (20) juga mengalami luka bakar cukup serius.

"Klien mengalami luka bakar pada daerah kedua lengan dan kedua kaki dan sesak nafas," kata petugas Pusdalops BPBD Bali, Komang Edi, Kamis (7/3/2019).

Saat ini, korban sudah dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.

"Korban kebakaran dalam keadaan stabil dan sudah mendapat penanganan lebih lanjut di RSUP Sanglah. Jika ada pihak yang berkepentingan terkait kegawatdaruratan dan keperluan ambulance, silahkan hubungi call center kegawat daruratan medik 119 Indonesia atau call center kami (0361)251177," ucapnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TqXLdB
March 08, 2019 at 12:01AM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2TqXLdB
via IFTTT

Robertus Robet, Kebebasan Berekspresi dan Pasal Penghinaan

Sunday, March 3, 2019

Tiga Pendaki Ditemukan Tewas di Gunung Tampomas

Liputan6.com, Bandung - Kantor SAR Bandung melaporkan, tiga pendaki di Gunung Tampomas, Kabupaten Sumedang, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Minggu (3/3/2019) siang. Ketiga korban ditemukan dengan kondisi terbujur kaku.

Juru bicara kantor SAR Bandung Joshua Banjarnahor mengatakan, ketiga pendaki tersebut diperkirakan meninggal karena hipotermia.

"Kondisi tubuh terbujur kaku dan kemungkinan besar terkena hipotermia," kata Joshua dalam keterangannya.

Joshua menjelaskan, keberadaan para pendaki tersebut berada di Pos 4 Gunung Tampomas, tepatnya di Desa Cibeureum, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang.

Saat ini, ketiga korban meninggal dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang.

"Untuk proses selanjutnya Kita bekerjasama dengan pihak DVI untuk mencari tahu identitas ketiga korban," ujar Joshua.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui ketiga identitas pendaki. Adapun handphone korban tidak bisa menyala.

"Korban diperkirakan berumur belasan. Posisi korban meringkuk sambil menahan kedinginan," ujarnya.

Sebelumnya, sekitar pukul 12.20 WIB, tim SAR menerima informasi adanya tiga korban yang merupakan pendaki Gunung Tampomas diduga tewas. Ketiganya diketahui tak bernyawa oleh saksi yang hendak turun dari kawasan pendakian.

Saksi tersebut heran tiga korban tersebut tidak kunjung keluar dari tendanya. Karena penasaran, saksi mendekati tenda korban, ternyata didapati ada orang yang terbujur kaku dalam tenda.

"Saksi melihat dari jendela tenda, namun ketiga korban yang dilihat terbujur kaku. Saksi langsung melapor melalui pos Narimbang. Kemudian tim menuju lokasi," kata Joshua.

Ditambahkan Joshua, korban mulai mendaki pada Sabtu (2/3/2019).

"Ditemukan pertama kali oleh pendaki lain yang berasal dari Bekasi. Yang diketahui petugas pos adalah mereka (korban meninggal) berasal dari Indramayu," ujar Joshua.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SH0LNM
March 04, 2019 at 12:01AM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2SH0LNM
via IFTTT

Saturday, March 2, 2019

Jelang Hari Raya Nyepi, Umat Hindu di Boyolali Gelar Ritual Mendak Tirta

Liputan6.com, Boyolali - Ratusan umat Hindu di Kabupaten Boyolali mengikuti ritual "Mendak Tirta" menyongsong Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941 yang digelar di Umbul Siti Inggil dan Guyangan Dukuh Karangduwet, Desa Bendang, Sabtu (2/3/2019).

Sebelum upacara pengambilan air suci tersebut, umat berkumpul di Pura Buana Suci Saraswati lalu kirab berjalan kaki sejauh sekitar satu kilometer menuju mata air Karangduwet, Kecamatan Banyudono itu.

Dalam kirab yang semarak dengan diawali barisan prajurit berkostum keraton itu, mereka juga membawa dua gunungan berisi hasil bumi yang diberi nama Gunungan Lanang dan Gunung Wadon.

Setelah tiba di Umbul Siti Inggil dan Guyangan Dukuh Karangduwet, mereka berdoa bersama, dilanjutkan prosesi "Mendak Tirta", yakni pengambilan air dari sumber itu yang telah disucikan.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Boyolali Pinandito Sutanto mengatakan upacara "Mendak Tirta" dilakukan umat sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1941 yang akan jatuh pada Kamis (7/3).

Oleh karena wilayah Boyolali tidak ada lautan, katanya, "Mendak Tirta" dilakukan umat setempat di sumber air, Umbul Siri Inggil dan Guyangan Karangduwet. Mata air itu dianggap sakral, di mana vibrasi atau getaran spiritualnya cukup kuat.

"Kami berharap dengan mengambil air dari umbul Karangduwet ini memberikan kecerahan, kedamaian, kebahagiaan, dan keselamatan seluruh manusia di muka Bumi," katanya dilansir Antara.

Dia mengatakan kegiatan tersebut didukung masyarakat setempat. Mereka membantu umat Hindu di daerah itu dalam menjalani "Mendak Tirta" sehingga berjalan dengan lancar.

"Kami menilai hal ini, bentuk toleransi yang sangat kuat, siapa tahu acara ini dilestarikan dan lokasi ini menjadi bumi toleransi di daerah ini," katanya.

Ia menjelaskan air yang diambil dari sumber tersebut akan digunakan sebagai salah satu sarana upacara Tawur Agung secara nasional yang dipusatkan di Candi Prambanan, di kawasan perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kami di setiap daerah sudah ada pura atau tempat suci bagi umat Hindu. Kami juga masuk dalam dunia penyepian atau meditasi dan yuga. Pada saat Nyepi itu, segala kotoran dan dosa diharapkan mampu dihapus dengan air suci ini," katanya.

Ia mengharapkan pelaksanaan "brata" Hari Nyepi mendatang oleh umat Hindu berjalan lancar dan membawa hikmah yang tidak hanya bagi umat, akan tetapi juga masyarakat, bangsa, dan negara.

"Kami berharap seluruh masyarakat Indonesia penuh kedamaian, kebahagiaan, dan dijauhkan dari pertikaian sehingga dengan hikmah Hari Nyepi ini kami bisa mawas diri melangkah penuh kedamaian," katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2IXbeVA
March 03, 2019 at 12:01AM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2IXbeVA
via IFTTT

Saturday, February 23, 2019

5 Warga Aceh Hilang Misterius di Hutan Damar

Liputan6.com, Aceh - Aman Habibi (30) dan empat rekannya masuk ke hutan untuk mencari getah damar pada Kamis, 21 Februari 2019 lalu. Mereka tiba-tiba raib bak tertelan rerimbunan.

Enam warga Kampung Rampah, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur itu mulai berangkat menuju hutan dengan bekal seadanya pada pukul 07.00 WIB. Mereka berencana keluar hutan menjelang tengah hari.

Namun, Aman dan empat rekannya tak kunjung kembali dari hutan hingga tengah hari. Saat itu, keluarga belum merasa khawatir karena hari masih siang.

Senja mulai menyelubung, malam pun datang, rimba bersulih gelap dan menyeramkan, namun, Aman dan empat rekannya tak kunjung pulang. Keluarga mulai khawatir, kenapa mereka belum kembali?

Hingga tengah malam, tak satu pun dari mereka yang pulang ke rumah, keluarga kian kalut. Penduduk pun mulai berkumpul, saling tanya, saling berselisih, hingga mengambil satu simpulan, mereka harus menyusul Aman dan empat rekannya ke hutan.

Menurut Kapolsek Serbajadi, Ahmad Yani, pencarian belum membuahkan hasil hingga saat ini. Padahal, warga telah menelusuri rimba tempat Aman dan rekannya mencari getah damar.

"Belum diketahui keberadaannya, dan warga masih melakukan pencarian di hutan Kampung Rampah, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur," kata Ahmad kepada Liputan6.com, Jumat malam (23/2/2019).

Seorang pelajar belum berumur 17 tahun berada dalam barisan pencari getah yang menemani Aman ke hutan. Mahadi (18), Zainuddin (17), Safrizal (16), dan Iwan (15), adalah empat nama-nama mereka.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E5TNwH
February 24, 2019 at 12:01AM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2E5TNwH
via IFTTT

Friday, February 22, 2019

Jaksa KPK Sertakan Peran Korporasi dalam Tuntutan Billy Sindoro

Liputan6.com, Bandung - Terdakwa kasus suap perizinan proyek Meikarta Billy Sindoro dituntut jaksa pada KPK dengan pidana penjara 5 tahun dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Mantan Direktur Operasional Lippo Group, Billy yang diyakini jaksa telah memberi suap sebesar Rp16,1 miliar dan SGD 270 ribu ke Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin dan jajarannya di Pemkab Bekasi untuk perizinan proyek Meikarta.

Dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Bandung, jaksa KPK I Wayan Riana menyebut ada peran korporasi dalam kasus suap perizinan proyek Meikarta.

Jaksa mengungkap proyek tersebut digarap pengembang PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang.

Dalam tuntutan, jaksa menyebutkan tentang kesaksian Ju Kian Salim selama di persidangan. Ia merupakan Town Management PT Lippo Cikarang sejak tahun 2016 dan direktur di PT MSU.

"(Ju Kian Salim) menerangkan pada pokoknya bahwa yang bertanggung jawab terhadap pengeluaran uang terkait dengan Meikarta adalah semua direksi PT Lippo Cikarang dan PT MSU," kata jaksa saat memaparkan surat tuntutan, Kamis (21/2/2019) malam.

Dalam surat dakwaan keempatnya, PT Lippo Cikarang melalui PT MSU juga disebutkan jaksa berperan secara bersama-sama dengan para terdakwa suap tersebut.

Keterangan Ju Kian Salim tersebut menurut jaksa sesuai dengan bukti berupa dokumen pengeluaran PT MSU. Bukti pengeluaran uang itu yang diyakini sebagai sumber duit suap.

"Persesuaian keterangan saksi Ju Kian Salim dengan dokumen pengeluaran PT MSU tanggal 14 Juni 2017 tersebut semakin menguatkan bahwa PT Lippo Cikarang melalui PT MSU adalah sumber uang yang diberikan kepada Neneng Hassanah Yasin dan beberapa dinas terkait perizinan Meikarta," kata jaksa.

2 dari 2 halaman

Penjelasan Jaksa

Jaksa menyebut seluruh pemberian itu berjumlah Rp16,1 miliar dan SGD 270 ribu. Uang itu diberikan ke Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin dan jajarannya di Pemkab Bekasi untuk pengurusan perizinan proyek Meikarta.

Billy diyakini telah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara Henry dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan. Sedangkan Fitra Djaja dan Taryudi dituntut 2 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Setelah persidangan, I Wayan menjelaskan pihaknya akan menganalisis keterlibatan korporasi dalam kasus Meikarta sekaligus menunggu putusan majelis hakim.

"Kalau misalnya majelis memutuskan permintaan kami kan tadi bersama-sama dengan korporasinya juga. Nanti kalau misalnya diputuskan, kami laporkan ke pimpinan dan nanti ditindak lanjut internal," ujarnya.

Menurut dia, korporasi tetap diuraikan dalam unsur Pasal 55. "Tadi ada keterangan Ju Kian Salim yang kita kaitkan dengan barang bukti Rp3,5 miliar. Kemungkinan itu kita analisa koorporasi bersama-sama dengan para pelaku. Kita tunggu putusan hakim," ujarnya.

Sebagian besar pemberian itu, lanjut I Wayan, diberikan setelah izin Meikarta keluar. Pada saat IPPT keluar, proses perizinan diambil alih oleh tim pusat. Pimpinannya adalah terdakwa Billy Sindoro yang disebutnya merekrut Henry, Fitra dan Taryudi.

"Terdakwa (Billy) ini di belakang layar mengatur pemberian-pemberian ini," kata jaksa.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Vblo6l
February 23, 2019 at 12:01AM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2Vblo6l
via IFTTT

Jaksa KPK Sertakan Peran Korporasi dalam Tuntutan Billy Sindoro

Liputan6.com, Bandung - Terdakwa kasus suap perizinan proyek Meikarta Billy Sindoro dituntut jaksa pada KPK dengan pidana penjara 5 tahun dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Mantan Direktur Operasional Lippo Group, Billy yang diyakini jaksa telah memberi suap sebesar Rp16,1 miliar dan SGD 270 ribu ke Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin dan jajarannya di Pemkab Bekasi untuk perizinan proyek Meikarta.

Dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Bandung, jaksa KPK I Wayan Riana menyebut ada peran korporasi dalam kasus suap perizinan proyek Meikarta.

Jaksa mengungkap proyek tersebut digarap pengembang PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang.

Dalam tuntutan, jaksa menyebutkan tentang kesaksian Ju Kian Salim selama di persidangan. Ia merupakan Town Management PT Lippo Cikarang sejak tahun 2016 dan direktur di PT MSU.

"(Ju Kian Salim) menerangkan pada pokoknya bahwa yang bertanggung jawab terhadap pengeluaran uang terkait dengan Meikarta adalah semua direksi PT Lippo Cikarang dan PT MSU," kata jaksa saat memaparkan surat tuntutan, Kamis (21/2/2019) malam.

Dalam surat dakwaan keempatnya, PT Lippo Cikarang melalui PT MSU juga disebutkan jaksa berperan secara bersama-sama dengan para terdakwa suap tersebut.

Keterangan Ju Kian Salim tersebut menurut jaksa sesuai dengan bukti berupa dokumen pengeluaran PT MSU. Bukti pengeluaran uang itu yang diyakini sebagai sumber duit suap.

"Persesuaian keterangan saksi Ju Kian Salim dengan dokumen pengeluaran PT MSU tanggal 14 Juni 2017 tersebut semakin menguatkan bahwa PT Lippo Cikarang melalui PT MSU adalah sumber uang yang diberikan kepada Neneng Hassanah Yasin dan beberapa dinas terkait perizinan Meikarta," kata jaksa.

Penjelasan Jaksa

Jaksa menyebut seluruh pemberian itu berjumlah Rp16,1 miliar dan SGD 270 ribu. Uang itu diberikan ke Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin dan jajarannya di Pemkab Bekasi untuk pengurusan perizinan proyek Meikarta.

Billy diyakini telah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara Henry dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan. Sedangkan Fitra Djaja dan Taryudi dituntut 2 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Setelah persidangan, I Wayan menjelaskan pihaknya akan menganalisis keterlibatan korporasi dalam kasus Meikarta sekaligus menunggu putusan majelis hakim.

"Kalau misalnya majelis memutuskan permintaan kami kan tadi bersama-sama dengan korporasinya juga. Nanti kalau misalnya diputuskan, kami laporkan ke pimpinan dan nanti ditindak lanjut internal," ujarnya.

Menurut dia, korporasi tetap diuraikan dalam unsur Pasal 55. "Tadi ada keterangan Ju Kian Salim yang kita kaitkan dengan barang bukti Rp3,5 miliar. Kemungkinan itu kita analisa koorporasi bersama-sama dengan para pelaku. Kita tunggu putusan hakim," ujarnya.

Sebagian besar pemberian itu, lanjut I Wayan, diberikan setelah izin Meikarta keluar. Pada saat IPPT keluar, proses perizinan diambil alih oleh tim pusat. Pimpinannya adalah terdakwa Billy Sindoro yang disebutnya merekrut Henry, Fitra dan Taryudi.

"Terdakwa (Billy) ini di belakang layar mengatur pemberian-pemberian ini," kata jaksa.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Iw92EA
February 23, 2019 at 12:01AM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2Iw92EA
via IFTTT

Wednesday, February 13, 2019

Sakit Ani Yudhoyono dan Doa-Doa Untuknya

Kisah Pantai Mandala Ria dan Pesanan Perahu Mayjen Soeharto

Liputan6.com, Bulukumba - Pantai Mandala Ria di Desa Ara, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan memang tak setenar Pantai Bira. Padahal bentangan pasir putih dan pusatnya pembuat kapal pinisi di Butta Panritalopi, ada di Desa Ara.

Uniknya lagi karena penamaan Pantai Mandala Ria, erat kaitannya dengan kisah sejarah Soekarno yang membentuk Komando Mandala, dan Mayjen Soeharto sebagai Panglima Komando Operasi Militer.

Tugas komando operasi militer (Opmil) Mandala saat itu merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi untuk menggabungkan Irian Barat yang kini Papua bagian barat masuk dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Budayawan Bulukumba, Muhannis Ara mengatakan, nama pantai Mandala Ria diambil dari kisah pesanan perahu menyerupai sekoci oleh Soeharto.

"Saat Soekarno membentuk Komando Mandala, Soeharto mesan 20 perahu menyerupai sekoci dalam waktu 20 hari di Desa Ara yang dikenal sebagai pusat pembuatan kapal pinisi," kata Muhannis Ara kepada Liputan6.com, Minggu 10 Februari 2019.

Berkat kegigihan warga kampung Ara bergotong royong, dalam waktu 18 hari semuanya rampung.

"Saya masih kecil melihat proses pesanan perahu Soeharto untuk pembebasan Irian Barat," kata Muhannis.

Menurut Muhannis, Kecamatan Bonto Bahari, khususnya Desa Ara sejak dulu kala warganya dikenal sebagai pembuat perahu pinisi yang mendunia. Masalahnya hanya akses jalan yang perlu mendapat perhatian serius.

"Pantai Mandala Ria ini sudah 8 tahun dirintis sebagai wisata pantai," ungkap Muhannis.

Keadaan vegetasi sekitar kawasan taman hutan rakyat (Tahura) Bonto Bahari di Desa Ara terdiri dari semak belukar, kebun jagung dan kacang-kacangan, kebun campur jambu mete, dan tanaman kayu. Sebagian besar tanaman kayu tumbuh kerdil. Karena secara geologis permukaan tanahnya terdiri dari batu karang.

Dengan luas wilayah 13,4 Km2 Desa Ara, ternyata kaya dengan satwa liar seperti Kera hitam, Rusa, dan Ayam hutan. "Bahkan masih ada kucing hutan hingga saat ini," kata dia.

Seiring pertumbuhan penduduk, kondisi sosial ekonomi dan tata kelola ruang pemukiman warga di Desa Ara yang berkembang pesat sebagai sentra pembuatan kapal perlahan mulai tergerus.

"Sementara potret arsitektur tradisional Desa Ara, rumah penduduknya berbahan baku utuh dari kayu dan berorientasi menghadap ke laut. Kondisinya kini perlahan tergerus konsep pembangunan rumah batu yang menghadap ke jalan," kata Muhannis.

Dia menambahkan, maraknya limbah plastik di pesisir pantai Mandala Ria. "Sampah plastik yang berserakan di bibir pantai itu kiriman dari Teluk Bone yang berhadapan langsung dengan Teluk Bone," ujar dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SPgPkF
February 14, 2019 at 12:01AM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2SPgPkF
via IFTTT

Sunday, February 10, 2019

Ditjen PSP Sosialisasikan Program Prioritas ke Daerah

Liputan6.com, Yogyakarta Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Rapat Teknis  (Ratek) Pengelolaan Anggaran Tahun 2019 di Yogyakarta, 6-8 Februari 2019. Ratek ini juga sebagai sosialisasi program prioritas yang menjadi fokus pada 2019.

Direktur Jenderal Prasarana Dan Sarana Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan bahwa anggaran DIPA yang didapatkan tahun ini Rp 4,927 trilliun. Anggaran untuk 2019 memang lebih kecil dibandingkan 2018. Artinya, pihaknya harus fokus terhadap program-program yang diprioritaskan.

"Oleh karena itu, secara khusus saya ingin memastikan dan meminta agar saudara-saudara bekerja serius dan bersungguh-sungguh agar anggaran yang sudah dialokasikan tersebut dapat segera diserap dan kegiatan lapangan dapat segera dieksekusi," ujar Sarwo.

Adapun program prioritas Ditjen PSP ada lima. Pertama, optimasi lahan rawa untuk mendukung produksi padi nasional serta dukungan PSP terhadap Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI). Kedua, kegiatan cetak sawah terkait dengan pencapaian target Nawacita dan evaluasi pelaksanaannya.

Ketiga, pemberdayaan dan pendayagunaan bantuan alat serta mesin pertanian, khususnya excavator berat dan alsintan lainnya. Keempat, konsepsi Pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) Pembiayaan Pertanian.

"Dan kelima, alokasi pupuk bersubsidi melalui penyusunan e-RDKK dan pendekatan kartu tani," ucap Sarwo.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki potensi lahan rawa yang sangat besar tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Daerah rawa di Indonesia memiliki potensi lahan seluas 33,4 juta hektare, yang terdiri dari lahan pasang surut seluas 23,05 juta hektare dan rawa lebak seluas 10,35 juta hektare.

"Dari jumlah tersebut, yang potensial untuk pertanian seluas 10,90 juta hektare. Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, potensi lahan rawa yang sangat besar ini akan digarap dalam kerangka kegiatan optimasi lahan untuk peningkatan produksi pangan nasional dengan tagline program “SERASI”," kata Sarwo.

Tahun ini, lanjutnya, pengembangan lahan rawa akan ditargetkan seluas 500 ribu hektare yang tersebar di lima provinsi, yaitu Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

"Ditjen PSP sesuai tugas dan fungsinya bertanggung jawab terhadap aspek pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang diperlukan. Serta bantuan alat mesin pertanian pra panen yang diperlukan," ujar Sarwo.

Untuk lahan rawa, Ditjen PSP telah menyiapkan bantuan 200 unit ekskavator besar dan 14 unit ekskavator mini dari pengadaan tahun lalu. Walaupun begitu, rencananya akan ditambah 30 unit ekskavator mini pada 2019.

Ditjen PSP juga telah mengevaluasi pelaksanaan cetak sawah. Selama 2014-2018, realisasi cetak sawah mencapai 219.275,1 hektare. Menurut Sarwo, masih banyak kendala dan permasalahan yang di hadapi di lapangan.

"Jika memungkinkan, kekurangan perluasan areal pertanian melalui kegiatan cetak sawah ini dapat dipenuhi melalui kegiatan optimasi lahan rawa dengan unit cost yang lebih kecil," ucapnya.

Ditjen PSP pun masih melanjutkan persiapan Konsepsi pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) Pembiayaan Pertanian. Saat ini, badan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU) Lembaga Pengelola Modal Usaha Pertanian (LPMUP) Kementan sedang dalam proses pengajuan pembentukan Satuan Kerja (Satker) ke Kementerian PAN RB.

Ke depan, lembaga tersebut bertujuan untuk menyediakan fasilitas atau akses permodalan usaha kepada petani, poktan, dan gapoktan melalui PK-BLU LPMUP. Selain itu, menyediakan juga fasilitas permodalan sesuai karakteristik kebutuhan modal petani--tepat jenis, tepat waktu, tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat harga.

"PK-BLU LPMUP juga untuk mendukung keberlanjutan usaha tani bagi petani, kelompok tani, dan gabungan kelompok tani," kata Sarwo.

Khusus pupuk bersubsidi, Kementan mendapat anggaran sebesar 9,55 juta ton. Namun, diblokir 676 ribu ton sehingga alokasi pupuk subsidi tahun 2019 sesuai Permentan adalah sebesar 8,874 juta ton.

Jenis pupuk yang diberikan masih sama, yaitu UREA, SP-36, ZA, NPK, dan pupuk organik. Mulai 2017, telah dilakukan upaya pendataan petani berbasis elektronik (e-RDKK) dengan dasar Nomor Induk Kependudukan (NIK). Penerapan e-RDKK dilaksanakan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi kepada pihak yang tidak berhak.

"Diharapkan di waktu mendatang penyaluran pupuk bersubsidi dapat tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat mutu," pungkas Sarwo.

(*)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TIs1N5
February 11, 2019 at 12:01AM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2TIs1N5
via IFTTT

Tuesday, February 5, 2019

Berdalih Mampu Sembuhkan Asam Urat, Emak-Emak di Gorontalo Pakai Sabu

Liputan6.com, Gorontalo - Ibu rumah tangga di Gorontalo, YS (53) tak bisa mengelak saat polisi berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 2 gram lebih dari dalam kantung belanjaannya. Barang haram itu disamarkan dengan dimasukkan bersama bawang merah.

Kasat Narkoba Polres Gorontalo AKP Leonardo Widharta mengatakan, penangkapan YS bermula dari laporan warga bahwa akan ada pengiriman paket sabu dengan menggunakan bus dari kota Palu menuju Gorontalo.

YS diamankan tepat di Desa Isimu Raya, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, saat menjemput barang haram tersebut.

"Saat dicegat dan digeledah barang kiriman tersebut, kami menemukan dua paket sabu siap edar," kata Leonardo, Minggu 3 Februari 2019.

YS mengaku, sabu tersebut didapat dari temannya di kota Palu dan sengaja dipesan untuk mengobati penyakit yang tak kunjung sembuh. Ia mengaku frustasi dengan penyakit komplikasi yang dialaminya, seperti asam urat dan darah tinggi.

"Sudah satu tahun lebih saya pakai, karena berbagai penyakit yang saya alami mulai dari darah tinggi hingga asam urat pokonya sudah komplikasi, nah dengan pakai barang ini semua terasa hilang dan hanya barang itu yang bisa mengurangi rasa sakit," ucap YS.

YS mengaku, sabu tersebut dibelinya dengan harga Rp 2.200.000, dan dikonsumsi sendiri. Namun alasan YS tak mampu menyelamatkannya dari jerat hukum. Saat ini pelaku mendekam di tahanan Polres Gorontalo guna pemeriksaan lebih lanjut.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DUf6SI
February 06, 2019 at 12:01AM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2DUf6SI
via IFTTT

Saturday, January 19, 2019

NTT Masih Tahan Kapal Ocean Princess

Liputan6.com, Kupang - Kapal tanker Ocean Princess yang karam di perairan laut Kabupaten Alor, masih dilarang untuk meninggalkan wilayah perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Belum boleh. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalahabi untuk tidak mengeluarkan surat izin berlayar (SIB)," kata Ketua Tim Valuasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan(DKP) Provinsi NTT, Saleh Goro di Kupang, Sabtu (19/1/2019), dilansir Antara.

Menurut dia, KSOP dapat menerbitkan SIB, jika pihak perusahan pemilik kapal tanker itu telah menerbitkan surat jaminan (Letter of Undertracking/LoU).

"Kami mengharapkan kepada pihak KSOP untuk tidak menerbitkan SIB bagi kapal ini hingga adanya surat jaminan dan surat pemberitaan dari DKP Provinsi NTT," kata Saleh.

Dia menjelaskan, LoU itu sebagai bentuk jaminan pihak perusahaan terhadap kerusakan biota laut di wilayah perairan Suaka Alam Perairan (SAP) Selat Pantar dan laut sekitarnya akibat kapal karam.

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan Tim Valuasi menunjukkan bahwa karang di perairan laut SAP Selat Pantar dan laut sekitarnya, mengalami kerusakan parah akibat kandasnya kapal tanker Ocean Princess di perairan pesisir Desa Aemoli, Kabupaten Alor.

Selain itu, terdapat sekitar 28 spot karang yang hancur serta satu hamparan dengan ukuran 163x73 CM karang yang tidak bisa dikenali. "Ada 28 spot karang yang hancur, terdiri dari 19 spot karang massve (padat) dan tujuh spot karang bercabang," katanya.

Karang massve ini, masa pertumbuhannya 1-2 CM per tahun. Hasil investigasi lain adalah koloni karang yang rusak berdiameter 10-130 CM.

"Dalam hubungan dengan itu, maka DKP NTT memandang perlu meminta KSOP Kalabahi untuk tidak menerbitkan SIB untuk kapal Ocean Princess, sebelum ada jaminan dari pihak perusahan," tandas Saleh.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FDfGGB
January 20, 2019 at 12:01AM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2FDfGGB
via IFTTT