Pages

Showing posts with label 2019 at 07:43AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:43AM. Show all posts

Saturday, November 30, 2019

Menko Polhukam: Tidak Ada Pembatasan Orang Asing ke Papua

Liputan6.com, Jakarta Menko Polhukam Mahfud Md menegaskan tidak ada pembatasan orang asing untuk datang ke Papua.

"Saya akan mengecek terlebih dahulu karena setahu saya sudah tidak ada lagi pembatasan orang asing ke Papua," kata Mahfud MD seusai pertemuan dengan tokoh masyarakat Papua di Jayapura, dikutip dari Antara, Sabtu 30 November 2019.

Ketika ditanya tentang pertemuan dengan tokoh masyarakat Papua, Mahfud menilai positif pertemuan tersebut karena semua mempunyai semangat untuk maju bersama dengan pendekatan lebih banyak ke sosial budaya, kultural dan kesejahteraannya yang juga menjadi fokus Presiden Jokowi.

Pendekatan dan pemberitaan diharapkan tidak selalu kepada berita tentang kekerasan, karena sebenarnya rakyat serta tokoh Papua ingin damai dalam Indonesia, sehingga pusat harus memperhatikan guna mendapat perhatian.

Terkait rekonsiliasi melalui komisi kebenaran dalam penanganan dugaan kasus pelanggaran HAM di Papua, Mahfud menyebut ada dua kasus yaitu kasus Wamena dan Paniai.

Sebelumnya Mahfud melakukan pertemuan dengan kader HMI di gedung Graha Insan Cita Papua di Abepura.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rFXvdJ
December 01, 2019 at 07:43AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2rFXvdJ
via IFTTT

Tuesday, July 23, 2019

Megawati-Prabowo Bertemu Hari Ini, Cak Imin: Bagus, Bagus

Liputan6.com, Jakarta Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyambut baik rencana pertemuan Prabowo dengan Megawati hari ini. Menurutnya ini menjadi hal baik.

"Bagus, bagus supaya terjadi kebersamaan yang kuat untuk masyarakat," kata Cak Imin di kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa 23 Juli 2019.

Cak Imin mengaku tidak tahu dimana pertemuan tersebut akan dilakukan. Dia mengaku tidak mendapat undangan untuk pertemuan tersebut.

"Saya belum tahu. Belum ada kabar. Saya juga baru dengar tadi dari media," pungkasnya.

Lebih jauh Cak Imin sepakat untuk tidak memberi ruang opisisi bergabung.

"Saya setuju. Ini sudah banyak," ucap Cak Imin.

Dia menegaskan, bersama itu bukan harus masuk koalisi. Dan pasti ada waktunya.

"Cukup bareng-bareng nanti. Kalau kebersamaan bisa ya nanti tetap bersama. Tapi butuh waktu untuk sosialisasi bersama," jelas Cak Imin.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/32M1NON
July 24, 2019 at 07:43AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/32M1NON
via IFTTT

Thursday, July 4, 2019

Ramai-Ramai Daftar Capim dari Internal KPK

Liputan6.com, Jakarta - Kamis, 4 Juli 2019 menjadi hari terakhir pendaftaran calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) jilid V periode 2019-2023. Hingga pukul 16.00 WIB, total pendaftar mencapai 348 peserta.

Pukul 16.00 WIB merupakan penutupan bagi mereka yang ingin mendaftar secara langsung ke Gedung Sekretariat Negara. Sedangkan yang ingin mendaftar secara online terus dibuka hingga pukul 00.00 WIB.

Anggota Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK Harkristuti Harkrisnowo menyampaikan, dari 348 pendaftar tersebut, ada 13 orang dari KPK. Sebanyak 13 pendaftar tersebut terdiri dari 3 pimpinan dan 10 pegawai KPK.

"Banyak, komisioner ada tiga orang. Total dari KPK ada 13 orang," ujar Harkristuti, Kamis (4/7/2019).

Dua dari tiga komisioner KPK yang kembali mencalonkan diri adalah Laode Muhamad Syarif dan Alexander Marwata. Kepada Liputan6.com, Syarif mengaku mendaftar di penghujung waktu penutupan pendaftaran.

Syarif mendaftar sekitar pukul 15.48 WIB. Sementara pendaftaran secara langsung diketahui tutup pada Kamis (4/7/2019) pukul 16.00 WIB. Syarif pun membeberkan alasan dirinya kembali mencalonkan diri.

"Melanjutkan yang telah baik di KPK, dan menyempurnakan yang belum tercapai dalam 4 tahun terakhir ini," kata Syarif.

Serupa dengan Syarif, Alexander Marwata juga membenarkan dirinya kembali bertarung untuk menjadi pimpinan KPK jilid V. Alasan pria yang kerap disapa Alex ini juga tak jauh berbeda dengan Syarif.

"Atas dorongan dan dukungan sejumlah pihak, serta untuk menjaga keberlanjutan program pemberantasan korupsi yang sedang berjalan," ujar Alex.

Selain Syarif dan Alex, diduga satu komisioner KPK jilid IV yang juga mencalonkan diri adalah Basaria Panjaitan. Namun jenderal bintang dua itu tak membalas konfirmasi dari Liputan6.com.

Dugaan menguat kepada Basaria lantaran Wakil Ketua KPK Saut Situmorang sempat menyatakan dirinya mendorong tiga pimpinan KPK untuk kembali menduduki jabatan komisioner di Gedung Merah Putih.

Saut menyebut dirinya akan mendorong Laode Muhamad Syarif, Alexander Marwata, dan Basaria Panjaitan. Majunya kembali ketiga pimpinan KPK ini juga diikuti oleh 10 pegawai internal KPK lainnya.

2 dari 3 halaman

Pegawai KPK Ikut Unjuk Gigi

Tiga dari 10 pegawai yang maju menjadi capim KPK di antaranya yakni Deputi Pencegahan yang juga merangkap sebagai pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal KPK Pahala Nainggolan, Penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari, dan Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) Komisi Pelayanan Masyarakat KPK Giri Suprapdiono.

Sementara tujuh lainnya masih tanda tanya.

Saat mendaftar sebagai capim KPK, Giri Suprapdiono mengaku bahwa sudah saatnya dia menjadi pimpinan lembaga antirasuah. Dia menjadi pegawai di KPK sejak 2005.

"Pada dasarnya sebagai inisiatif dan kewajiban warga negara, jadi saya sudah gabung di KPK sejak 2005, sudah 14 tahun. Saya pikir sudah saatnya mencoba kembali," ujar Giri.

Serupa dengan Giri, Tsani Annafari juga mengaku mendaftarkan diri menjadi capim KPK jilid V untuk membangun lembaga antirasuah.

"Ini sebenarnya bentuk kecintaan kita kepada KPK, karena memang kita kalau bisa memberikan yang terbaik untuk KPK, itu yang kita lakukan," kata Tsani usai mendaftar Capim KPK.

Majunya tiga pimpinan dan 10 internal KPK ini didukung sepenuhnya oleh lembaga yang kini dipimpin Agus Rahardjo. Sebab, siapa pun berhak mendaftarkan diri dan nantinya akan dipilih oleh pansel melalui berbagai tahapan.

Terkait dengan 10 internal lembaga antirasuah, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan dengan majunya menjadi capim KPK, maka tak harus mundur dari jabatan struktural.

Seperti Giri Suprapdiono yang tetap menjadi Dikyanmas, Tsani Annafari masih menjadi penasehat, dan Pahala sebagai Deputi Pencegahan.

"Dalam proses seleksi tetap melaksanakan tugas sebagaimana posisi saat ini, hanya ketika ada jadwal seleksi di jam kerja tentu harus izin atau cuti," kata Febri kepada Liputan6.com.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/32curIv
July 05, 2019 at 07:43AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/32curIv
via IFTTT

Thursday, June 27, 2019

KPU: Putusan MK Patut Disyukuri

Liputan6.com, Jakarta - Ketua KPU RI Arief Budiman siap mempertanggungjawabkan seluruh keterangan yang diberikan dalam sidang sengketa pilpres 2019. Menurutnya, keputusan dibacakan Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan sebuah proses yang patut disyukuri.

"Tentu kami harus pertanggungjawabkan apa yang sudah dikerjakan, kami bersyukur apa yang kami kerjakan bisa direrima," kata Arief di Gedung MK, Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Seperti diketahui MK baru saja memutus sidang sengketa hasil pemilu presiden yang berjalan dalam rentang waktu 14 hari. Lewat putusan dan segala pertimbangan yang dibacakan hari ini, MK memutus untuk menolak seluruh dalil permohonan pemohon untuk seluruhnya.

"Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," ucap Ketua Majelis Hakim Konstitusi Anwar Usman di Gedung MK, Jakarta.

Dalam putusannya, MK menegaskan lembaganya punya kewenangan untuk mengadili permohonanan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan pemohon, yaitu Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno selaku pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2 dalam Pilpres 2019.

"Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili perkara a quo," ujar Hakim Konstitusi Aswanto dalam kesempatan yang sama.

Diuraikan, hal itu disampaikan MK karena dalam perkara ini pihak pemohon dan pihak terkait telah menyampaikan eksepsi atau keberatan atas permohonan sengketa yang diajukan pemohon.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RF0wnu
June 28, 2019 at 07:43AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com https://ift.tt/2RF0wnu
via IFTTT

Friday, June 21, 2019

Bangun Karakter Siswa, Kemendikbud Kerjasama dengan TNI

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan(Kemendikbud) menandatangani kerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penyelenggaraan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi murid baru mulai tahun ajaran 2019-2020.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, didampingi Mendikbud Muhadjir Effendy dalam konferensi pers mengatakan bahwa pihaknya menyambut gembira program Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dan TNI siap mendukung dan membantu memberikan materi PLS sesuai dengan program Kemendikbud.

"Kami siap untuk mendukung karena TNI memiliki infrastruktur sampai ke pelosok-pelosok Tanah Air. Ada Kodim, Koramil, Lanal, Lanud, sehingga TNI mudah untuk menjangkau seluruh sekolah-sekolah yang ada di pelosok Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa TNI akan mendukung secara teknis di lapangan program dari Kemendikbud karena sudah memiliki dasar yaitu MoU antara Kemendikbud dengan Mabes TNI, sehingga di lapangan tidak akan menemui permasalahan.

"Kami sekali lagi mendukung program ini secara menyusul, menyeluruh di wilayah Indonesia termasuk sampai ke pelosok-pelosok Tanah Air," katanya.

"Kerja sama ini sudah pernah dilaksanakan diantaranya adalah memberikan pelatihan dan pendidikan kepada TNI yang akan melaksanakan tugas di perbatasan, bagaimana cara mengajar masyarakat yang di perbatasan dan Kemendikbud sudah memberikan berikan modul-modulnya, sehingga tidak susah bagi kita menyelesaikan program-program yang akan diberikan oleh Kemendikbud," tuturnya.

Hadi Tjahjanto juga mengatakan bahwa TNI memiliki program-program dalam memberikan pendidikan di wilayah-wilayah perbatasan, terutama di wilayah perbatasan Kalimantan dan di Papua.

"Pasukan-pasukan yang menjaga perbatasan termasuk juga Satgas-Satgas TNI memiliki kemampuan mengajar," ucapnya.

"Kami sudah rancang materi terkait pembinaan karakter yang paling ringan adalah pelatihan baris-berbaris atau PBB dan upacara bendera termasuk pelajaran nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air," katanya.

2 dari 2 halaman

Pengembangan Karakter

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, melalui pelatihan baris berbaris bisa menanamkan Jiwa Korsa, yakni saling menghormati dan menghargai sesama, sehingga pembentukan karakter terbentuk sejak dini.

Di sisi lain, Panglima TNI juga mengatakan bahwa Tentara Nasional Indonesia memiliki teknik di bidang pertanian, bantuan kesehatan dan kemampuan untuk mengajar.

"Kita juga bertanggung jawab terkait dengan pengembangan karakter dasar masyarakat yang ada di wilayah-wilayah perbatasan," pungkasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2x5bJEy
June 22, 2019 at 07:43AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2x5bJEy
via IFTTT

Wednesday, June 19, 2019

Menteri Yohana Dampingi Bocah Korban Pasutri Mesum di Tasikmalaya

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise akan memberi pendampingan psikologis terhadap tujuh anak yang menonton adegan seks pasangan suami istri (pasutri) di Tasikmalaya. Yohana menegaskan pemerintah tak akan abai dalam kasus ini.

"Kami pasti ada pendekatan psikologis. Saya pikir ini kesalahan besar yang telah dibuat, baik itu sengaja atau tiba-tiba melihat‎. Kalau sudah seperti ini, memang sengaja dibuat sehingga bisa ditonton orang banyak," tegas Yohana di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Pasutri berinsial ES dan LA mengajak anak-anak menonton adegan seksnya dengan memungut biaya Rp 5 ribu atau membayar dengan rokok hingga mi instan. Yohana menilai bahwa anak-anak yang terlanjur menonton tersebut dimanfaatkan pelaku untuk mencari keuntungan.

"Anak-anak sebenarnya tidak paham dan tidak mengerti. Namun, ini digunakan sebagai alat untuk bisnis," ujar Yohana.

Yohana menyebut bahwa pasutri yang mengajak anak-anak untuk menonton adegan seks telah melanggar UU Perlindungan Anak. Keduanya dapat dikenakan sanksi pidana.

"Kita bisa selidiki itu nanti dan bisa melalui jalur hukum. Mereka bisa kena hukuman, itu melanggar undang undang perlindungan anak," jelasnya.

Disisi lain, Yohana meminta agar pada orangtua dapat aktif mengawasi anak-anak mereka. Dia tak ingin agar kejadian tersebut terjadi lagi.

"Orang tua juga harus mengetahui bahwa tugas utama mereka adalah melindungi anak-anak. Jadi bisa saja salah asuh orangtua dan terjadi pembiaran. Juga masyarakat sekitar harus melindungi anak-anak. Siapapun harus melindungi anak-anak dari tindakan itu," tutur Yohana Yembise.

2 dari 3 halaman

Laporan Guru Ngaji

Seperti diketahui, pasutri yang merupakan warga Desa Kadipaten Tasikmalaya Jawa Barat mengajak anak-anak di kampung untuk menyaksikan langsung adegan ranjang mereka. Aksi ini kemudian terungkap dari seorang anak yang menceritakan kejadian itu pada guru ngaji di kampungnya.

Saat ini, kejadian tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Guru ngaji pun telah mengadukan kejadian tersebut ke KPAID Kabupaten Tasikmalaya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WUUAaR
June 20, 2019 at 07:43AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2WUUAaR
via IFTTT

Thursday, June 6, 2019

Top 3 News: Apa Tujuan Silaturahmi AHY ke Jokowi dan Megawati?

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 News hari ini, momen Idul Fitri 1440 Hijriah dimanfaatkan putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk bersilaturahmi kepada dua tokoh besar Indonesia.

Kedua tokoh yang disambangi adalah Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Adalah Istana Negara menjadi tujuan pertama pria yang akrab disapa AHY ini untuk bertemu Presiden Jokowi. Silaturahmi itu dilakukan AHY setelah berziarah ke makam ibunya, Ani Yudhoyono.

Selanjutnya AHY juga bersilaturahmi ke kediaman Ketua Umum PDIP. Dari banyak foto yang beredar, nampak suasana kehangatan terjalin antara keluarga besar SBY dengan keluarga Ibu Megawati Soekarnoputri.

Ada yang menilai momentum Lebaran 2019 dengan bertemu Megawati digunakan AHY untuk melancarkan komunikasi politik. 

Namun, belakangan, AHY menyatakan, pertemuan itu murni silaturahmi.

"Tidak ada sama sekali (bicara politik). Ini adalah sebuah silaturahmi antara dua keluarga, keluarga SBY dengan keluarga Jokowi," ujar AHY.

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Kamis, 6 Mei 2019:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QQ0sks
June 07, 2019 at 07:43AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2QQ0sks
via IFTTT