Wednesday, July 3, 2019
Monday, June 24, 2019
Tuesday, June 18, 2019
Sunday, June 16, 2019
Kuasa Hukum Pastikan Sofyan Yacob Penuhi Panggilan Polda Metro Hari Ini
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape.png,553,20,0)/kly-media-production/medias/2557328/original/056786600_1545909597-WhatsApp_Image_2018-12-27_at_6.17.32_PM.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap Mohammad Sofyan Yacob, hari ini. Mantan Kapolda Metro Jaya itu diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan makar.
Kuasa hukum Sofyan, Ahmad Yani memastikan kliennya akan hadir dalam pemeriksaan.
"Insyallah kita datang (nanti), Pak Sofyan juga hadir. Iya nanti pukul 10.00 WIB," kata Yani saat dihubungi, Senin (17/6/2019).
Dalam pemeriksaan ini, Yani mengaku kliennya tak ada persiapan, termasuk barang bukti. Sebab, pihaknya mengklaim tak tahu kasus yang mana hingga kliennya dipolisikan dan dijadikan sebagai tersangka karena sama sekali belum diperiksa.
"Nggak tau. Kita malah nggak ngerti mau bawa barang bukti yang mana. Sampai saat ini penyidik belum menjelaskan, tahu-tahu Pak Sofyan Yacob sudah jadi tersangka. Beliau belum pernah diperiksa sebagai saksi," kata Yani.
Periksa 20 Saksi
Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menetapkan Mohammad Sofyan Yacob sebagai tersangka dalam dugaan makar. Penetapan tersangka ini Kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, berdasarkan hasil dari penyidikan dan periksa saksi-saksi.
"Saksi 20 orang lebih kita sudah periksa dan saksi ahli pun sudah kita periksa juga untuk kasus ini. Kasus makar ini sudah beberapa kami lakukan pemeriksaan," kata Argo di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis 13 Juni 2019.
Argo menegaskan, Sofyan ikut melakukan permufakatan jahat dan juga menyampaikan kabar dan pemberitaan yang belum dicek kebenarannya.
"Misalnya ada pemerintah yang kegiatan curang di sana, kemudian untuk kemenangan disampaikan juga. Tentunya yang berhak untuk menyampaikan juga pemilu adalah KPU secara UU yang sah untuk menyampaikan pemenangan," kata Argo.
Saksikan video pilihan di bawah ini:
Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Polisi Purnawirawan Sofyan Jacob ditetapkan menjadi tersangka makar. Penetapan ini berdasarkan pemeriksaan saksi dan gelar perkara yang dilakukan polisi.
http://bit.ly/2WOCF61
June 17, 2019 at 07:42AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2WOCF61
via IFTTT
Monday, June 10, 2019
Terminal Kampung Rambutan Perpanjang Pos Pengamanan hingga H+9 Lebaran
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2824432/original/084451600_1560055165-20190609-Arus-Balik-Terminal-Kampung-Rambutan-FANANI-2.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Pengelola Terminal Kampung Rambutan memperpanjang durasi pos pengamanan hingga sembilan hari setelah Lebaran 2019 atau H+9. Awalnya, pos pengamanan di Terminal Kampung Rambutan hanya sampai H+7 atau 14 Juni 2019.
Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) Terminal Kampung Rambutan, Thofik Winanto mengatakan, kebijakan itu diberlakukan untuk mengantisipasi arus balik yang masih tinggi menyusul libur sekolah yang masih berlangsung.
"Posko pengamanan diperpanjang sampai tanggal 16 Juni 2019 mendatang untuk mengantisipasi arus balik yang diperkirakan masih akan berlangsung," kata Thofik ketika ditemui di Jakarta, Senin 10 Juni 2019 malam seperti dilansir Antara.
Menurut dia, untuk mengantisipasi pemudik Lebaran yang tiba di Terminal Kampung Rambutan pada tengah malam, pihaknya menyediakan armada khusus Angkutan Malam Hari (Amari) yang beroperasi sejak pukul 22.00-00.00 WIB.
"Armada Amari yang disiapkan itu berupa bus Transjakarta, bus kota, dan mobil angkot (angkutan perkotaan) yang disediakan oleh pihak Terminal Kampung Rambutan. Amari selain bus Transjakarta melayani penumpang ke Pondok Gede, Cileungsi, dan Cibubur," tutur Thofik.
Selepas pukul 00.00-05.00 WIB, lanjut dia, pemudik juga dapat menggunakan Angkutan Dini Hari (Andini) bekerjasama dengan Transjakarta. Namun, Andini hanya bertrayek ke Harmoni.
"Angkutan itu untuk membantu penumpang mendapatkan angkutan umum saat tiba dini hari di Terminal Kampung Rambutan," kata dia.
Terkait keamanan selama Lebaran ini, ada 120 personel keamanan gabungan Pos Komando Terpadu Gabungan TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja yang selalu siaga. Terdapat juga kamera CCTV di setiap sudut terminal.
http://bit.ly/2XySOgS
June 11, 2019 at 07:42AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2XySOgS
via IFTTT
Saturday, June 1, 2019
Sosok Ani Yudhoyono yang Hobi Memotret Hewan Langka
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2821011/original/003918400_1559374348-Foto-Ibu-Ani7.jpg)
Liputan6.com, Jakarta Istri presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono meninggal dunia, Sabtu (1/6/2019) siang. Almarhumah wafat setelah menjalani serangkaian perawatan di National University Hospital (NUH) Singapura akibat menderita kanker darah.
Di tengah duka seiring kabar wafatnya Ibu Negara ke-6, berbagai kenangan tentang beliau pun hadir. Perempuan berusia 67 tahun ini memang bukan saja mempesona lewat peran kenegaraannya melainkan juga memiliki hobi fotografi.
Ani Yudhoyono menekuni hobi itu dengan serius setelah melihat jepretan fotografer pribadi Presiden SBY, Anung Anindito. Di beberapa kesempatan saat mendampingi SBY menjalani tugas negara, perempuan kelahiran Yogyakarta ini tidak ragu membawa kamera dan membidik dari tempat duduk kehormatan.
Bahkan, perempuan yang memiliki nama lengkap Kristianti Herrawati ini kerap berkunjung ke Taman Safari Indonesia di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Kedatangannya ke kebun binatang itu untuk sekedar menyalurkan hobi fotografinya.
Dengan kamera lensa panjang, Ani membidik satu persatu hewan langka koleksi Taman Safari Indonesia. Mulai dari Harimau, Jerapah, Gajah, Kuda Zebra, Orangutan dan hewan lainnya.
Bahkan, hasil jepretannya dia buat dalam sebuah album kemudian diserahkan kepada pengelola Taman Safari sebagai kenang-kenangan, dengan harapan bisa diperlihatkan kepada para pengunjung.
"Karya fotonya semua menarik. Salah satunya foto Harimau Sumatera, ada tandatangannya beliau," kata Direktur Taman Safari Indonesia, Jansen Manangsang, Sabtu (1/6/2019).
http://bit.ly/2HPPpF0
June 02, 2019 at 07:42AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2HPPpF0
via IFTTT