Pages

Showing posts with label 2019 at 05:47PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 05:47PM. Show all posts

Thursday, May 16, 2019

Gerbang Tol Cikarang Utama Dibongkar Mulai 23 Mei 2019

Penerapan sistem satu arah atau one way akan dilakukan di Jalan Tol Trans Jawa pada saat arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Skema ini terus diperbincangkan oleh pemerintah dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) demi membantu kelancaran arus lalu lintas.

Rencananya, skema ini diterapkan selama tujuh hari, yakni selama empat hari saat arus berangkat dan tiga harus pada arus pulang mudik. Adapun ruas Tol Trans Jawa yang terkena sistem satu arah yakni mulai dari Km 29 Cikarang Utama (Cikarut) hingga Km 262 Brebes Barat.

Namun begitu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) saat ini tengah melakukan relokasi GT Cikarut dari semula berada di Km 29 Tol Jakarta-Cikampek berpindah ke Km 70 GT Cikampek Utama dan Km 67 GT Kalihurip Utama.

Lalu, bagaimana penerapan sistem satu arah pada pintu tol tersebut, utamanya di GT Kalihurip Utama yang tidak berada pada jalur satu arah?

Anggota BPJT, Koentjahjo Pamboedi mengatakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini masih merumuskan bagaimana penerapan sistem satu arah di pintu tol pengganti GT Cikarut menuju arah Cileunyi tersebut.

"Untuk di GT Kalihurip Utama/Dawuhan Utama, masih belum diputuskan rencananya oleh Kemenhub," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com, seperti ditulis Rabu, (15/5/2019).

Relokasi gerbang tol ini sengaja dilakukan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2019. Perpindahan pintu tol ke Km 70 dilakukan untuk melayani transaksi pembayaran kendaraan yang menuju arah Palimanan.

Sedangkan relokasi di Km 67 dimaksudkan untuk melayani transaksi pengguna yang hendak menuju Cileunyi.

Adapun sistem transaksi pembayaran di Tol Jakarta-Cikampek juga akan mengalami perubahan, dari sebelumnya menggunakan sistem transaksi terbuka dan tertutup menjadi sistem transaksi terbuka secara keseluruhan.

Sehingga dilakukan pemindahan GT Cikampek Utama ke GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama, dengan rincian jumlah masing-masing gardu sebanyak 15 gardu masuk dan 15 gardu keluar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Vpeiek
May 16, 2019 at 05:47PM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2Vpeiek
via IFTTT

Tuesday, May 14, 2019

6 Hal Terungkap dalam Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet Hari Ini

Majelis hakim mempertanyakan rentetan pesan Ratna Sarumpaet yang dikirimkan kepada akademisi Rocky Gerung melalui WhatsApp messenger.

"Saudara paling banyak kirim ke Pak Rocky. Kenapa sama Pak Rocky. Apa istimewa Rocky," tanya hakim ke Ratna Sarumpaet, Selasa (14/5/2019).

Ratna pun mengatakan, "Rocky teman dekat."

Hakim mengungkap sejumlah pesan singkat untuk Rocky dari Ratna Sarumpaet. Seperti pada Selasa 25 September 2018 sekitar pukul 20.43 WIB, Ratna juga mengirimkan beberapa foto wajahnya yang lebam dan bengkak kepada saksi Rocky Gerung melalui Whatsapp dengan pesan: '21 September 2018 jam 18.50 WIB. area bandara Bandung' dan pukul 20.44 WIB dengan pesan: 'Not For Public.

Kemudian, pada Rabu 26 September 2018 sekitar pukul 22.24 WIB, Ratna Sarumpaet kembali mengirim berita kepada Rocky Gerung dengan pesan, 'sakit seputar rongga mata, retak di pelipis dan rahang. Tak sepedih kitab terkoyak ditangan kanan manganga'. Lalu pada pukul 22.32 WIB, Ratna juga mengirim beberapa foto wajahnya yang lebam dan bengkak dengan pesan, 'Hari ke 5'.

Hakim bertanya mengenai respons Rocky Gerung.

"Apakah tanggapan Rocky terhadap yang saudara kirim," ujar dia.

"Beliau di Rusia sampai tanggal 1 Oktober 2018. Saya tidak tahu pesan saya dibaca atau tidak karena yang lebih banyak pegang handphone adalah staf saya," ucap Ratna.

Hakim juga bertanya mengenai adakah hubungan antara foto yang penuh lebam dengan pesan-pesan yang ditulis ke Rocky.

"Itu percakapan antar aktivis. Enggak harus, enggak selalu berkaitan. Ya bisa saja berdiri sendiri," ujar Ratna Sarumpaet.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YosvtG
May 14, 2019 at 05:47PM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2YosvtG
via IFTTT

Monday, April 29, 2019

Ibu Kota Pindah ke Luar Jawa, Ini Respons Anies Baswedan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah memutuskan untuk memindahkan Ibu Kota negara dari Jakarta ke luar Pulau Jawa. Keputusan diambil dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Menanggapi keputusan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pemindahan Ibu Kota tidak akan menghambat pembangunan di Jakarta.

"Jadi tadi dalam pertemuan ini Presiden menegaskan bahwa pembicaraan mengenai Ibu Kota tidak ada hubungannya dengan rencana pembangunan besar-besaran di Jakarta," ujar Anies di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/4).

"Rencana pembangunan besar-besaran di Jakarta tetap jalan terus," sambung dia.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut, pemindahan Ibu Kota hanya memberikan dampak pada urusan legislatif dan eksekutif. Di mana, nantinya seluruh kantor pemerintahan dipindahkan ke lokasi Ibu Kota yang baru.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZRLlv4
April 29, 2019 at 05:47PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2ZRLlv4
via IFTTT

Thursday, April 25, 2019

Cara Unik Satpol PP Sosialisasi Larangan Berjualan di Trotoar Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Petugas Satpol PP menggelar aksi jalan kaki membawa spanduk yang berisi imbauan larangan berjualan dan parkir di badan jalan di Jalan Teratai Putih, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Kamis (25/4/2019), Jalan Teratai Putih kerap disalahgunakan oleh pedagang untuk berdagang.

Sejumlah lapak PKL yang ditinggal pemiliknya pun langsung di angkut petugas.

Sepeda motor yang parkir di bahu jalan dicabut pentilnya. (Rio Audhitama Sihombing) 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GBnDtU
April 25, 2019 at 05:47PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2GBnDtU
via IFTTT

Saturday, April 13, 2019

Melihat Kondisi Makro Ekonomi Indonesia di Era Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Ma’ruf Amin dan Calon Presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno akan kembali bertemu dalam debat final pada Sabtu malam (13/4/2019).

Pada debat kali ini membahas tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi dan industri.

Selama empat tahun ini, Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berusaha menciptakan pembangunan ekonomi berkeadilan, ekonomi yang mandiri, pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM).

Sebelum menyaksikan debat pamungkas tersebut, yuk melihat kondisi perekonomian Indonesia selama pemerintahan Jokowi-JK:

A.Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi cenderung stagnan di sekitar lima persen selama empat tahun pemerintahan Jokowi-JK. Sentimen global dan internal mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meski demikian, Indonesia mampu stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Mengutip data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,02 persen pada 2014. Selanjutnya pertumbuhan tersebut turun menjadi 4,88 persen pada 2015. Angka tersebut meleset dari asumsi makro dalam APBN 2015 sekitar 5,8 persen.

Pemerintah pun mampu menaikkan pertumbuhan ekonomi menjadi 5,03 persen pada 2016. Pertumbuhan ekonomi tersebut juga di bawah target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar 5,2 persen.

Ekonomi Indonesia masih tumbuh 5,07 persen pada 2017. Angka pertumbuhan ekonomi itu juga di bawah asumsi dalam APBN 2017 sekitar 5,1 persen.

Pada 2018, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,17 persen. Angka itu meleset dari target APBN 2018 sebesar 5,4 persen.

Pemerintah menyatakan, tekanan makro ekonomi global turut pengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kalau dilihat dari 2014, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 termasuk yang tertinggi.

Bila dibandingkan negara-negara G20, pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk yang tinggi di kisaran lima persen. China dan India masih membukukan pertumbuhan ekonomi di atas Indonesia. China mencatatkan ekonomi tumbuh 6,4 persen dan India sekitar 7,1 persen.

Terkait pertumbuhan ekonomi masih di kisaran lima persen, Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede menilai, pemerintah Indonesia masih bergantung pada komoditas. Di sisi lain industri pengolahan manufaktur kurang optimal sehingga ada perpindahan ke industri jasa.

"Dalam 10 tahun ini juga tren investasi ke industri pengolahan manufaktur turun,sekitar di bawha lima persen. Perlu ada kebijakan struktural untuk dukung industri pengolahan manufaktur," kata Josua.

Ia mengatakan, bila pemerintah Indonesia mampu membenahi industri pengolahan juga dapat mengatasi impor. Hal itu membuat Indonesia tidak tergantung dengan barang impor.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GlxOEd
April 13, 2019 at 05:47PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2GlxOEd
via IFTTT

Saturday, April 6, 2019

Jokowi Kampanye di Asahan Sumut, Warga: Yakin Menang

Liputan6.com, Asahan - Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi menggelar kampanye di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut). Kehadiran Jokowi menyita perhatian warga sekitar.

Hal itu karena capres yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin tersebut untuk pertama kalinya hadir di Kota Kisaran. Selain hadir sebagai capres, Jokowi tercatat sebagai Presiden pertama yang mengunjungi Kisaran.

Seperti yang diungkapkan Sugiono. Pria berusia 58 tahun ini menilai, Jokowi merupakan salah satu contoh Presiden yang merakyat dan wajib ditiru oleh para pemimpin lainnya. Kakek enam cucu ini menilai gaya kepemimpinan Jokowi sangat sederhana.

"Gaya kepemimpinannya wajib ditiru, Beliau mau turun ke bawah dan bertemu rakyat secara langsung," ungkap Sugiono, warga Kisaran, Sabtu (6/4/2019).

Sugiono meyakini, warga Kisaran pasti akan mendukung penuh Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 17 April 2019.

"Yakin, warga Asahan, khususnya Kisaran pasti bisa memenangkan Pak Jokowi," ujarnya.

Jokowi menggelar kampanye di Asahan tepatnya di Gedung Olah Raga (GOR) Kota Kisaran, Jalan Akasia. Tidak hanya di luar gedung, di dalam ruangan gedung juga penuh dengan masyarakat pendukung dan simpatisan.

Hadir juga beberapa tokoh Sumut seperti mantan Gubernur Sumu Syamsul Arifin. Pria yang disapa akrab Dato' ini tampak mengenakan pakaian khas melayu dengan kacamata biru. Terlihat juga mantan pasangan Jokowi semasa menjabat Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.

Djarot tampak berada di panggung utama bernyanyi menghibur para simpatisan. Sang menantu Jokowi, warga asli Sumut, Bobby Nasution dan beberapa tokoh lainnya turut hadir menyukseskan acara.

Guna membuat rasa nyaman massa yang ingin melihat Jokowi, pihak panitia telah menyediakan tenda berukuran besar dan beberapa unit layar besar di pelataran parkir GOR Kota Kisaran yang disiarkan langsung dari dalam gedung. (Reza Efendi)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WOdP6w
April 06, 2019 at 05:47PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2WOdP6w
via IFTTT

Monday, March 25, 2019

Densus Kembali Tangkap Terduga Teroris Kelompok JAD Sibolga

Semua berawal dari penangkapan R alias P alias Putra Syuhada di rumahnya di Lampung pada Sabtu 9 Maret lalu. P ditangkap atas laporan orangtuanya yang tidak ingin anaknya terlibat lebih jauh dalam kelompok teroris.

Dari penangkapan itu, Densus kemudian menangkap Husain alias Abu Hamzah di Sibolga pada Selasa 12 Maret 2019. Dalam peristiwa itu, istri Abu Hamzah bernama Solimah memilih meledakkan diri bersama anaknya di dalam rumahnya.

Densus 88 kemudian menangkap dua rekan Abu Hamzah di Sibolga yakni AK alias Ameng alias Abu Halimah dan ZP alias Ogek Zul. Keduanya berperan sebagai penyandang dana dan menyimpan bahan peledak.

Rabu 13 Maret 2019, Densus 88 menangkap dua terduga teroris jaringan Abu Hamzah yakni R alias Syuhama dan M di Tanjungbalai, Sumatera Utara.

R diketahui sebagai janda terduga teroris bernama Andre yang tewas saat penangkapan di Tanjungbalai pada Oktober 2018 lalu. Rencananya dia akan dinikahi Abu Hamzah.

Esoknya, Kamis 14 Maret 2019, Densus 88 menangkap terduga teroris berinisial Y alias Khodijah di Klaten, Jawa Tengah.

Dia juga rencananya akan dinikahi Abu Hamzah. Y bahkan telah menggadaikan rumahnya untuk merencanakan amaliyah atau aksi teror bersama Abu Hamzah.

Densus 88 kemudian menelusuri jejaring komunikasi para terduga teroris yang yelah ditangkap. Dari penelusuran itu, berhasil ditangkap terduga teroris berinisial M alias Abu Arkam di Berau, Kalimantan Timur pada Selasa 19 Maret lalu.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Densus 88 tangkap terduga teroris di Berau, Kalimantan Timur. Terduga adalah anggota kelompok teroris Sibolga yang coba rencanakan penyerangan pada polisi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2V0iqCh
March 25, 2019 at 05:47PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2V0iqCh
via IFTTT

Sunday, March 17, 2019

Mahfud Md: Apa pun Partainya, Kalau Korupsi Kita Lawan

Apel kebangsaan digelar sejak pagi tadi. Jumlah pesertanya diperkirakan mencapai ratusan ribu orang.

Selain Mahfud MD, hadir dalam acara tersebut semua tokoh agama mulai Uskup Agung Semarang Monsinyur Robertus Rubiyatmoko, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Pengasus Ponpes Al Anwar Sarang Rembang KH Maimun Zubair, Habib Luthfi, Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Daroji, Pendeta Eka Laksa (PGI), Nyoman Suraharta (PHDI), Go Boen Tjien (Matakin) dan Pujianto (Walubi). 

 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2F2HYHO
March 17, 2019 at 05:47PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2F2HYHO
via IFTTT

Monday, March 11, 2019

53 Tahun Berlalu, Supersemar Masih Tetap Terselubung

Meskipun demikian, sejarawan Universitas Indonesia Anhar Gonggong menyatakan, keberadaan Supersemar seharusnya tidak perlu diperdebatkan lagi. Menurutnya, salah satu kejadian sejarah itu telah selesai.

"Apalagi Pak Harto (Soeharto) sudah meninggal, Bung Karno (Sukarno) juga sudah meninggal," ujar kata Anhar di Jakarta.

Dia mengatakan, publik selalu menyangsikan keberadaan dokumen Supersemar yang asli. Namun, Anhar meyakini bahwa dokumen itu pasti ada.

"Pasti ada. Saya melakukan berbagai observasi tentang itu. Isinyalah yang menjadi persoalan. Tapi, kalau Soeharto tidak membubarkan PKI, semakin tinggi tuntutan orang untuk membubarkan itu. Siapa yang bisa menahan massa pada saat itu?" ujar Anhar.

Oleh karena itu dia menegaskan, perdebatan mengenai latar belakang dikeluarkannya Supersemar oleh Sukarno dinilainya telah berakhir. Sukarno dan Soeharto memiliki perannya masing-masing bagi bangsa ini.

"Saya tidak pernah mengartikan Sukarno dan Soeharto jelek sepenuhnya," tegas Anhar.

Kini, 53 tahun setelah Jumat yang penuh misteri itu, kita kembali hanya dihadapkan pada fakta yang ada di buku-buku pelajaran sejarah yang meniadakan cerita kontroversial itu.

Sudah setengah abad lebih setelah kejadian Supersemar, tetapi kita masih saja mencari kertas yang ditandatangani Sang Proklamator Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HgAIf8
March 11, 2019 at 05:47PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2HgAIf8
via IFTTT

Saturday, March 9, 2019

Mahathir Mohamad: Bukan Anti-Singapura, Saya Pro-Malaysia

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, angkat bicara soal hubungan Negeri Jiran dengan negara tetangga terdekatnya, Singapura yang dinilai oleh sejumlah kalangan merenggang beberapa waktu terakhir.

"Saya bukan anti-Singapura. Saya mengklaim pro-Malaysia," kata Mahathir dalam sebuah wawancara dengan surat kabar South China Morning Post baru-baru ini, dikutip dari The Bangkok Post, Sabtu (9/3/2019).

Itulah tanggapan Dr. M ketika diminta oleh South China Morning Post untuk mengomentari sentimen publik di Singapura yang menyalahkannya secara pribadi atas penurunan hubungan antara kedua negara.

Ikatan merenggang sejak Mahathir kembali berkuasa Mei lalu. Berbeda sekali dengan kehangatan yang dirasakan Singapura dari Malaysia selama era mantan perdana menteri Najib Razak yang sekarang terjerat kasus korupsi, kedua tetangga dalam beberapa bulan terakhir bertengkar karena berbagai masalah.

Ketegangan antara dua negara yang terpisahkan Selat Tebrau (Johor) telah menyalakan kembali ingatan akan tugas pertama Mahathir sebagai perdana menteri dari 1981 hingga 2003.

Dalam wawancara eksklusif dengan South China Morning Post, Mahathir memperbesar satu masalah bilateral yang telah dia keluhkan selama bertahun-tahun -- harga yang dibayar Singapura kepada negaranya untuk air bersih.

Dia kukuh pada pendiriannya bahwa republik mengambil untung dengan tidak mengalah pada harga 3 sen Malaysia per 1.000 galon air, ditetapkan pada 1960-an.

Mahathir Mohamad mengklaim harga itu ditetapkan pada 1920-an sebagai bagian dari pakta antara mantan administrator kolonial dan negara bagian Johor di Malaysia bagian selatan yang memasok air.

Singapura membantah hal ini, mengklaim pulau itu menerima air selama era kolonial secara gratis, terlepas dari biaya menyewa bangunan air dan daerah tangkapan air.

Ia juga mengatakan harga tidak dapat dinegosiasikan ulang karena Malaysia telah kehilangan hak untuk melakukannya pada tanda 25 tahun perjanjian pada 1987.

Tinjauan harga diperdebatkan selama pembicaraan bilateral yang diadakan antara tahun 1998 hingga 2003, tetapi itu tidak menghasilkan harga baru.

Dalam wawancara hari Kamis dengan South China Morning Post, Mahathir berpegang pada pandangannya tentang masalah tersebut.

"Saya harus melihat kepentingan Malaysia. Dapatkah Anda menemukan negara yang menjual 1.000 galon air dengan harga 3 sen Malaysia ... harga yang ditetapkan pada tahun 1926? Apa yang dijual dengan harga 3 sen pada tahun 1926 yang dijual dengan harga 3 sen sekarang?" katanya.

Dia membantah pandangan Singapura bahwa dia melewatkan kesempatan untuk meninjau kembali kesepakatan itu.

"Kami berhak untuk menegosiasikan ulang harga setelah 25 tahun ... tetapi yang dikatakan Singapura adalah karena 25 tahun telah berlalu, oleh karena itu Anda kehilangan hak untuk bernegosiasi. Bagaimana itu bisa terjadi? Dikatakan setelah 25 tahun, bukan pada 25 tahun Anda harus bernegosiasi."

Mahathir, yang pernah berdebat dengan mantan perdana menteri Singapura Goh Chok Tong atas masalah ini di tahun 2000-an, menunjukkan bahwa negara-negara bagian Malaysia lainnya membayar lebih banyak ke Johor untuk pasokan air daripada Singapura.

"Apa yang kami katakan adalah, sangat konyol bahwa negara bagian Johor menjual air ke negara bagian Malaka dengan harga 50 sen per seribu galon dan menjualnya dengan harga 3 sen ke Singapura."

Dia menambahkan: "Dan kita semua tahu bahwa Singapura adalah negara maju, itu adalah negara yang sangat kaya. Mata uangnya tiga kali lebih tinggi dari mata uang kami ... Namun mereka meminta negara yang lebih miskin untuk menyubsidi ekonomi dan pertumbuhan mereka."

Ditanya apakah kesepakatan air adalah "masalah terbesar" di antara berbagai masalah, Mahathir Mohamad mengatakan itu adalah "masalah yang telah menunjukkan tidak ada kesepakatan yang dicapai antara Singapura dan Malaysia".

"Ada juga masalah lain tentu saja. Tetapi mengatakan bahwa ini tidak biasa atau tidak adil adalah konyol. Tidak ada tempat di dunia di mana air dijual oleh satu entitas ke entitas lain, atau minyak bumi dijual ke negara lain dengan harga yang ditetapkan pada tahun 1926."

Simak video pilihan berikut:

Anwar Ibrahim adalah mantan PM Malaysia yang dijebloskan ke penjara oleh Najib Razak. Kini Mahathir berjanji akan meminta raja untuk memaafkan dan membebaskan Anwar.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EJB8aa
March 09, 2019 at 05:47PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2EJB8aa
via IFTTT

Thursday, January 31, 2019

BNPB: 79 Jiwa Meninggal Dunia dalam Bencana di Sulsel

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan laporan terbaru terkait bencana banjir, tanah longsor, dan angin putih beliung yang menimpa Sulawesi Selatan.

Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi menjadi penyebab utama musibah yang terjadi di 13 kabupaten atau kota Sulawesi Selatan pada 21-22 Januari 2019.

Saat ini, status tanggap darurat terhitung selama 14 hari dimulai dari 23 Januari 2019 hingga 6 Februari 2019.

“Dampaknya adalah 79 jiwa meninggal, hilang 1 jiwa, luka-luka 48 jiwa, mengungsi 5.506 jiwa, rumah rusak 1.397 unit, rumah tenggelam 22.506 unit," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Kemudian jembatan terdampak sebanyak 56 unit, sawah terendam 12.785 hektare, sekolah terdampak 56 unit, peribadatan terdampak 12 unit, pemerintah 31 unit, dan pasar terdampak 2 unit.

BNPB juga telah memberikan upaya bantuan dana siap pakai sebesar Rp 1,1 miliar.

Kemudian, BPBD Provinsi Sulawesi Selatan bersama TNI, Polri, Basaranas, Tagana, Dinkes, SKPD, dan relawan juga telah mengevakuasi dan memberikan bantuan logistik serta pelayan kesehatan pada korban selamat.

“TNI juga membangun jembatan darurat bailey, dan dapur lapangan telah didirkan untuk makan dan minum pengungsi,” tandas Sutopo.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DM6ZI0
January 31, 2019 at 05:47PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2DM6ZI0
via IFTTT

Wednesday, January 30, 2019

FOTO: Anak Ma'ruf Amin Bicara Prestasi Jokowi 1 Periode

1/5

Ketua Tim Media Center Jokowi-JK Zuhairi Misrawi, Caleg DPR Partai NasDem termuda, Lathifa Al Anshori dan putra Maruf Amin, Ahmad Syauqi menjadi pembicara dalam diskusi publik Persatuan Milenial Madura di Jakarta, Rabu (30/1 (Liputan6.com/Johan Tallo)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FXWdRq
January 30, 2019 at 05:47PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2FXWdRq
via IFTTT

Friday, January 4, 2019

FOTO: Yuk, Cari Tahu Soal MRT Jakarta di Mini Information Center

[unable to retrieve full-text content]

PT Mass Rapid Transit ( MRT) membangun mini information center atau pusat layanan informasi di Stasiun MRT Dukuh Atas untuk menyambut MRT Jakarta yang akan beroperasi Maret 2019.
http://bit.ly/2VtzMbb
January 04, 2019 at 05:47PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2VtzMbb
via IFTTT