Pages

Showing posts with label January 24. Show all posts
Showing posts with label January 24. Show all posts

Thursday, January 24, 2019

Sekjen PBB Serukan Penyelidikan dan Dialog Damai di Venezuela

Penjualan Mitsubishi Fuso Naik Signifikan

Liputan6.com, Jakarta - Penjualan Mitsubishi Fuso yang diageni PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) tahun lalu, meningkat signifikan.

Tercatat, 51.132 unit Mitsubishi Fuso terjual sepanjang tahun lalu. Angka tersebut tumbuh 20,8 persen dibanding tahun sebelumnya, yang hanya sebanyak 42.319 unit.

Duljatmono, Sales and Marketing Director PT KTB menyebutkan, dominasi Mitsubishi Fuso semakin kuat dengan perolehan pangsa pasar 43.9 persen pada 2018.

"Kendaraan niaga 50 persen itu dari sektor logistik dan infrastruktur. Kami harap itu terus belanjut tahun ini. Dukungan lain berasal dari komoditas terutama batu bara dan sawit," kata Duljatmono di Senayan, Jakarta.

khusus di segmen light truck, Fuso mampu mendominasi pasar secara mutlak dengan pangsa pasar 58,1 persen.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Khusus medium duty truck (MDT) Fuso hanya berhasil mencapai 19,2 persen. Hal itu membuat Atsushi Kurita, Presiden Direktur KTB menginginkan target jangka panjang hingga 30 persen.

"Hadirnya truk baru di segmen MDT Fighter diharapkan mampu meningkatkan market share Fuso dikelas MDT menjadi 30 persen," ujar Atsushi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AXiLxm
January 24, 2019 at 08:26PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2AXiLxm
via IFTTT

Messi Berperan Datangkan De Jong ke Barcelona?

Dibantu Andi Rianto, J-Rocks Garap Lagu tentang Ketidaksempurnaan

Dino Patti Djalal: China Bakal Jadi Penyedia Solusi untuk RI dan Kawasan

Tanggapan Bulog soal Penyerapan Jagung Petani

Hanura Harap TKN Bantu Garap Pemilih yang Belum Dukung Jokowi-Maruf

Liputan6.com, Jakarta - Survei Indikator Politik menunjukkan kedua pendukung partai belum solid memilih pasangan calon presiden yang diusung. Di kubu Jokowi, PPP, Hanura, dan Golkar, tiga besar penyumbang pemilih yang belum solid. Berturut-turut di angka 43,2 persen, 39,6 persen, dan 31,2 persen

Wakil Ketua Umum Partai Hanura Gede Pasek Suardika mengatakan hal tersebut biasa saja. Karena pemilu serentak baru pertama kali dilakukan, perlu penyesuaian strategi.

"Ya kita hormati hasil itu. Kompetisi politik serentak kan, barang baru dan belum pernah terjadi. Sehingga perlu metodologi dan cara yang seni melakukannya," ujar Pasek melalui pesan singkat, Kamis (24/1/2019).

Dia mengakui bahwa sulit untuk menyeragamkan pilihan akar rumput mencapai 100 persen. Pasek berharap ke depannya makin mengecil.

Pasek pun berharap dari Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf memberikan perhatian. Yaitu dengan membantu agar pemilih Prabowo bisa beralih ke Jokowi.

"Tentu juga TKN harus memberikan perhatian terhadap hal ini sebagai bagian ikhtiar bersama," ujarnya.

Diberitakan, Sembilan partai koalisi pengusung capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo- Ma'ruf Amin, ternyata tak semuanya mendukung secara 100 persen. Hanya Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang 100 persen mendukung pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01.

Dari sembilan partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf, yang lebih banyak terbelah untuk mendukung Prabowo Subianto- Sandiaga Uno yakni Partai Golkar, PPP dan Hanura. Karena, dari 100 persen Partai Golkar hanya 62,1 persen yang memilih Jokowi-Ma'ruf dan 31,2 persen memilih Prabowo-Sandi.

Lalu, PPP hanya 53,7 persen memilih Jokowi-Ma'ruf dan 43,2 persen membelot ke Prabowo-Sandiaga. Sedangkan, Partai Hanura hanya 59,1 persen dan 39,6 persen mendukung Prabowo-Sandiaga.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Mt1CQO
January 24, 2019 at 08:18PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2Mt1CQO
via IFTTT

Giggs Dukung Ramsey Tinggalkan Arsenal

Menakjubkan, 4 Hal Ini Ternyata Hanya Bisa Dialami Oleh Tubuh Wanita

Menteri LHK Minta Pemprov NTT Konsultasi Rencana Penutupan Taman Nasional Komodo

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan, pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) harus berkonsultasi dengan pusat sebelum menutup kawasan Taman Nasional Komodo selama satu tahun untuk wisatawan. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat beralasan, penutupan Taman Nasional Komodo untuk menambah jumlah populasi komodo dan juga rusa.

"Pemerintah daerah harus konsul dan harus di dalam koridor urusan yang ditangani oleh Dirjen Konservasi," kata Siti di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Siti menekankan, untuk melakukan perbaikan tata kelola konservasi di Taman Nasional Komodo, sejumlah pihak harus dilibatkan, seperti Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan.

Berdasarkan UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, PP Nomor 28 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, mengamanatkan pengelolaan taman nasional kepada balai besar atau balai setingkat Eselon II atau III di bawah Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Demikian juga amanat dalam Perpres Nomor 16 tahun 2015 tentang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.18/MENLHK-II/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.7/MENLHK/SETJEN/OTL.0/1/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Taman Nasional.

"Urusan tentang konservasi berdasarkan UU Kehutanan, UU Konservasi, UU Pemda dan Peraturan Pemerintah tentang pembagian urusan, itu konservasi itu urusan pemerintah pusat," kata Siti.

Dia menjelaskan, penutupan suatu taman nasional dimungkinkan dengan pertimbangan ilmiah atau atas kondisi khusus, misalnya terjadi erupsi gunung berapi dan kondisi cuaca ekstrem sehingga pendakian ditutup sementara. Seperti yang terjadi di Taman Nasional Gunung Rinjani, Taman Nasionaal Gunung Merapi, dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Siti menambahkan, dia sudah meminta Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) KLHK untuk mengumpulkan seluruh informasi di lapangan mengenai alasan mendasar rencana penutupan Taman Nasional Komodo. Setelah mendapatkan data-data, pihaknya langsung melakukan kajian mendalam.

"Segera setelah data dikumpulkan, pemda provinsi NTT kita undang dan kita carikan jalan keluarnya, yang penting sasaran pemdanya kita capai," kata Siti.

2 dari 3 halaman

Rencana Penutupan

Taman Nasional Komodo akan ditutup Pemerintah Nusa Tenggara Timur dari kunjungan wisatawan selama satu tahun. Penutupan dilakukan sebagai upaya meningkatkan jumlah populasi komodo dan juga rusa yang menjadi makanan utama hewan langka tersebut.

"Pemerintah NTT akan melakukan penataan terhadap kawasan Taman Nasional Komodo agar menjadi lebih baik, sehingga habitat komodo menjadi lebih berkembang. Kami akan menutup Taman Nasional Komodo selama satu tahun," kata Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Kupang, seperti dikutip dari Antara, Minggu 20 Januari 2019.

Namun, ia tidak menjelaskan kapan waktu penutupan kawasan Taman Nasional Komodo mulai diberlakukan. Viktor menegaskan, penutupan Taman Nasional Komodo guna mempermudah pemerintah daerah menata kawasan wisata itu.

Kondisi habitat komodo di Kabupaten Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores itu, ungkapnya, sudah semakin berkurang. Kondisi tubuh komodo yang kecil juga merupakan dampak dari berkurangnya rusa yang menjadi makanan utama komodo.

"Kondisi tubuh komodo tidak sebesar dulu lagi, karena populasi rusa sebagai makanan utama komodo terus berkurang karena maraknya pencurian rusa di kawasan itu," tegas Viktor.

Dia merasa khawatir apabila rusa semakin berkurang, maka tidak menutup kemungkinan komodo akan saling memangsa untuk mempertahankan hidup.

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FTNkYa
January 24, 2019 at 08:07PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2FTNkYa
via IFTTT

Penyaluran KPR di Indonesia Jauh Lebih Rendah Dibanding Negara Asia Lain

Liputan6.com, Jakarta - Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia masih rendah dibandingkan negara Asia lainnya. Dalam hal ini Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), jumlah penyaluran KPR per Maret 2018, Indonesia baru mencapai USD 32,3 juta. Sementara Singapura dan Malaysia masing masing menduduki hingga sebesar USD 129,7 juta dan USD 128,4 juta.

"2018 serapan KPR belum maksimal. Belum sampai puncaknya. Tadinya harapan kami di 2018 akhir dan 2019 tengah akan sampai puncak," kata Manager Departemen Makro Prudential BI, Bayu Adi Gunawan dalam acara diskusi outlook property 2019, di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Tidak hanya penyaluran KPR yang rendah, rasio KPR Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) di 2017 juga masih tertinggal dibandingkan kedua negara tersebut.

Rasio KPR Singapura terhadap PDB mencapai sebesar 44,80 persen, sedangkan Malaysia tercatat 38,40 persen. "KPR kita cuma mencapai 2,9 persen dari PDB di 2017," kata Bayu.

Adapun rasio penyaluran KPR Indonesia tersebut ditopang oleh pertumbuhan KPR untuk rumah tapak murah dan komersial ukuran di atas 70 meter.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FM1efQ
January 24, 2019 at 08:06PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2FM1efQ
via IFTTT

Nekat Mengangkut Hiu, Mobil Ini Jadi Sorotan Publik

Liputan6.com, Sydney - Sebuah penampakan langka terjadi di Sydney, Australia. Bagaimana tidak, sebuah mobil terlihat tengah mengangkut hiu. Hal tersebut menarik perhatian pengguna jalan yang melintas.

Seperti dilansir Autoevolution, Kamis (24/01/2019), hiu tersebut diketahui ditangkap oleh tim nelayan dan sedang dalam perjalanan pulang. Terlihat hiu diikat ke perahu yang terhubung ke mobil trailer. 

Di-posting secara online oleh TeamBaitcatchers video tersebut mendadak viral. Saat diwawancara Daily Mail Australia, nelayan itu mengatakan tidak memiliki niat memamerkan hiu di jalan.

Alasanya ialah tubuh hiu yang besar tidak bisa masuk ke dalam mobil. Sehingga tidak ada cara lain untuk mengangkutnya. 

“Kami jelas tidak pamer. Hiu itu sangat besar dan secara fisik terlalu besar untuk masuk ke pintu mobil,” kata kapten kapal bernama Nathan Struck.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Merupakan salah satu jenis hiu legenda, bobot ikan sangar tersebut diperkirakan mencapai 165 kg.

"Pada dasarnya yang kami lakukan, pergi keluar untuk memancing. Lalu kita pulang, memproses dan menyegel semuanya. Begitu selesai, kita mendistribusikannya," ujar Struck.

Melihat sebuah kendaraan membawa hiu di jalan raya adalah pemandangan yang sangat langka. Namun peluang terjadi di Australia yang sangat tinggi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FTTfwa
January 24, 2019 at 08:06PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2FTTfwa
via IFTTT

VIDEO: Doa Warga Lintas Agama untuk Bebasnya Ahok

Liputan6.com, Jakarta Warga lintas agama dan suku di Bali gelar doa bersama untuk bebasnya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WhWZ0y
January 24, 2019 at 08:00PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2WhWZ0y
via IFTTT

Panggil Mendiang Ibunda, Anak Ustaz Maulana: Dadah Mama....

8 Tips Jadikan Profil Aplikasi Kencan Online Lebih Menarik

Pose 3 Jari Ahok, Mardani PKS: Beliau Tak Ingin Masuk ke Kedua Kubu

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengomentari pose tiga jari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok setelah bebas dari rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Kata dia, pose tiga jari itu cermin sikap Ahok tidak ikut campur di Pilpres 2019.

"Kalau menurut saya itu kebesaran jiwa Pak Ahok sekarang, tidak ingin masuk ke dalam dua kubu yang sekarang sedang berkompetisi," kata Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/1).

Meski begitu, tambahnya, hanya Ahok yang benar-benar mengetahui maksud dari pose tersebut. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga sudah mejalani masa hukuman sesuai dengan ketentuan negara.

"Beliau sudah menjalani hukumannya dan saatnya bebas, harus diberikan haknya dari negara," ungkapnya.

Sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah menjalani hukumannya terkait kasus penodaan agama selama 1 tahun, 8 bulan, dan 15 hari. Hari ini, Kamis (24/1), mantan Gubernur DKI Jakarta itu bebas murni.

Ahok dijemput oleh anak-anaknya dari Mako Brimob pukul 07.30 WIB tadi.

Banyak orang yang menunggu-nunggu kebebasannya. Tak hanya melalui layar kaca, mereka bahkan menyambangi Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DwWVCD
January 24, 2019 at 07:53PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2DwWVCD
via IFTTT

Utang RI Tembus Rp 5.258 Triliun, BI Sebut Masih Aman

Jelang Duel, Manajer Arsenal Puji Kepercayaan Diri MU

Top 3 Berita Hari Ini: Benda Pencegah Mobil Terbakar dan Motor Listrik Ducati

Liputan6.com, Jakarta - Kasus mobil terbakar sudah sering terjadi. Modifikasi yang salah menjadi salah satu penyebab utamanya. Dan informasi mengenai benda kecil yang bisa mencegah mobil terbakar pun membuat pembaca Liputan6.com penasaran.

Selain itu, kabar mengenai Wuling Almaz yang diprediksi ditawarkan dengan harga terjangkau serta kabar mengenai motor listrik Ducati juga menjadi sorotan pembaca.

Berikut ulasan artikel otomotif terpopuler hari ini:

1. Benda Kecil Ini Bisa Mencegah Mobil Terbakar karena Modifikasi Audio

Korsleting atau arus pendek pasca modifikasi sering kali menjadi penyebab utama sebuah mobil terbakar. Biasanya, modifikasi yang dilakukan berkaitan langsung pada sistem kelistrikan seperti modifikasi audio.

Melihat fenomena tersebut, Andreas Tjahjadi, CEO PT Audio Plus Indonesia mengatakan instalasi yang tidak tepat merupakan penyebab utama modifikasi audio mampu membuat mobil terbakar.

Selengkapnya baca di sini

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

2. Diproduksi di Cikarang, Harga Wuling Almaz Bakal Murah Meriah?

Wuling Almaz memang sudah diperkenalkan di depan awak media otomotif nasional, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/1/2019). Namun, pabrikan asal Cina ini belum meluncurkan secara resmi kepada publik model keempatnya di Indonesia tersebut.

Nantinya, saat proses peluncuran, Wuling Motors sekaligus mengumumkan harga jual Wuling Almaz ini, yang saat ini memang masih dirahasiakan.

Selengkapnya baca di sini

3. Gara-Gara Volkswagen, Ducati Wajib Jualan Motor Listrik

Sudah berkali-kali Ducati dikabarkan akan memproduksi motor listrik. Namun kabar tersebut masih belum terbukti, karena Ducati berkali-kali meluncurkan motor konvensional.

Selengkapnya baca di sini

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2T7JBKc
January 24, 2019 at 07:45PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2T7JBKc
via IFTTT

Menteri Rini Jajal Panser Anoa hingga Serahkan Heli dan Pesawat ke Kemenhan