:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2048923/original/003826300_1522663343-iStock-802669828.jpg)
1. Otot Kecil dan Lemah.
Kelemahan otot atau nyeri sendi mendadak bisa menjadi pertanda bahwa makanan yang kamu konsumsi mengandung protein yang kurang. Fungsi protein adalah bahan bakar untuk menambah massa otot, jadi otot akan kesulitan saat tubuh kekurangan protein.
Hal ini bisa menjadi perhatian terutama bagi pria seiring bertambahnya usia. Karena pria lebih beresiko mengalami kehilangan massa otot akibat penuaan, dan otot-otot tersebut mungkin akan kehilangan lebih banyak lagi jika tidak cukup mengonsumsi protein sehari-hari.
2. Rambut Rusak.
Rambut rusak juga bisa jadi tanda kekurangan protein. Rambut sebagian besar terdiri dari protein yang dikenal sebagai keratin, dan molekul ini penting untuk kesehatan rambut. Fungsi protein adalah pondasi dari semua sel tubuh- termasuk folikel rambut. Sebenarnya, setiap helai rambut memerlukan asupan protein yang cukup agar bisa tumbuh dengan baik.
3. Sering Mengidam Makanan.
Tanda lain ketika tubuh kekurangan protein adalah sering mengidam makanan. Mengidam permen sangat umum terjadi pada orang-orang yang kekurangan protein. Mengidam atau keinginan yang menggebu-gebu ini akan terjadi lebih sering, dan bahkan setelah makan sesuatu yang manis, dan Anda tidak akan pernah merasa puas. Hal ini terjadi karena kekurangan asupan protein dan terlalu berlebihan mengonsumsi karbohidrat atau gula.
4. Retensi Cairan.
Edema (pembengkakan) akibat kelebihan cairan, terutama di bagian bawah tubuh, merupakan salah satu tanda kekurangan protein. Fungsi protein berperan penting dalam menjaga cairan agar tidak berlebihan dalam jaringan, terutama di kaki dan pergelangan kaki. Sistem kerjanya yaitu dengan menahan garam dan air di pembuluh darah.
5. Imunitas Menurun.
Tingkat protein yang rendah dalam makanan mungkin membuat kamu lebih rentan terserang penyakit. Fungsi protein membantu menjaga agar sistem kekebalan tubuh tetap berfungsi dengan baik, karena sel imun sebagian besar terbuat dari protein.
Fungsi protein membentuk sel darah putih, antibodi, protein darah dan berbagai molekul imun, termasuk interleukin dan sitokin. Semua molekul tersebut bekerja sama untuk menyerang penyerbu asing, baik secara biologis maupun kimia.
6. Kuku Rapuh dan Mudah Patah.
Kuku lemah dan rapuh, serta bercak putih di kuku, adalah beberapa tanda awal bahwa tubuh kekurangan protein. Kuku terdiri dari lapisan laminasi protein yang disebut keratin. Jadi, untuk memiliki kuku yang kuat dan sehat, asupan protein yang tepat adalah suatu keharusan.
7. Kabut Otak.
Kabut otak atau ‘brain fog’ merupakan kondisi ketika fungsi otak sedikit terganggu, di mana orang yang mengalaminya akan merasa lelah, moody dan sulit konsentrasi. Kondisi ini terkait dengan kadar gula darah yang berfluktuasi dan kekurangan protein.
Fungsi protein berperan penting pada fungsi neurologis yang sehat. Kenyataannya, kabut otak, konsentrasi yang buruk, kurangnya motivasi dan kesulitan belajar dapat mengindikasikan bahwa tubuh kekurangan protein.
8. Sulit Tidur.
Sulit tidur merupakan salah satu tanda kekurangan protein. Otak mengendalikan semua hormon yang diperlukan untuk tidur nyenyak. Bila tubuh kekurangan protein yang diperlukan untuk menjaga kesehatan otak, maka hal itu dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang pada akhirnya akan mempengaruhi tidurmu.
9. Siklus Menstruasi Tidak Teratur.
Diet yang tepat dan seimbang memainkan peran penting dalam menjaga siklus menstruasi yang sehat. Setiap jenis kekurangan gizi, termasuk kekurangan protein, dapat menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur.
Selain itu, diet rendah protein, gula dan karbohidrat tinggi dapat menyebabkan peradangan berlebih, kelelahan, dan berat badan bertambah. Semua faktor ini dapat menyebabkan terganggunya keseimbangan hormon-hormon dalam tubuh seperti dehydroepiandrosterone (DHEA), estrogen dan progesteron.
10. Perubahan Mood.
Kurangnya protein dalam tubuh bisa menyebabkan kamu jadi lebih moody. Pasalnya, asam amino yang ada dalam makanan tinggi protein sangat diperlukan supaya hormon bisa tetap seimbang secara alami. Hal ini akan berpengaruh terhadap pengendalian mood sekaligus sebagai cara alami untuk menghindari kecemasan.
Jika sampai kekurangan asam amino, maka tubuh akan mengalami kelemahan, muram dan meningkatnya depresi serta kecemasan. Fungsi protein juga akan membuat glukosa dalam darah menjadi lebih stabil, sehingga mencegah perubahan mood yang ekstrem dan menghindari mudah tersinggung yang bisa terjadi saat gula darah berfluktasi.
https://ift.tt/2OPJW17
November 20, 2018 at 10:24AM from Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2OPJW17
via IFTTT
No comments:
Post a Comment