Pages

Showing posts with label 2019 at 08:18PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:18PM. Show all posts

Wednesday, February 13, 2019

Gempa Hari Ini: Nias Barat Diguncang Lindu Magnitudo 4,3

Liputan6.com, Jakarta - Gempa kembali terdeteksi di salah satu wilayah Indonesia hari ini, Rabu (13/2/2019). Kekuatan gempa magnitudo 4,3 dilaporkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi di Sirombu, salah satu kecamatan di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara.

Getaran gempa mulai dirasakan pada siang hari, pukul 13.18 WIB dengan pusat gempa berada di laut. Kedalaman mencapai 25 kilometer.

Meski lindu yang dirasakan dalam intensitas yang relatif kecil, namun getarannya terasa hingga Ibu Kota Kabupaten Nias Selatan, Teluk Dalam dan Kecamatan Lahomi, Nias Barat.

Sementara itu, lokasi gempa tercatat pada koordinat 0,89 Lintang Utara (LU) dan 97,42 Bujur Timur (BT). Tepatnya 16 km Barat Daya Sirombu, Nias Barat.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2tn2JsC
February 13, 2019 at 08:18PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2tn2JsC
via IFTTT

Friday, February 8, 2019

Menyerahkan Diri, Mandala Shoji Dikirim ke Lapas Salemba

Liputan6.com, Jakarta - Artis sekaligus calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) Mandala Shoji menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Dia pun dikirim ke Lapas Salemba setelah ditetapkan bersalah melakukan pidana pemilu.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Kuntadi mengapresiasi sikap gentle Mandala untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Eksekusi dilakukan setelah administrasinya selesai diurus di Kantor Kejari Jakpus.

"Hari ini yang bersangkutan secara gentle dan kita apresiasi langkahnya menyerahkan diri dan tadi langsung kita kirim ke LP Salemba untuk pidananya selama 3 bulan," ujar Kuntadi di kantornya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019).

Mandala Shoji sendiri sejatinya dieksekusi pada 21 Januari 2019 setelah salinan putusan pengadilan diterima jaksa. Namun Mandala sempat menghilang selama sekitar dua pekan hingga akhirnya menyerahkan diri.

Meski begitu, kejaksaan tidak memasukkan Mandala Shoji  ke dalam daftar pencarian orang (DPO) atau menjadikannya sebagai buronan.

"Karena ini pelanggaran pidana pemilu, pada prinsipnya kita kedepankan persuasif. Masih dalam tahap imbauan (memenuhi panggilan jaksa), tapi kalau memang batas imbauan nggak dipenuhi pasti langsung kita ambil langkah-langkah," tutur Kuntadi.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RK6hPn
February 08, 2019 at 08:18PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2RK6hPn
via IFTTT

Wednesday, January 30, 2019

PDIP Minta Bawaslu Buktikan Pembuat dan Penyebar Tabloid Pembawa Pesan

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Bidang Pelatihan dan Pendidikan PDI Perjuangan (PDIP), Eva Kusuma Sundari meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk membuktikan bahwa pembuat dan penyebar Tabloid Pembawa Pesan adalah Caleg PDIP.

"Wah itu harus dibuktikan, kenapa enggak disebut sekalian? Supaya enggak ada teori-teori. Toh tabloidnya halal dan thoyiban," kata Eva di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Eva juga mengklaim tabloid itu tidak melanggar koridor atau aturan kampanye. Sebab, tidak ada konten yang meragukan pihak tertentu di tabloid tersebut.

"Tidak ada content merugikan kualitas demokrasi (pecah belah, fitnah, makar, kekerasan dan lain-lain)," ungkapnya.

Dia juga membandingkan Tabloid Pembawa Pesan dengan Buletin Kaffah yang lebih dulu beredar di tengah masyarakat. Buletin Kaffah, kata Eva, justru memuat propaganda khilafah.

"Jadi aturan apa yang dipakai untuk membolehkan dan melarang tabloid beredar di masjid-masjid? Harusnya patokannya ya satu hukum yang sama karena NKRI," ucapnya.

Dihubungi terpisah, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno belum bisa memastikan apakah pembuat tabloid itu adalah Caleg PDIP. Namun, lanjut dia, jika isinya berupa fakta maka orang yang menyebarkannya telah membuat politik yang mencerahkan.

"Belum tahu siapa yang buat. Baca isinya, jangan siapa yang buat. Jika isinya mencerahkan, membuat orang bertambah cerdas, berarti pembuatnya sudah mengusung politik pencerahan," kata Hendrawan saat dihubungi merdeka.com, Rabu (30/1/2019).

"Kewajiban semua kader untuk meluruskan hal-hal yang tidak sesuai dengan fakta, karena politik yang kami usung adalah politik pencerahan," sambung dia.

2 dari 2 halaman

Beredar di Jagakarsa

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta menemukan sebuah tabloid berisi kampanye salah satu pasangan calon presiden di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tabloid itu bernama Pembawa Pesan. 

Anggota Bawaslu DKI Jakarta, Muhammad Jufri mengaku telah mendapat laporan atas temuan tabloid tersebut.

"Sekarang sedang dipelajari isinya melanggar atau tidak," kata Jufri saat dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (30/1/2019).

Berdasarkan laporan yang Bawaslu, Jufri mengatakan tabloid itu diduga disebar pada Selasa 29 Januari 2019. Tabloid tersebut dikirim ke beberapa rumah di Jakarta Selatan.

"Itu tabloid dari salah satu caleg. Katanya informasinya caleg PDIP. Kemudian penyebarannya melalui kurir dengan membawa ke rumah-rumah," kata Jufri.

Sementara mengenai jumlah tabloid yang sudah tersebar Jufri belum memastikan. Yang jelas, sebaran tabloid Pembawa Pesan hanya beredar di dapil caleg tersebut.

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka.com

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MGA0rB
January 30, 2019 at 08:18PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2MGA0rB
via IFTTT

Thursday, January 24, 2019

Tanggapan Bulog soal Penyerapan Jagung Petani

Hanura Harap TKN Bantu Garap Pemilih yang Belum Dukung Jokowi-Maruf

Liputan6.com, Jakarta - Survei Indikator Politik menunjukkan kedua pendukung partai belum solid memilih pasangan calon presiden yang diusung. Di kubu Jokowi, PPP, Hanura, dan Golkar, tiga besar penyumbang pemilih yang belum solid. Berturut-turut di angka 43,2 persen, 39,6 persen, dan 31,2 persen

Wakil Ketua Umum Partai Hanura Gede Pasek Suardika mengatakan hal tersebut biasa saja. Karena pemilu serentak baru pertama kali dilakukan, perlu penyesuaian strategi.

"Ya kita hormati hasil itu. Kompetisi politik serentak kan, barang baru dan belum pernah terjadi. Sehingga perlu metodologi dan cara yang seni melakukannya," ujar Pasek melalui pesan singkat, Kamis (24/1/2019).

Dia mengakui bahwa sulit untuk menyeragamkan pilihan akar rumput mencapai 100 persen. Pasek berharap ke depannya makin mengecil.

Pasek pun berharap dari Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf memberikan perhatian. Yaitu dengan membantu agar pemilih Prabowo bisa beralih ke Jokowi.

"Tentu juga TKN harus memberikan perhatian terhadap hal ini sebagai bagian ikhtiar bersama," ujarnya.

Diberitakan, Sembilan partai koalisi pengusung capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo- Ma'ruf Amin, ternyata tak semuanya mendukung secara 100 persen. Hanya Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang 100 persen mendukung pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01.

Dari sembilan partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf, yang lebih banyak terbelah untuk mendukung Prabowo Subianto- Sandiaga Uno yakni Partai Golkar, PPP dan Hanura. Karena, dari 100 persen Partai Golkar hanya 62,1 persen yang memilih Jokowi-Ma'ruf dan 31,2 persen memilih Prabowo-Sandi.

Lalu, PPP hanya 53,7 persen memilih Jokowi-Ma'ruf dan 43,2 persen membelot ke Prabowo-Sandiaga. Sedangkan, Partai Hanura hanya 59,1 persen dan 39,6 persen mendukung Prabowo-Sandiaga.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Mt1CQO
January 24, 2019 at 08:18PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2Mt1CQO
via IFTTT

Monday, January 7, 2019

Timses Jokowi: Ada Upaya Sistematis Agar Masyarakat Tak Percaya Pemerintah

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Moeldoko menanggapi pernyataan BPN Prabowo Subianto - Sandiaga Uno yang menilai KPU lebih memihak kepada petahana.

Dia menilai hal itu sebagai upaya sistematis untuk memobilisasi agar masyarakat tidak percaya kepada pemerintahan Jokowi.

"Ya memang ada upaya sistematis untuk memobilisasi yang ujung-ujungnya adalah memunculkan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah atau penyelenggara pemilu. Ini sudah jelas," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).

Pihaknya pun meminta agar pihak Prabowo jangan memainkan isu tersebut. "Kita sudah punya catatan, jangan main-main, jangan main-main. Kemarin Saya bilangin lanjutkan permainan itu, saya akan mainkan juga," kata Moeldoko.

Sebelumnya Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon berharap moderator debat berlaku netral. Moderator mampu menjadi fasilitator yang baik bagi dua kandidat.

"Jadi harus mereka-mereka yang betul-betul netral, mereka yang punya independensi, tidak berpihak pada salah satu, menjadi fasilitator murni," kata Fadli.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GZmsYW
January 07, 2019 at 08:18PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2GZmsYW
via IFTTT

Thursday, January 3, 2019

Tuntutan Mati untuk Bandar Ganja Tangerang Selatan

Liputan6.com, Tangerang - Seorang bandar ganja 103 kilogram, Gunawan alias Batak (53), dituntut mati dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (2/1/2019).

Menurut Jaksa, dia terbukti melanggar Pasal 114 Ayat 2 jo dan Pasal 132 Ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Terdakwa asal Tangerang Selatan ini dituntut hukuman mati dalam persidangan yang diketuai oleh Majelis Hakim Lebanus Sinurat.

Tuntutan tersebut menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tangsel, Sobrani Binzar, sesuai fakta persidangan. Terlebih, terdakwa adalah residivis dengan perkara yang sama dan dipidana selama 4 tahun.

"Kami anggap terdakwa sebagai gerbong pertama di Tangsel. Karena pintu masuk dari Aceh langsung ke dia. Kami anggap tuntutan mati inilah yang pas dan dapat dijatuhkan ke terdakwa," ujar Sobrani.

Saat ditangkap, dari tangan Batak diamankan 7 kardus yang di dalamnya terdapat 114 bungkus, dengan total 103. 644,3 gram ganja.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TplhDc
January 03, 2019 at 08:18PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2TplhDc
via IFTTT